Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com
Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.
Batu, Swa News– Balai Kota Among Tani dipenuhi semangat pengabdian pada Selasa (14/7/2026). Wali Kota Batu Nurochman bersama Wakil Wali Kota Heli Suyanto secara resmi menerima kedatangan 1.275 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Brawijaya (UB) Tahun 2026.

Kegiatan penerimaan ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Batu Alfi Nurhidayat. Dari pihak kampus hadir Dekan FIA UB Prof. Dr. Hamidah Nayati Utami, para wakil dekan, dosen pembimbing lapangan, serta seluruh peserta KKN Tematik FIA UB.
Baca juga: SD Inovasi Muhammadiyah 1 Trenggalek Putuskan Tak Ikut Program MBG Tahun Ajaran 2026/2027
Pelepasan ini menjadi bukti nyata kuatnya kemitraan antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah. Kehadiran ribuan mahasiswa UB diharapkan mampu menjadi energi baru dalam mendorong percepatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di Kota Batu.
Dalam sambutannya, Wali Kota Nurochman menyampaikan terima kasih kepada FIA Universitas Brawijaya yang kembali memilih Kota Batu sebagai lokasi KKN Tematik.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang kembali diberikan kepada Kota Batu. Semoga KKN Tematik ini menjadi ruang kolaborasi yang menghasilkan gagasan, inovasi, dan solusi nyata bagi kemajuan daerah serta kesejahteraan masyarakat,” ujar Nurochman.
Menurutnya, sinergi antara dunia akademik dan pemerintah daerah adalah modal penting. Kampus membawa riset, ide, dan semangat anak muda. Sementara pemerintah daerah membuka akses, data, dan kebutuhan riil di lapangan. Dari pertemuan inilah diharapkan lahir inovasi yang menjawab tantangan pembangunan.
Nurochman juga berpesan kepada seluruh perangkat daerah, mulai tingkat kota hingga desa, untuk membuka pintu kolaborasi selebar-lebarnya kepada para mahasiswa.
Ia meminta agar mahasiswa tidak hanya menjadi tamu, tetapi benar-benar dilibatkan dalam program kerja. Mulai dari pendampingan UMKM, peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan tata kelola pemerintahan desa, hingga pengembangan potensi wisata dan ekonomi lokal.
“Adik-adik mahasiswa adalah mitra kami. Gunakan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk belajar langsung dari masyarakat. Sekaligus berikan kontribusi nyata melalui program-program pemberdayaan yang berdampak,” pesannya.
Harapan Wali Kota Batu pada Peserta KKN Tematik FIA UB
Wali Kota menekankan, KKN bukan sekadar kewajiban akademik. Ini adalah kesempatan emas bagi mahasiswa untuk memahami kondisi masyarakat dari dekat, dan bagi pemerintah untuk mendapatkan ide-ide segar dari kampus.
Dengan kolaborasi ini, Pemkot Batu menargetkan KKN Tematik FIA UB tidak hanya berhenti sebagai program seremonial. Hasil riset, program kerja, dan rekomendasi dari mahasiswa diharapkan bisa ditindaklanjuti oleh perangkat daerah agar memberi dampak jangka panjang.
“Mari kita jadikan desa-desa di Kota Batu sebagai laboratorium. Tempat menguji ilmu, tempat melahirkan solusi, dan tempat menguatkan semangat gotong royong untuk membangun daerah,” urai Nurochman.
Dekan FIA UB, Prof. Hamidah, menyampaikan bahwa tema KKN tahun ini sengaja diarahkan untuk memperkuat peran mahasiswa dalam pembangunan daerah. Dengan jumlah 1.275 mahasiswa yang tersebar, ia berharap mahasiswa dapat memberikan kontribusi maksimal dan membawa nama baik almamater.
“Kami titipkan anak-anak kami untuk belajar di Kota Batu. Semoga kehadiran mereka bisa membantu pemerintah dan masyarakat, sekaligus menjadi bekal berharga bagi mereka sebelum terjun ke masyarakat luas,” ungkapnya. (SL)
Reporter: Sholeh
Editor: M. Munif


















