Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com
Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.
Jakarta, Swa News– Sejumlah pelaku usaha yang mengaku investor dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari berbagai daerah mengamuk dan meluapkan kemarahan besar di lobi Kantor Badan Gizi Nasional (BGN), Jakarta, Senin (8/6/2026).

Aksi geruduk ini dilakukan guna mempertanyakan keberlanjutan program MBG. Dan juga menuntut pertanggungjawaban pemerintah terkait kejelasan dana operasional yang sudah telanjur berjalan di daerah.
Berdasarkan rekaman video amatir yang viral di media sosial X yang sudah ditonton hingga 1,1 juta kali, pertemuan di lobi kantor BGN tersebut sempat diwarnai ketegangan, adu mulut, hingga aksi saling dorong. Kondisi yang nyaris tidak terkendali memaksa petugas keamanan internal BGN membuat barikade hidup guna melokalisasi massa agar tidak merangsek masuk ke area dalam kantor.
Baca juga : Pelaksanaan MBG untuk Kelompok 3B sedang Digodok Pemkot Batu
Para investor dapur MBG mengaku kecewa berat karena lambatnya respons dari pihak berwenang. Salah satu perwakilan massa dengan nada emosional berteriak menuntut kejelasan nasib modal mereka yang mandek setelah membangun infrastruktur dapur komunal.
“Tujuh bulan teman-teman dari daerah membuat dapur, habis miliaran (rupiah) sampai detik ini! Kalau enggak kami viralkan, tidak didengar. Kami ini bantu pemerintah, bantu Republik Indonesia. Coba dibalik, selama tujuh bulan kawan-kawan dari daerah (menunggu). Kami butuh negara hadir!” teriak salah seorang pria di tengah kerumunan massa.
Alasan Investor dapur MBG Gruduk Kantor BGN
Aksi protes ini dipicu oleh ketidakpastian skema kemitraan yang membuat arus kas (cash flow) para pengusaha lokal di daerah tertekan hebat setelah menggelontorkan dana besar di awal.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Badan Gizi Nasional (BGN) belum memberikan keterangan resmi terkait kelanjutan program ataupun respons atas tuntutan para investor tersebut. (ARD)
Penulis : Ardian F. R
Editor : M. Munif


















