Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com
Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.
Surabaya, Swa News — Remitansi PMI Bank Jatim dan Bank NTT kini menjadi solusi untuk mengatasi kendala klasik yang selama ini membayangi proses pengiriman uang (remitansi) dari luar negeri bagi para Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan keluarganya.
Melalui sinergi layanan remitansi lintas daerah antara PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) dan PT BPD Nusa Tenggara Timur (Bank NTT), alur distribusi dana kiriman pahlawan devisa dipastikan menjadi lebih cepat, murah, aman, serta menjangkau masyarakat hingga ke pelosok desa.
Kesepakatan strategis yang ditandatangani di Surabaya pada Rabu (22/7/2026) tersebut berfokus pada penguatan infrastruktur transaksi lintas batas (cross-border).
Pada tahap awal implementasinya, kedua BPD memprioritaskan dua koridor utama pengiriman uang dengan basis populasi PMI terbesar, yaitu Malaysia dan Hong Kong. Selanjutnya, layanan ini akan dikembangkan secara bertahap ke negara-negara tujuan kerja lainnya.
Remitansi PMI Bank Jatim dan Bank NTT Kurangi Risiko Jalur Nonformal
Selama ini, proses pengiriman dana dari para pekerja migran di luar negeri kepada keluarga mereka di Nusa Tenggara Timur maupun berbagai daerah di Jawa Timur masih menghadapi sejumlah kendala teknis dan keterbatasan akses.
Jaringan perbankan internasional yang belum menjangkau wilayah pedesaan kerap memaksa keluarga penerima menggunakan jasa perantara nonformal. Kondisi tersebut tidak hanya menimbulkan biaya administrasi yang lebih tinggi, tetapi juga membuat proses pencairan dana memakan waktu hingga beberapa hari serta meningkatkan risiko keamanan transaksi.
Hadirnya jaringan Money Transfer Operator (MTO) internasional milik Bank Jatim yang terhubung langsung dengan sistem penerimaan Bank NTT menjadi terobosan baru. Kiriman uang dari pekerja migran di Kuala Lumpur maupun Hong Kong kini dapat diproses secara real-time dan langsung masuk ke rekening Bank NTT milik keluarga di kampung halaman.
Melalui integrasi tersebut, seluruh proses transaksi berlangsung lebih transparan tanpa potongan komisi tersembunyi yang dapat merugikan pekerja migran maupun keluarganya.
Menjaga Daya Beli Masyarakat di Daerah Kantong PMI
Direktur Menengah, Korporasi, dan Kelembagaan Bank Jatim, Arif Suhirman, menjelaskan bahwa kolaborasi ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat daerah, khususnya keluarga PMI yang mengandalkan dana remitansi guna memenuhi kebutuhan sehari-hari, membiayai pendidikan, hingga menjadi modal usaha mikro.
“Kerja sama ini diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap layanan remitansi, khususnya bagi para pekerja migran Indonesia dan keluarganya. Dengan memanfaatkan jaringan MTO yang dimiliki Bank Jatim, proses penerimaan dana dapat dilakukan secara lebih efektif, aman, dan andal melalui jaringan Bank NTT,” tegas Arif.
Dari sisi ekonomi daerah, arus dana remitansi yang masuk secara stabil dari luar negeri memiliki peran penting dalam menjaga daya beli masyarakat di wilayah pedesaan. Proses pencairan dana yang lebih cepat memungkinkan perputaran uang di tingkat lokal tetap terjaga sehingga turut mendorong pertumbuhan sektor riil di daerah asal para pekerja migran.
Percepat Inklusi dan Literasi Keuangan
Selain meningkatkan efisiensi transaksi dan keamanan dana, kerja sama lintas BPD ini juga membawa misi sosial dan ekonomi yang lebih luas, yaitu mempercepat inklusi serta literasi keuangan di daerah-daerah yang menjadi kantong pekerja migran.
Melalui penyaluran dana kiriman luar negeri secara resmi melalui ekosistem perbankan daerah, yakni Bank Jatim dan Bank NTT, masyarakat penerima di wilayah pedesaan diharapkan semakin terdorong untuk memiliki rekening bank (bankable). Langkah tersebut menjadi pintu masuk bagi masyarakat untuk tidak hanya memanfaatkan layanan penarikan tunai, tetapi juga mengenal produk tabungan, perlindungan asuransi, hingga akses pembiayaan produktif yang disediakan oleh bank pembangunan daerah.
Manajemen kedua bank optimistis bahwa remitansi PMI Bank Jatim dan Bank NTT berbasis digital ini tidak hanya menjadi solusi praktis bagi para pekerja migran Indonesia, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam membangun kemandirian ekonomi keluarga PMI secara berkelanjutan di masa depan.


















