
Malang, Swa News — Secara tegas Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, menyatakan bahwa ia tidak menolerir segala bentuk kekerasan dan pelecehan, baik fisik, verbal, maupun seksual. Pernyataan tersebut disampaikan Menag ketika merespons video viral tentang perilaku pemuka agama, Gus Elham, yang mencium anak perempuan saat momen berceramah.

“Kami tidak menoleransi sedikit pun tindakan yang mencederai martabat kemanusiaan. Saya tidak hanya sebagai Menteri Agama, tapi sebagai seorang manusia juga menyatakan semua yang bertentangan dengan moralitas itu harus menjadi musuh bersama,” tegas Menag di Shangri-La Hotel, Jakarta, Rabu (12/11/2025), sebagaimana dikutip dari situs resmi Kementerian Agama RI.
Namun, pernyataan tegas Menteri Agama tersebut dinilai bertolak belakang dengan keputusan Rektor UIN Maliki Malang, Prof. Ilfi Nurdiana, yang mengangkat Dr. Zainal Habib sebagai Plt. Wakil Rektor Bidang AUPK. Pasalnya, yang bersangkutan disebut-sebut merupakan oknum dosen Fakultas Psikologi yang diduga kuat pernah menjadi pelaku pelecehan seksual terhadap mahasiswi.

“Yang bersangkutan (Zainal Habib—red) sudah melakukan pelecehan seksual terhadap mahasiswi pada era dekan Dr. Luthfi Musthofa. Datanya ada di Dr. Luthfi Musthofa kalau ingin tahu. Semua bahwa Habib ini terbukti melakukan pelecehan seksual terhadap mahasiswi,” ujar Yai MIM kepada Swa News (10/10/2025).
Untuk berita terkait, dapat ditelusuri melalui link berikut:
Dosen Predator Yang Masih Berkeliaran di UIN Malang
Kekerasan Seksual di UIN Malang Dukungan dan Ancaman bagi Korban
Kasus Pelecehan Seksual Dosen di UIN Malang, Mandheg?
Dosen UIN Malang Diduga Lakukan Kekerasan Seksual Pada Mahasiswi
Oknum Dosen di UIN Malang Diduga Lakukan Pelecehan Seksual ke Dua Mahasiswi, Korban Masih Trauma
Petisi
Kepolisian RI Usut Kasus Pelecehan Seksual Dosen UIN Malang Zainal Habib
“Hasil investigasi saya bersama Nurma Zakiyah (putri Yai MIM—red), yang saat itu di Farmasi bersama beberapa temannya, saya libatkan untuk mencari data, menggali data, membandingkan, dan lain sebagainya. Saya nggak mentolo (nggak tega) mengekspos,” imbuhnya.
Sebelumnya, seorang aktivis mahasiswa, Fariz, juga memberikan kritik pedas terhadap keputusan rektor mengangkat ZH, yang dinilai memiliki rekam jejak negatif terkait dugaan pelecehan seksual.
“Kenapa sih Bu Rektor yang notabene perempuan kurang sensitif terhadap isu pelecehan seksual, malah memberi jabatan prestisius kepada oknum dosen yang diduga pernah menjadi pelaku pelecehan seksual?” kritik Fariz kala itu (14/10/2025).
Pernyataan senada juga disampaikan Direktur Uinma Syndicate, Pusat Studi dan Advokasi Mahasiswa untuk Transparansi dan Anti-Korupsi, Fajar. “Kenapa standar etiknya kok beda jauh dengan Menag ya? Aneh. Katanya doktrin santri itu adab lebih tinggi daripada ilmu, tapi kenapa alasan itu tidak berlaku bagi rektor ketika mengangkat ZH menjadi Plt. Wakil Rektor?” ujarnya (14/11/2025). (MM)
Pingback: Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf Dipaksa Mundur, Rais ‘Aam Syuriah Tuai Kritik Swa News
Pingback: Profil Gus Yahya: Ketua Tanfidziyah PBNU Di Tengah Isu ‘Kudeta’ Ala Syuriyah Swa News