Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com
Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.
Banyuwangi, Swa News– Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melalui Dinas Pekerjaan Umum, Cipta Karya, Perumahan, dan Permukiman (PUCKPP) menegaskan komitmennya untuk mewujudkan pembangunan yang inklusif dan terintegrasi, khususnya melalui pemeliharaan akses jalan strategis antar wilayah sesuai ketersediaan anggaran (14/07/2026).

Kepala Dinas PUCKPP Kabupaten Banyuwangi, Cahyanto Hendri Wahyudi (CHW) mengatakan pembangunan yang berlangsung di Banyuwangi, terutama terkait pemeliharaan jalan, telah dirancang melalui peta strategi yang terintegrasi, bertahap, dan berkelanjutan.
Meski Kabupaten Banyuwangi turut menghadapi dampak kebijakan efisiensi anggaran akibat pemangkasan transfer dana dari pemerintah pusat ke daerah, sehingga ruang fiskal menjadi lebih terbatas. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi tetap berkomitmen melanjutkan pembangunan serta pemeliharaan jalan dengan menerapkan skala prioritas sesuai ketersediaan anggaran.
CHW menjelaskan, salah satu prioritas pada Tahun Anggaran 2026 adalah pemeliharaan jalan antar wilayah di kecamatan. Salah satunya wilayah Kecamatan Songgon.
“Salah satu prioritas yang akan dilaksanakan secara bertahap adalah pemeliharaan jalan. Pada Tahun Anggaran 2026, prioritas tersebut difokuskan untuk seluruh wilayah kecamatan. Salah satunya Kecamatan Songgon,” ujarnya.
Sejumlah Titik Prioritas Pemeliharaan di Salah Satu Kecamatan Songgon Sesuai Ketersediaan Anggaran
CHW mengungkapkan, alokasi anggaran untuk pemeliharaan jalan di Kecamatan Songgon pada Tahun Anggaran 2026 diperkirakan mencapai lebih dari Rp 2,5 miliar. Anggaran tersebut akan didistribusikan ke sejumlah titik yang menjadi prioritas.
“Untuk alokasi anggaran pemeliharaan jalan di Kecamatan Songgon pada Tahun Anggaran 2026 sebesar lebih dari Rp 2,5 miliar yang akan dialokasikan ke beberapa titik prioritas,” ungkapnya.
Lebih lanjut, CHW menjelaskan bahwa pelaksanaan pemeliharaan jalan akan disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing ruas. Karena itu, metode penanganan yang digunakan tidak akan sama, sebagian menggunakan pavingisasi dan sebagian lainnya menggunakan perkerasan hotmix.
Ia juga menegaskan bahwa program pemeliharaan jalan akan dilaksanakan secara bertahap dengan mengedepankan skala prioritas, berdasarkan tingkat urgensi penanganan serta kemampuan anggaran yang tersedia. (RD)*

















