Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com
Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.
Malang, Swa News – Hari Raya Idul Adha merupakan momentum bagi umat Islam untuk mengimplementasikan spirit keikhlasan sebagai bukti bahwa seorang hamba benar-benar mengimani perintah Tuhannya.
Semangat berkurban dan melepaskan ego keduniawian kembali mengajak masyarakat merefleksikan makna Idul Adha 1447 H. Ahmad Irawan S.H., M.H., salah satu Anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Malang Raya, menyalurkan dua ekor sapi kurban di wilayah dapilnya, Selasa (27/05/2026).

Penyaluran hewan kurban dilakukan langsung pada pagi hari setelah pelaksanaan salat Idul Adha. Dua sapi dengan bobot lebih dari 800 kilogram itu dipotong di dua titik berbeda agar distribusi daging dapat menjangkau lebih banyak warga. Satu ekor sapi disalurkan di Kecamatan Dau, sementara satu lainnya di Kecamatan Wagir. Daging kurban kemudian dibagikan kepada ratusan kepala keluarga di sekitar lokasi pemotongan.
“Idul Adha bukan sekadar menyembelih hewan. Ini soal melepas ego, mengurangi keterikatan pada hal-hal duniawi, dan menguatkan kepedulian sosial,” ujar Ahmad Irawan kepada jurnalis SwaNews.
Baca juga: Polemik Kurban Sapi Prabowo, Milik Pribadi Apa Pemerintah?
Ia menjelaskan, kurban tahun ini sengaja difokuskan di dua kecamatan, yakni Kecamatan Dau dan Kecamatan Wagir, agar manfaatnya dapat langsung dirasakan konstituen, terutama keluarga kurang mampu, janda, serta anak yatim.
Warga penerima bantuan mengaku bersyukur. “Alhamdulillah, dagingnya langsung dibagikan merata. Ini sangat membantu,” kata Mahrus, salah satu warga penerima.
Pesan Ahmad Irawan di Momentum Iduladha 2026 Masehi
Ahmad Irawan menambahkan, kegiatan kurban rutin dilakukan setiap tahun sebagai bentuk tanggung jawab sosial sekaligus upaya menjaga kedekatan dengan masyarakat. Menurutnya, nilai utama Idul Adha adalah keikhlasan dan kepedulian yang harus terus dijaga, tidak hanya pada momentum hari raya.
Di akhir pernyataannya, Irawan menegaskan bahwa sebagai wakil rakyat, yang dibutuhkan bukan sekadar banyak kata, melainkan tindakan nyata. Ia mengutip pepatah Arab, “Lisanul hal afshahu min lisanil maqol,” yang berarti perbuatan lebih fasih daripada perkataan.
“Talk less, do more,” pungkasnya. (MJL) *

















