Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com
Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.
Malang, Swa News – Memperingati Hari Sungai Nasional yang diperingati setiap 27 Juli, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Malang Berwarna menggelar Gerakan Sekolah Sungai bersama warga di SDN Kidul Dalem 1, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Minggu (26/7/2026).

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga sungai sebagai sumber kehidupan. Para peserta diajak mengenal ekosistem sungai, mempraktikkan pemilahan sampah, hingga berdiskusi mengenai berbagai solusi untuk mengurangi pencemaran lingkungan.
Koordinator LSM Malang Berwarna, Riliansyah, mengatakan Sekolah Sungai tidak hanya memberikan edukasi secara teori, tetapi juga mengajak masyarakat terlibat langsung dalam aksi pelestarian sungai.
“Sekolah Sungai bukan sekadar belajar teori, tetapi langsung praktik di lapangan. Kami ingin warga merasakan bahwa sungai adalah ruang hidup yang harus dijaga bersama,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, LSM Malang Berwarna berharap kepedulian masyarakat terhadap kelestarian sungai semakin meningkat dan menjadi bagian dari budaya hidup sehari-hari.
“Sungai bukan tempat sampah, melainkan sumber kehidupan. Melestarikan sungai berarti merawat kehidupan. Namun, kondisi sungai saat ini cukup memprihatinkan. Yang mengalir bukan hanya air, tetapi juga sampah, bahkan terkadang kasur ikut hanyut,” tambahnya.
Gerakan Sekolah Sungai Diharapkan Dongkrak Ekonomi Warga
Riliansyah menambahkan, konsep Sekolah Sungai ke depan diharapkan dapat terintegrasi dengan kawasan wisata Kayutangan Heritage. Sinergi tersebut diyakini mampu memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan pelaku UMKM di kawasan Kidul Dalem.
“Konsep Sekolah Sungai hadir untuk mendampingi Pokmas Kidul Dalem. Gerakan ini diawali dengan agenda Lestari Sungai. Harapannya, wisata Kayutangan Heritage dapat kami hubungkan dengan kawasan sungai di Kidul Dalem sehingga tercipta sinergi. Dampaknya tentu akan mendorong peningkatan ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Ketua Komisi C DPRD Kota Malang, Muhammad Anas Muttaqin. Ia mengapresiasi inisiatif LSM Malang Berwarna dalam menggagas Gerakan Sekolah Sungai.
Menurutnya, isu lingkungan harus menjadi perhatian bersama karena menyangkut masa depan generasi mendatang.
“Kami di Komisi C memang fokus pada persoalan lingkungan, ruang terbuka hijau, sampah, dan berbagai isu lainnya. Berbicara tentang lingkungan berarti berbicara tentang masa depan. Ini akan menjadi warisan bagi anak cucu kita. Jika kita tidak mulai peduli hari ini, maka kita hanya tinggal menunggu dampaknya. Alam akan bereaksi sesuai dengan perilaku manusia,” katanya.
Anas juga mengapresiasi langkah LSM Malang Berwarna yang bergerak tanpa harus menunggu pemerintah. Menurutnya, upaya pelestarian sungai akan lebih optimal apabila seluruh pihak dapat bersinergi.
“Kami akan mendorong pemerintah agar dapat berjalan bersama dalam menangani persoalan sungai sehingga program ini berkembang lebih besar dan manfaatnya semakin luas,” ujarnya.
Ia menilai selama ini masih banyak masyarakat yang memiliki cara pandang keliru terhadap sungai. Perspektif tersebut harus diubah agar sungai tidak lagi diposisikan sebagai bagian belakang permukiman, melainkan menjadi ruang publik yang bernilai.
“Selama ini kita memiliki perspektif yang keliru, yaitu melihat sungai dari punggung, seolah-olah memunggunginya. Ke depan, cara pandang itu harus diubah. Kita harus melihat sungai dari beranda depan, bukan dari belakang rumah. Dengan begitu akan muncul nilai-nilai baru yang bisa dimanfaatkan bagi masyarakat,” pungkasnya. (MJL)
Peliput: MJL
Editor: M. Munif

















