Kamis, September 17, 2026
Swa News
No Result
View All Result
  • Login
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini
No Result
View All Result
Swa News
No Result
View All Result
Home Seni dan Budaya

Sulthonul Arifin, Meranggi Keris Demi Menjaga Napas Pusaka Nusantara

Mukhamad MunifbyMukhamad Munif
18/06/2026
in Seni dan Budaya, UMKM
0
0
SHARES
114
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp
Logo SWA Indonesia

Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com

Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.

✨ Jangkauan Nasional ✍️ Personal Branding 🤝 Komunitas Intelektual
Gabung Kolumnis Kirim Naskah Artikel

Malang, Swa News – Di tengah derasnya arus modernisasi yang terus mengubah wajah kehidupan masyarakat, masih ada sosok yang setia menjaga warisan budaya leluhur. Salah satunya adalah Sulthonul Arifin atau yang akrab disapa Mas Arif, seorang perajin warangka dan sandangan pusaka. Mas Arif, Meranggi Keris asal Pasuruan telah mengabdikan hidupnya untuk melestarikan keris dan berbagai pusaka Nusantara.

Meranggi Keris
Sulthonul Arifin, Meranggi Keris di Kota Malang.(13/06/206). (Foto: Swa News/MJL)

Dari sebuah rumah di kawasan Jalan Kavling Potre Koneng, Lowokdoro, Kebonsari, Kota Malang, denting alat pahat dan aroma khas serbuk kayu menjadi bagian dari kesehariannya. Di tempat itulah Arif merawat tradisi yang telah diwariskan keluarganya secara turun-temurun.

Baca JugaArtikel Terkini Lainnya

Koperasi UIN Malang Hanya Umbar Janji, Saksi Penggugat Klaim Tak Pernah Ada Upaya Pengembalian Dana

Koperasi UIN Malang Hanya Umbar Janji, Saksi Penggugat Klaim Tak Pernah Ada Upaya Pengembalian Dana

16/09/2026
Trial Opening Museum Mega Science dan Budaya di Jatim Park 1, Gubernur Jatim: Belajar Sains Harus Menyenangkan

Trial Opening Museum Mega Science dan Budaya di Jatim Park 1, Gubernur Jatim: Belajar Sains Harus Menyenangkan

16/09/2026
Load More

Kecintaannya terhadap dunia keris tumbuh sejak usia 17 tahun. Bahkan, ketertarikannya sudah mulai terbentuk ketika masih duduk di bangku SMP melalui bimbingan sang ayah, yang juga mewarisi keahlian tersebut dari generasi sebelumnya.

Baca juga : Bulu Tangkis, Pilihan Ekonomis Pelepas Penat Usai Bekerja

“Ini memang tradisi keluarga. Saya hanya melanjutkan apa yang sudah diwariskan oleh leluhur,” ujar Arif saat ditemui SwaNews, Selasa (16/6/2026).

Perjalanan panjangnya sebagai meranggi dimulai dari Pasuruan sebelum akhirnya membuka usaha di Pasar Comboran, Kota Malang, pada 1999. Selama dua dekade lebih ia melayani para pecinta pusaka dari berbagai daerah.

Sejak 2019, aktivitas produksinya dipindahkan ke rumah yang kini menjadi bengkel kerja sekaligus tempat menerima pesanan.

Sebagai perajin sandangan pusaka, Arif dituntut memiliki kemampuan yang tidak sederhana. Ia harus memahami bentuk, karakter, hingga filosofi setiap warangka yang dibuat. Tak hanya keris, berbagai jenis pusaka seperti tombak, pedang, hingga kujang pernah ia tangani. Bahkan, beragam jenis warangka senjata tajam juga menjadi bagian dari pekerjaannya.

“Semua jenis pusaka bisa saya garap, begitu juga berbagai jenis warangka senjata tajam,” katanya.

Keahlian Dasar Meranggi Keris

Keahlian dasar seorang meranggi keris tidak lepas dari pemahamannya terhadap bahan baku. Menurut Arif, tidak semua jenis kayu cocok digunakan sebagai warangka pusaka. Setiap kayu memiliki serat, corak, serta tingkat kekuatan yang berbeda. Karena itu, pemilihan bahan menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan kualitas hasil akhir.

Berbagai jenis kayu seperti sono, cendana, mahoni, sawo, hingga jati kerap digunakan sesuai kebutuhan dan karakter pusaka yang akan dibalut.

Bersama dua orang karyawan, Arif mampu menyelesaikan rata-rata lima pesanan setiap hari. Namun jumlah tersebut bisa berubah tergantung tingkat kerumitan ukiran dan detail pengerjaan. Harga yang ditawarkan pun bervariasi, mulai Rp150 ribu hingga Rp1,5 juta. Besaran biaya ditentukan oleh ukuran, jenis kayu, model ukiran, serta aksesoris yang digunakan.

Di balik kesibukannya, Arif dikenal memberikan pelayanan yang nyaris tanpa batas waktu. Ia membuka ruang konsultasi bagi pelanggan selama 24 jam. Tak jarang, pesanan datang ketika sebagian besar orang masih terlelap. “Kadang ada yang datang jam satu pagi, Mas,” tuturnya sambil tersenyum.

Bagi Arif, profesi meranggi keris bukan semata-mata soal mencari penghasilan. Ada tanggung jawab budaya yang ia emban di balik setiap warangka yang dikerjakan. Keris dan pusaka, menurutnya, bukan sekadar benda bersejarah, melainkan simbol identitas bangsa yang menyimpan nilai filosofi, seni, dan perjalanan panjang peradaban Nusantara.

Melalui tangan-tangan pengrajin seperti dirinya, warisan leluhur itu tetap menemukan ruang untuk hidup di tengah zaman yang terus berubah. Saat budaya global semakin mendominasi kehidupan sehari-hari, Arif memilih tetap setia memahat kayu, merangkai warangka, dan menjaga agar napas pusaka Nusantara tak pernah berhenti berdenyut. (MJL)


Penulis : MJL

Editor : M. Munif

Tags: Budaya leluhurMeranggi KerisPusakaWarangka keris
Mukhamad Munif

Mukhamad Munif

Sekretaris Redaksi Swa News Indonesia, sekaligus aktif sebagai Kreator Konten.

Related Posts

Koperasi UIN Malang Hanya Umbar Janji, Saksi Penggugat Klaim Tak Pernah Ada Upaya Pengembalian Dana
Hukum

Koperasi UIN Malang Hanya Umbar Janji, Saksi Penggugat Klaim Tak Pernah Ada Upaya Pengembalian Dana

byMukhamad Munif
16/09/2026
Trial Opening Museum Mega Science dan Budaya di Jatim Park 1, Gubernur Jatim: Belajar Sains Harus Menyenangkan
Ekonomi

Trial Opening Museum Mega Science dan Budaya di Jatim Park 1, Gubernur Jatim: Belajar Sains Harus Menyenangkan

byMukhamad Munif
16/09/2026
Pameran Tunggal Lukisan SBY, Presiden ke-6 Republik Indonesia Tampilkan 77 Karya Bertema Cahaya dan Harapan
Gaya hidup

Pameran Tunggal Lukisan SBY, Presiden ke-6 Republik Indonesia Tampilkan 77 Karya Bertema Cahaya dan Harapan

byMukhamad Munifand1 others
15/09/2026
Suahasil
Ekonomi

Suahasil Nazara Resmi Jabat Menkeu Kabinet Merah Putih Gantikan Purbaya Yudhi Sadewa

byMukhamad Munifand1 others
15/09/2026
Derby Manchester
Bola

Derby Manchester Era Premier League, Haaland Tercatat sebagai Top Skor Sepanjang Masa

byMukhamad Munifand1 others
14/09/2026
Septiawan Adi Prihantono
Gaya hidup

Kompol Septiawan Adi Prihantono Dilantik sebagai Kasat Reskrim Malang Kota Baru

byMukhamad Munifand1 others
13/09/2026
Next Post
Rimzah Zubair

Profil Rimzah Zubair Politisi Gerindra Kota Malang Pembela MBG, Masih Kerabat Ustaz Khalid Basalamah?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 20 Maret 2026 Keputusan Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading Malang

Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 20 Maret 2026 Keputusan Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading Malang

15/03/2026
Jurusan sepi peminat di UPN

Pasti Lulus! Ini 15 Jurusan Sepi Peminat di UPN Jatim SNBT 2026

30/03/2026
Sosok Amithya, Ketua DPRD yang Berani Tolak Program MBG dan Kopdes Merah Putih di Kota Malang

Sosok Amithya, Ketua DPRD yang Berani Tolak Program MBG dan Kopdes Merah Putih di Kota Malang

16/06/2026
Pelabuhan Tarebung Diblokade Penumpang! Ada Dugaan Sistem Lelang Terselubung Penjualan Tiket Kendaraan Roda Empat

Pelabuhan Tarebung Diblokade Penumpang! Ada Dugaan Sistem Lelang Terselubung Penjualan Tiket Kendaraan Roda Empat

15/04/2026
jadwal bus malang blitar

Wajib Tahu! Jadwal Bus Malang Blitar Terlengkap 2026: Lengkap dengan Jam Berangkat dan Pilihan Bus

14/03/2026

EDITOR'S PICK

Gaduh Desakan Cabut Status PSN PIK 2, ini 5 alasan MUI!

Gaduh Desakan Cabut Status PSN PIK 2, ini 5 alasan MUI!

21/12/2024
Pungli di Penyeberangan Pelabuhan Ketapang

Suwito Minta Para Sopir Lapor Jika Masih Ada Pungli di Penyeberangan Pelabuhan Ketapang

08/09/2026
Miftahul Maulana Dinilai Tidak Layak Mendapatkan Gelar “Gus”

Miftahul Maulana Dinilai Tidak Layak Mendapatkan Gelar “Gus”

06/12/2024
Pelecehan Seksual di Bululawang

Kasus Pelecehan Seksual di Bululawang, DPRD Kabupaten Malang Desak Kemenag Bekukan Izin Pesantren

24/06/2026
logo swanews

© 2026 Swa News Indonesia

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Kerjasama & Iklan
  • Karier
  • Kontak & Alamat
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini

© 2026 Swa News Indonesia - Cepat | Mencerahkan

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
© Swa News | Cepat dan Mencerahkan