Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com
Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.
Malang, Swa News– Amithya Ratnanggani Sirraduhita merupakan putri dari Sri Rahayu, seorang tokoh politik senior PDI Perjuangan. Ibunya adalah Ketua DPRD Kota Malang tahun 1999 dan juga pernah menjadi Anggota DPR RI. Amithya lahir di Malang pada 14 Maret 1989. Saat ini ia menjabat Ketua DPRD Kota Malang untuk periode 2024-2029.

Perjalanan karir politik Amithya aman tanpa hambatan. Pada 2012 ia pernah menjadi tenaga ahli DPR RI. Kemudian 2024 berhasil lolos masuk anggota DPRD mewakili Daerah Pemilihan Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.
Baca juga: Desak Evaluasi Total Program MBG, Ketua DPRD Kota Malang Kritik Sistem Dapur Terpusat
Mengikuti jejak sang ibu, Amithya Ratnanggani berkarier di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan). Kini ia dinilai sebagai anggota parlemen yang merepresentasikan politisi perempuan dan kaum muda.
Sosok Amithya Pernah Jadi Guru SD
Amithya Ratnanggani Sirraduhita menyelesaikan pendidikan Program Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Negeri Malang (UM) selama 3,5 tahun. Mulanya sejalan dengan gelar akademis, ia tertarik terhadap dunia pendidikan. Sehingga, ia juga sempat menjadi guru Sekolah Dasar.
Komitmen Kawal Kepentingan Publik Kota Malang
Selama menjadi anggota DPRD Kota Malang, Sosok Amithya selalu memperkuat fungsinya. Melakukan kolaborasi dengan seluruh kekuatan legislatif dan eksekutif. Guna mengawal berbagai kebijakan yang berorientasi pada kepentingan publik.
Bahkan sejak menjabat Ketua DPRD Kota Malang, ia selalu konsisten memiliki komitmen yang kuat. Menyelaraskan program-program pemerintah daerah (eksekutif) dengan DPRD. Menurutnya, kebijakan yang berdampak maksimal terhadap kepentingan rakyat. Lahir dari pendekatan strategi kolaboratif tersebut.
Selama menjabat pimpinan dewan, sosok Amithya mengutamakan penyelesaian problem perkotaan, pengawalan anggaran yang transparan, dan memastikan fasilitas serta layanan masyarakat Kota Malang berjalan maksimal dan terukur. (RD)
Penulis : Redaksi
Editor : M. Munif


















