Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com
Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.
Malang, Swa News– Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang, Budiar menyampaikan apresiasi kepada PT. BPR Artha Kanjuruhan atas tumbuhnya kinerjanya dalam pemulihan ekonomi daerah.
Hal itu ia sampaikan saat menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT. BPR Artha Kanjuruhan Tahun Buku 2025 di Ruang Lotus Cemara Function Hall Singosari, Jumat (12/6/2026).

RUPS itu dipimpin Direktur Utama PT. BPR Artha Kanjuruhan, PY Santoso, hadir pula Direktur Operasional, Agung Darianto dan jajaran direksi serta Kepala OPD Pemkab Malang.
Budiar menegaskan, BPR Artha Kanjuruhan harus terus-menerus memperkenalkan diri kepada masyarakat agar semakin dikenal masyarakat luas. Selain itu, BPR tersebut diharapkan dapat terus berinovasi.
Baca juga: Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Malang Apresiasi Pelaksanaan SPMB di SDN Kebonsari 2 Malang
”Kita tahu bahwa perjalanan BPR Artha Kanjuruhan ini naik turun. Kemarin pada awal covid tahun 2019. Harapan besar Pemkab Malang, kami bebankan kepada Direktur Utama bersama tim, dapat memajukan BPR Artha Kanjuruhan,” katanya.
Di tahun 2026, BPR Artha Kanjuruhan mendapatkan penyertaan modal tambahan sebesar Rp 3,5 Miliar. Dengan modal tersebut, artinya, PT BPR Artha Kanjuruhan juga harus tetap eksis. Serta mampu bertumbuh dan berkembang dengan lebih baik lagi.
”Tadi kita kritisi habis-habisan. Tentunya kritisi yang membangun. Targetnya tahun depan ada laba, tidak rugi lagi. Meski pastinya masih ada utang piutang,” ujar Budiar.
Sekda Malang Evaluasi PT BPR Artha Kanjuruhan
Budiar menyampaikan, RUPS Tahunan tersebut membahas beberapa agenda. Diantaranya, Evaluasi Tata Kelola Perusahaan (GCG). Yaitu penilaian penerapan manajemen risiko serta kepatuhan terhadap regulasi perbankan yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Kemudian, penyampaian laporan keuangan dan kinerja, evaluasi pencapaian target bisnis, penyaluran kredit, penghimpunan dana pihak ketiga
Dibahas pula Pengesahan Laporan Tahunan: Persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP). Serta penetapan arah kebijakan operasional perseroan. Juga dibahas langkah strategis dalam menjaga rasio keuangan agar tetap sehat.
”RUPS ini adalah momen strategis perusahaan dalam mengevaluasi kinerja keuangan serta memperkuat tata kelola yang baik dan berkelanjutan. Terlebih, Direksi BPR yang dinobatkan sebagai peraih TOP BUMD Award,” tegasnya. (SL)
Penulis : Sholeh
Editor : M. Munif


















