Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com
Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.
JOMBANG — Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Jawa Timur secara resmi meluncurkan program Penguatan Kelembagaan Posyandu yang disertai dengan pemberian Bahan Makanan Tambahan (PMT) bagi balita di Kabupaten Jombang. Sebagaimana dilangsir dari laporan resmi DPMD Jawa Timur, kegiatan yang dipusatkan di Wisata Desa Sumber Celeng, Desa Bulurejo, Kecamatan Diwek ini bertujuan untuk memperkuat deteksi dini tumbuh kembang anak melalui optimalisasi peran kader posyandu di perdesaan.
Kepala DPMD Provinsi Jawa Timur, Budi Sarwoto, menegaskan bahwa keberhasilan penanganan stunting sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah desa dan lembaga kemasyarakatan. “Pencegahan stunting tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Penguatan kelembagaan Posyandu dan pemberdayaan kader adalah kunci utama agar deteksi dini tumbuh kembang anak di desa bisa berjalan optimal. Melalui dukungan bahan pangan bergizi dan peningkatan kapasitas kader, kita ingin memastikan setiap desa di Jawa Timur mampu membangun ketahanan kesehatan keluarga secara mandiri,” ujar Budi dalam keterangannya, Kamis (5/11/2026).
Senada dengan hal tersebut, Ketua Tim Penggerak Posyandu Provinsi Jawa Timur, Arumi Bachsin Emil Dardak, menekankan pentingnya pola asuh dan pemenuhan gizi yang konsisten. Arumi mengingatkan bahwa kolaborasi antara keluarga, kader, dan pemerintah desa adalah fondasi utama dalam mencetak generasi emas. “Mari kita biasakan anak memperoleh makanan bergizi, memantau pertumbuhan secara rutin di posyandu, serta berkonsultasi kepada tenaga kesehatan apabila ditemukan permasalahan pertumbuhan maupun perkembangan,” tuturnya di hadapan para kader dan orang tua.
Dalam intervensi ini, Pemprov Jatim menyalurkan paket PMT yang terdiri dari beras 5 kg, telur ayam 1 kg, susu cair 2 liter, kacang hijau 500 gram, gula 1 kg, dan minyak goreng 1 liter. Bantuan ini menyasar 30 kabupaten/kota dengan prevalensi stunting tertinggi berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024. Kabupaten Jombang sendiri menjadi prioritas karena masih mencatatkan angka prevalensi stunting sebesar 17,3 persen, sehingga memerlukan langkah penanganan yang lebih intensif dan berkelanjutan.


















