Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com
Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.
Batu, Swa News– Pemerintah Kota Batu terus mempersiapkan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi kelompok 3B yang terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan program prioritas Presiden Prabowo Subianto berjalan sesuai standar dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto menegaskan bahwa pelaksanaan MBG untuk kelompok 3B harus dilakukan secara tepat sasaran dengan mengedepankan aspek keamanan pangan serta kualitas layanan gizi.
“Program ini harus kita sukseskan bersama. Namun yang tidak kalah penting adalah memastikan makanan yang diberikan aman, tepat sasaran, dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya ibu hamil, ibu menyusui, dan balita,” ujarnya, Senin (8/6/2026).
Baca juga: Sony Sonjaya Ajukan Jadi Justice Collaborator, Disinyalir Ada Tokoh Besar di Balik Permainan MBG?
Menurut Heli, berbagai persiapan dilakukan melalui Rapat Koordinasi Pemenuhan Minimal Pelayanan MBG untuk Kelompok 3B pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang digelar di Ruang Rapat Utama (Rupatama) Balai Kota Among Tani beberapa waktu lalu.
Rapat tersebut melibatkan sejumlah perangkat daerah terkait, Forkopimcam, kepala puskesmas, hingga perwakilan SPPG dari seluruh wilayah Kota Batu.
“Koordinasi dilakukan untuk menyamakan persepsi sekaligus memastikan kesiapan layanan gizi bagi kelompok penerima manfaat yang membutuhkan penanganan khusus,” tambah Heli.
Ia menjelaskan, Program MBG di Kota Batu tidak hanya difokuskan pada pemenuhan kebutuhan gizi peserta didik. Program nasional tersebut juga diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi bagi daerah melalui keterlibatan petani dan peternak lokal dalam penyediaan bahan pangan.
“Program MBG merupakan kebijakan nasional yang harus didukung bersama dengan tetap mengedepankan kualitas layanan dan keamanan pangan,” jelasnya.
Pemkot Batu Matangkan MBG untuk Kelompok 3B
Heli juga mendorong seluruh pihak untuk memperkuat koordinasi dan pengawasan selama pelaksanaan program, termasuk memastikan pemenuhan persyaratan operasional SPPG serta ketepatan data penerima manfaat.
Dengan dukungan dapur SPPG yang terintegrasi dengan sektor pertanian dan peternakan lokal, serta penerapan standar sanitasi yang memadai, Pemkot Batu optimistis program tersebut dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.
“Kolaborasi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan pengelola SPPG menjadi kunci agar program dapat berjalan optimal,” tegasnya. (SL)
Reporter: Sholeh
Editor: M. Munif


















