Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com
Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.
LUMAJANG, SWA NEWS — Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) kembali dalam status waspada setelah titik api baru terdeteksi di Blok Po’o, lereng Gunung Semeru, pada Senin malam (7/9/2026).
Sebagaimana dilangsir dari laporan Kelumajang, temuan ini terpantau langsung melalui kamera pengawas (CCTV) milik petugas di lapangan, memicu langkah antisipasi cepat guna mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang lebih luas di wilayah konservasi tersebut.
Kemunculan titik api ini menjadi perhatian serius mengingat penanganan karhutla di kawasan lereng Semeru sebelumnya baru saja dinyatakan selesai beberapa hari yang lalu.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang, Isnugroho, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima laporan visual mengenai keberadaan api di titik tersebut. “Iya, ada titik api baru di kawasan TNBTS di Blok Po’o,” ujar Isnugroho saat memberikan keterangan resmi pada Senin malam.
Hingga saat ini, tim gabungan masih melakukan pemantauan intensif untuk memastikan kondisi terkini di lokasi kejadian. Petugas belum dapat memastikan secara rinci mengenai luas area yang terdampak maupun penyebab pasti munculnya api, apakah murni kebakaran baru ataukah sisa bara dari kejadian sebelumnya yang kembali menyala.
BPBD Kabupaten Lumajang bersama instansi terkait terus berkoordinasi untuk mengumpulkan informasi lapangan yang lebih akurat adanya titik api baru di Blok Po’o TNBTS. Pemantauan melalui CCTV menjadi instrumen utama dalam deteksi dini ini agar api tidak berkembang dan merembet ke kawasan hutan lainnya yang memiliki vegetasi kering dan mudah terbakar.


















