Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com
Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.
Jakarta, Swa News – Banyak spekulasi bermunculan di tengah semakin melemahnya nilai tukar rupiah. Konon, Presiden Prabowo Subianto melakukan reshuffle kabinet pada Senin (8/6).
Informasi yang beredar menyebutkan bahwa ekonom senior Muhammad Chatib Basri sempat diisukan akan menempati posisi Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Menurut sumber internal, Presiden Prabowo tengah mempertimbangkan nama Chatib Basri untuk mengisi jabatan Menteri Keuangan di tengah tekanan terhadap nilai tukar rupiah saat ini.

“Senin kemungkinan akan ada reshuffle kabinet. Presiden memang lagi menimbang, salah satunya Pak Chatib Basri menjadi Menteri Keuangan,” katanya, Jumat (6/6/2026).
Baca juga: Jadwal Lengkap Piala Dunia FIFA 2026, Meksiko vs Afrika Selatan Jadi Laga Pembuka
Sekilas tentang Sosok Muhammad Chatib Basri
Muhammad Chatib Basri, kelahiran Jakarta, 22 Agustus 1965, merupakan seorang ekonom, peneliti, dan profesional yang mengajar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia.
Sosok Muhammad Chatib Basri juga kerap menjadi distinguished resource person dan narasumber dalam Harvard Ministerial Leadership Forum, serta pembicara tamu pada program Comparative Tax Policy and Administration, Executive Education Program di Harvard Kennedy School. Ia juga pernah menjabat sebagai Ash Centre Senior Fellow di Harvard Kennedy School pada 2015–2016, Fellow di Centre on Global Transformation, University of California San Diego pada 2016, anggota Governing Board Lee Kuan Yew School of Public Policy, National University of Singapore, Visiting Professor di Australian National University, anggota Climate Overshoot Commission, serta anggota World Bank Advisory Council on Gender and Development.
Ia pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia pada 21 Mei 2013 hingga 20 Oktober 2014. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada 14 Juni 2012 hingga 1 Oktober 2013.
Sosok Muhammad Chatib Basri dikenal sebagai ahli di bidang makroekonomi, perdagangan internasional, dan ekonomi politik. Ia juga pernah mengemban sejumlah posisi strategis, antara lain sebagai Penasehat Khusus Menteri Keuangan Republik Indonesia (2006–2010), Sherpa Indonesia untuk G20 (2008), Deputi Menteri Keuangan untuk G20 (2006–2010), serta anggota Dewan Ekonomi Nasional yang dilantik pada 5 November 2024.
Pendiri CReco Research Institute tersebut juga tercatat sebagai Wakil Ketua Komite Ekonomi Nasional. (RD)
Penulis: Redaksi
Editor: M. Munif

















