Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com
Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.
Kota Batu, Swa News – Akses Jalan Hasanudin di Kota Batu resmi ditutup total untuk seluruh jenis kendaraan. Penutupan dilakukan untuk mendukung pelaksanaan proyek preservasi Simpang Empat Patih yang meliputi ruas Jalan Panglima Sudirman, Jalan Trunojoyo, Jalan Indragiri, dan Jalan Hasanudin.
Penutupan yang semula dijadwalkan mulai Selasa (21/7/2026) diundur selama satu hari. Selama masa penundaan tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Batu memaksimalkan persiapan teknis sekaligus menyelesaikan pemasangan rambu pengalihan di sejumlah titik.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batu, Ahmad Supriyanto, membenarkan penutupan total tersebut telah diberlakukan. Menurutnya, Jalan Hasanudin akan ditutup penuh selama 24 jam untuk mendukung kelancaran pekerjaan fisik sekaligus proses pengeringan beton.
“Penutupan sudah berlaku sejak kemarin. Pihak PUPR telah menyelesaikan persiapan teknis dan pemasangan papan petunjuk di beberapa lokasi,” katanya, Kamis (23/7/2026).
Beberapa titik yang telah dipasangi rambu pengalihan di antaranya kawasan Taman Makam Pahlawan (TMP) Jalan Suropati dan Jalan Trunojoyo.
Petugas Dishub juga ditempatkan secara kondisional di titik-titik pengalihan arus untuk membantu mengatur lalu lintas, terutama pada awal masa penutupan guna mengantisipasi kepadatan di jalur alternatif. Ahmad menambahkan, lampu lalu lintas di Simpang Patih tetap beroperasi normal meski Jalan Hasanudin ditutup.
Untuk pengalihan arus, kendaraan roda dua dan roda empat milik warga lokal diarahkan melalui Jalan Mawar dan Jalan Melati yang merupakan jalur permukiman. Sementara itu, bus pariwisata serta kendaraan angkutan barang bertonase besar dilarang melintas di jalur tersebut.
“Dari arah Kota Batu menuju Pujon, kendaraan besar diarahkan belok kanan di TMP Suropati menuju Jalan Imam Bonjol, melewati Perempatan BCA, kemudian melalui Jalan Panglima Sudirman hingga Jalan Trunojoyo,” ujarnya.
Ia mengimbau masyarakat agar berhati-hati, mematuhi rambu lalu lintas, serta mengutamakan keselamatan selama masa pengerjaan proyek. Menurutnya, target penyelesaian pekerjaan masih dapat berubah bergantung pada kondisi cuaca maupun faktor teknis lainnya di lapangan.
“Dengan adanya penundaan jadwal, durasi penutupan akan disesuaikan dengan selesainya pekerjaan,” tegasnya.
Untuk diketahui, Pemerintah Kota Batu menargetkan proyek preservasi Simpang Empat Patih rampung dalam waktu 150 hari kalender. Untuk mengantisipasi keterlambatan, pengawasan terhadap proyek senilai Rp10 miliar tersebut diperketat sejak awal pelaksanaan.
Kepala DPUPR Kota Batu, Esty Dwiastuti, mengatakan berdasarkan hasil evaluasi terakhir, pelaksanaan proyek masih berjalan sesuai rencana. Pengawasan yang dilakukan DPUPR tidak hanya berfokus pada pekerjaan fisik di lapangan, tetapi juga aspek administrasi proyek.
“Tim juga memeriksa dokumen administrasi, laporan harian dan mingguan, serta volume material yang masuk agar sesuai dengan ketentuan dalam kontrak,” katanya.
Menurut Esty, sejumlah potensi hambatan telah dipetakan sejak awal. Di antaranya keberadaan jaringan pipa air dan kabel bawah tanah, keterbatasan area kerja karena berada di kawasan perkotaan, hingga faktor cuaca yang dapat menghambat proses pengeringan beton.
“Setiap kendala yang muncul langsung kami komunikasikan dengan pihak kontraktor supaya tidak berdampak pada target penyelesaian,” jelasnya.
Pewarta : Sholeh
Editor: Imam

















