Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com
Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.
JAKARTA, Swa News – Nama Said Iqbal kembali menjadi sorotan publik setelah resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh. Penunjukan tersebut menambah daftar panjang perjalanan pria yang selama lebih dari tiga dekade dikenal sebagai salah satu tokoh gerakan buruh paling berpengaruh di Indonesia.
Said Iqbal bukanlah sosok baru dalam dunia ketenagakerjaan. Kiprahnya sebagai aktivis serikat pekerja telah dimulai sejak awal 1990-an dan membawanya menjadi pemimpin berbagai organisasi buruh nasional hingga terjun ke dunia politik melalui Partai Buruh.
Lahir di Jakarta, Berdarah Aceh
Said Iqbal lahir di Jakarta pada 5 Juli 1968. Meski lahir dan besar di ibu kota, ia memiliki akar keluarga dari Aceh. Ayahnya berasal dari Bambi, Kabupaten Pidie, sedangkan ibunya berasal dari Meulaboh, Aceh Barat.
Dalam bidang pendidikan, Said Iqbal menempuh studi di SMA Negeri 51 Jakarta dan lulus pada 1987. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan di Program Studi Teknik Mesin Politeknik Universitas Indonesia. Ia kemudian menyelesaikan pendidikan Sarjana Teknik Mesin di Universitas Jayabaya dan meraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Indonesia.
Awal Perjalanan Menjadi Aktivis Buruh
Perjalanan Said Iqbal sebagai pejuang hak-hak pekerja dimulai pada 1992 ketika bekerja di sebuah perusahaan elektronika di Kabupaten Bekasi.
Saat itu, ia aktif dalam organisasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI). Setelah era reformasi membuka kebebasan pembentukan serikat pekerja independen, Said Iqbal bersama sejumlah tokoh buruh mendirikan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI).
Karier organisasinya terus berkembang hingga dipercaya memimpin berbagai gerakan pekerja nasional. Sejak 2012, ia menjabat sebagai Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia dan menjadi salah satu figur utama dalam berbagai aksi advokasi buruh di Indonesia.
Selama bertahun-tahun, Said Iqbal dikenal vokal memperjuangkan isu kenaikan upah minimum, perlindungan tenaga kerja, jaminan sosial, hingga penolakan terhadap sejumlah regulasi yang dinilai merugikan pekerja.
Raih Penghargaan Tokoh Buruh Dunia
Dedikasinya dalam memperjuangkan hak pekerja juga mendapat pengakuan internasional.
Pada 2013, Said Iqbal memperoleh penghargaan The FNV Febe Elisabeth Velasquez Award, sebuah penghargaan internasional yang diberikan serikat pekerja Belanda, FNV. Penghargaan tersebut diberikan setelah ia menyisihkan ratusan kandidat dari berbagai negara dan dinobatkan sebagai salah satu tokoh buruh terbaik dunia.
Penghargaan itu semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pemimpin gerakan pekerja yang diperhitungkan, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di tingkat global.
Memimpin Partai Buruh
Selain aktif di dunia serikat pekerja, Said Iqbal juga memasuki ranah politik.
Pada 5 Oktober 2021, ia terpilih sebagai Presiden Partai Buruh. Dalam pidato politiknya saat itu, Said Iqbal menegaskan Partai Buruh hadir sebagai wadah perjuangan kaum pekerja, petani, nelayan, dan kelompok masyarakat kecil lainnya.
Partai Buruh kemudian menjadi salah satu kendaraan politik yang digunakan untuk memperjuangkan berbagai agenda ketenagakerjaan melalui jalur legislatif dan kebijakan publik.
Resmi Jadi Penasihat Khusus Presiden
Babak baru perjalanan Said Iqbal dimulai pada Senin, 8 Juni 2026. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantiknya sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh di Istana Negara, Jakarta. Pelantikan tersebut dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 58/P Tahun 2026.
Jabatan yang diemban Said Iqbal memiliki kedudukan setingkat menteri dan bertugas memberikan masukan, analisis, serta rekomendasi kepada Presiden terkait berbagai persoalan ketenagakerjaan dan kesejahteraan pekerja.
Menurut Menteri Sekretaris Negara, penunjukan Said Iqbal didasarkan pada rekam jejak panjangnya dalam memperjuangkan isu perburuhan dan kesejahteraan tenaga kerja di Indonesia.
Ingin Perjuangkan Penghapusan Outsourcing
Usai dilantik, Said Iqbal menyatakan akan fokus pada sejumlah agenda strategis yang menyangkut kesejahteraan pekerja. Salah satu isu yang menjadi perhatian utamanya adalah sistem alih daya atau outsourcing.
Ia menegaskan akan mendorong pembahasan regulasi ketenagakerjaan yang memberikan perlindungan lebih baik bagi pekerja serta memperjuangkan upah layak bagi buruh Indonesia.
Said Iqbal juga mengungkapkan bahwa keputusannya menerima jabatan di lingkungan pemerintahan merupakan hasil diskusi dengan berbagai organisasi buruh. Menurutnya, kehadiran perwakilan pekerja di lingkar pengambilan kebijakan penting agar suara buruh dapat tersampaikan langsung kepada Presiden dan tidak hanya didominasi oleh perspektif kalangan pengusaha.
Dengan rekam jejak panjang sebagai aktivis serikat pekerja, pemimpin organisasi buruh, hingga politisi, sosok aktivis buruh Said Iqbal kini memasuki fase baru sebagai penghubung antara aspirasi pekerja dan pemerintah di tingkat tertinggi. Perjalanan tersebut menjadikannya salah satu tokoh perburuhan paling berpengaruh dalam sejarah Indonesia modern.


















