Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com
Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.
Jakarta, Swa News – Aksi Women’s March Jakarta 2026 digelar pada Sabtu (7/11/2026) dengan mengusung tema “Negara Menindas? Kita Lawan!”.
Aksi yang berlangsung di kawasan Sarinah hingga Bundaran HI, Jakarta Pusat, tersebut digelar pada Sabtu pagi.
Dalam aksi tersebut, sempat terjadi ketegangan antara massa dan aparat kepolisian. Ketegangan ditandai dengan aksi saling dorong ketika peserta mencoba melintas di persimpangan Jalan M.H. Thamrin dan Jalan Kebon Sirih.

Aksi tersebut melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari pemerhati hak perempuan, aktivis hak asasi manusia (HAM), kelompok queer, waria, hingga penyandang disabilitas.
Dalam aksinya, massa menyuarakan sembilan tuntutan utama, yaitu:
- Keadilan ekonomi dan perlindungan sosial.
- Penghentian segala bentuk kekerasan dan diskriminasi.
- Peninjauan terhadap kebijakan tertentu, seperti pajak pembalut.
- Evaluasi program pemerintah, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
- Perlindungan terhadap aktivis HAM dan penolakan terhadap kriminalisasi aktivis.
- Keadilan ekologis.
- Penghapusan Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO).
- Perlindungan kelompok rentan, termasuk komunitas queer, waria, dan penyandang disabilitas.
- Kebebasan sipil dan penghentian militerisme. [M]
Penulis: M. Mudzakir
Editor: Imam A. Hanifah


















