Jumat, Juni 19, 2026
Swa News
No Result
View All Result
  • Login
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini
No Result
View All Result
Swa News
No Result
View All Result
Home Pendidikan

Pendidikan Kontekstual Sebagai Jalan Partisipasi Semesta, Dari Ruang Kelas Menuju Realitas

redaksi swanews by redaksi swanews
03/05/2026
in Kolom, Pendidikan
0
0
SHARES
113
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp
Logo SWA Indonesia

Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com

Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.

✨ Jangkauan Nasional ✍️ Personal Branding 🤝 Komunitas Intelektual
Gabung Kolumnis Kirim Naskah Artikel

Dari Ruang Kelas Menuju Realitas: Pendidikan Kontekstual Sebagai Jalan Partisipasi Semesta

Oleh: Feri Yatmiko

 

Pendidikan sejak lama dipercaya sebagai tangga perubahan nasib. Ia tidak hanya menjanjikan pengetahuan, tetapi juga harapan: bahwa melalui pendidikan, seseorang dapat keluar dari keterbatasan menuju kehidupan yang lebih layak. Dalam narasi besar bangsa, pendidikan ditempatkan sebagai fondasi utama untuk mewujudkan kesejahteraan yang merata. Namun realitas hari ini menunjukkan sebuah paradoks yang sulit diabaikan.

Baca JugaArtikel Terkini Lainnya

Sulthonul Arifin, Meranggi Keris Demi Menjaga Napas Pusaka Nusantara

Sulthonul Arifin, Meranggi Keris Demi Menjaga Napas Pusaka Nusantara

18/06/2026
KPRI UIN Maliki Malang Tiga Kali Mangkir! Pengacara Penggugat Minta Langsung Sidang Pembuktian

KPRI UIN Maliki Malang Tiga Kali Mangkir! Pengacara Penggugat Minta Langsung Sidang Pembuktian

18/06/2026
Load More

Pendidikan kontekstual

Ditengah masyarakat, khususnya kalangan menengah ke bawah, kepercayaan terhadap pendidikan mulai retak. Banyak yang menyaksikan bahwa pendidikan tinggi tidak selalu berbanding lurus dengan kesejahteraan ekonomi. Sementara itu, disisi lain, mereka yang menempuh jalur usaha meskipun tanpa pendidikan tinggi justru mampu bertahan dan berkembang. Fenomena ini bukan sekadar anomali, melainkan sinyal adanya keterputusan mendasar antara pendidikan dan realitas kehidupan.

Secara moral, pendidikan seharusnya menjadi alat pembebasan. Ia tidak cukup hanya mencerdaskan, tetapi juga harus memampukan manusia untuk hidup secara layak dan mandiri. Namun dalam praktiknya, pendidikan sering kali terjebak dalam rutinitas administratif, kurikulum diselesaikan, ujian dilaksanakan, ijazah diberikan sementara keberdayaan yang secara nyata tidak selalu tercapai.

Baca juga: SPMB SMP Kota Malang Jalur Domisili 2026 Dibuka 8 Juni, Siswa Bisa Pilih 3 Sekolah

Data menunjukkan bahwa persoalan ini bersifat struktural. Badan Pusat Statistik (BPS) 2025/2026 menjelaskan adanya angka pengangguran terbuka dari lulusan Perguruan Tinggi yang disebut sebagai “Pengangguran Terdidik” BPS sendiri mencatat bahwa lebih dari satu juta orang lulusan perguruan tinggi di Indonesia masih berada dalam kondisi tidak bekerja atau sebagai pengangguran. Fakta ini menunjukkan sebuah realitas yang tidak hanya sekadar angka, melainkan sebuah cerminan bahwa pendidikan di Indonesia belum sepenuhnya terhubung dengan kebutuhan ekonomi atau kesejahteraan masyarakat.

Disinilah letak persoalan utama dari sebuah pendidikan yang terlalu lama berdiri di menara pengetahuan, sementara kehidupan nyata bergerak dalam realitas yang berbeda. Kurikulum yang diajarkan sering kali bersifat teoritis dan kurang kontekstual. Peserta didik memahami konsep, tetapi tidak cukup dilatih untuk membaca peluang, mengelola risiko, atau menciptakan nilai ekonomi.

Dalam konteks nyata, fenomena menjamurnya warung kelontong berbasis komunitas yang kerap dikenal sebagai “warung Madura” dapat menjadi contoh konkret. Usaha ini tumbuh bukan dari ruang kelas, melainkan dari pengalaman langsung, jaringan sosial, dan kemampuan membaca kebutuhan pasar secara cepat. Dengan jam operasional panjang, sistem kepercayaan antar anggota, serta efisiensi biaya, model usaha ini mampu bertahan bahkan di tengah ekspansi ritel modern. Fenomena ini menunjukkan bahwa keberhasilan ekonomi tidak selalu ditentukan oleh tinggi rendahnya pendidikan formal, melainkan oleh relevansi pengetahuan terhadap realitas.

Dititik inilah sebenarnya pendidikan seharusnya belajar bahwa kemampuan adaptif, keberanian mengambil peluang, dan keterampilan praktis adalah bagian penting dari proses pembelajaran yang selama ini belum sepenuhnya terakomodasi. Ironisnya, dua dunia ini berjalan tanpa jembatan yang kokoh. Pendidikan tidak cukup belajar dari realitas, dan realitas tidak cukup disentuh oleh pendidikan. Dari sinilah muncul kebutuhan akan paradigma baru yaitu “Pendidikan Kontekstual” Sebuah pendekatan yang tidak memisahkan antara belajar dan kehidupan, antara teori dan praktik, antara sekolah dan masyarakat. Pendidikan tidak harus menjadikan semua orang wirausaha, tetapi harus memastikan bahwa setiap individu wajib memiliki kapasitas untuk berkembang secara ekonomi, apa pun profesinya.

Namun perubahan ini tidak mungkin hanya terjadi secara parsial. Konsep partisipasi semesta harus menemukan maknanya disini. Pemerintah tidak cukup hanya menyediakan anggaran, tetapi harus memastikan arah pendidikan yang relevan dan berkeadilan. Lembaga pendidikan tidak cukup hanya mengajar, tetapi harus bertransformasi menjadi ruang pembelajaran yang hidup dan terhubung dengan realitas. Dunia usaha tidak cukup hanya menyerap tenaga kerja, tetapi harus menjadi mitra aktif dalam proses pendidikan. Masyarakat tidak boleh hanya menjadi penerima, tetapi juga harus aktif ikut membangun kesadaran bahwa pendidikan adalah proses pemberdayaan, bukan sekadar formalitas. Tanpa keterlibatan semua pihak, pendidikan akan terus menjadi ruang ideal yang jauh dari kenyataan.

Pendidikan kontekstual Proyek Peradaban

Pendidikan tetaplah menjadi puluang dan kesempatan emas, bagi mereka yang mampu menjadikannya bermakna. Jika pendidikan gagal melahirkan keberdayaan, maka ia bukan lagi alat pembebasan, melainkan sekadar perpanjangan harapan yang tertunda. Mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua bukanlah sekadar agenda kebijakan, melainkan proyek peradaban. Pendidikan harus bisa mengubah cara pandang, menyatukan pengetahuan dengan kehidupan, serta menghadirkan pendidikan yang benar-benar membumi.

Pada akhirnya, pendidikan tidak boleh berhenti pada ijazah. Ia harus berlanjut menjadi sebuah daya, daya untuk hidup, daya untuk berkembang, dan daya untuk mengubah nasib. Hanya melalui partisipasi semesta (Pemerintah, Masyarakat, dan Peserta didik) harapan itu dapat benar-benar menjadi kenyataan. Untuk itu diperlukan langka yang serius untuk merubah dan merombak pola-pola serta paradigma lama.


Feri Yatmiko

Tags: HardiknasHari pendidikan nasionalPendidikan kontekstual
redaksi swanews

redaksi swanews

Swa News adalah media terpercaya yang menyajikan informasi cepat dan tepat.

Related Posts

Sulthonul Arifin, Meranggi Keris Demi Menjaga Napas Pusaka Nusantara
Seni dan Budaya

Sulthonul Arifin, Meranggi Keris Demi Menjaga Napas Pusaka Nusantara

by Mukhamad Munif
18/06/2026
KPRI UIN Maliki Malang Tiga Kali Mangkir! Pengacara Penggugat Minta Langsung Sidang Pembuktian
Kriminal

KPRI UIN Maliki Malang Tiga Kali Mangkir! Pengacara Penggugat Minta Langsung Sidang Pembuktian

by Mukhamad Munif
18/06/2026
SMA Swasta favorit di Kota Malang
Pendidikan

10 SMA Swasta Favorit di Kota Malang 2026, Lengkap dengan Alamat dan Fasilitasnya

by Imam Hanifah
17/06/2026
Sesuai Harapan, Registrasi Ulang SPMB SDN Kebonsari 2 Rampung dalam Sehari
Pendidikan

Sesuai Harapan, Registrasi Ulang SPMB SDN Kebonsari 2 Rampung dalam Sehari

by Mukhamad Munif
14/06/2026
Dewan Pers Godok Perlindungan Karya Jurnalistik dalam RUU Hak Cipta, Soroti Pemanfaatan AI dan Platform Digital
Pendidikan

Dewan Pers Godok Perlindungan Karya Jurnalistik dalam RUU Hak Cipta, Soroti Pemanfaatan AI dan Platform Digital

by Mukhamad Munif
13/06/2026
Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Malang Apresiasi Pelaksanaan SPMB di SDN Kebonsari 2 Malang
Pendidikan

Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Malang Apresiasi Pelaksanaan SPMB di SDN Kebonsari 2 Malang

by Mukhamad Munif
12/06/2026
Next Post
Rencana Demonstrasi Turunkan Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi Ditolak Warga

Rencana Demonstrasi Turunkan Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi Ditolak Warga

POPULAR NEWS

Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 20 Maret 2026 Keputusan Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading Malang

Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 20 Maret 2026 Keputusan Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading Malang

15/03/2026
Jurusan sepi peminat di UPN

Pasti Lulus! Ini 15 Jurusan Sepi Peminat di UPN Jatim SNBT 2026

30/03/2026
Pelabuhan Tarebung Diblokade Penumpang! Ada Dugaan Sistem Lelang Terselubung Penjualan Tiket Kendaraan Roda Empat

Pelabuhan Tarebung Diblokade Penumpang! Ada Dugaan Sistem Lelang Terselubung Penjualan Tiket Kendaraan Roda Empat

15/04/2026
Kontroversi Zainal Habib: Menag Tegas Tolak Pelecehan, Rektor UIN Malang Tetap Angkat Plt WR AUPK, Tuai Kritik Dosen Hingga Mahasiswa

Kontroversi Zainal Habib: Menag Tegas Tolak Pelecehan, Rektor UIN Malang Tetap Angkat Plt WR AUPK, Tuai Kritik Dosen Hingga Mahasiswa

14/11/2025
Sosok Amithya, Ketua DPRD yang Berani Tolak Program MBG dan Kopdes Merah Putih di Kota Malang

Sosok Amithya, Ketua DPRD yang Berani Tolak Program MBG dan Kopdes Merah Putih di Kota Malang

16/06/2026

EDITOR'S PICK

Anti-klimaks! Hasto Tidak Ditahan Setelah 3,5 Jam Pemeriksaan KPK, Apa Takut Ancaman?

Anti-klimaks! Hasto Tidak Ditahan Setelah 3,5 Jam Pemeriksaan KPK, Apa Takut Ancaman?

13/01/2025
Jurusan sepi peminat di UNAIR

Pasti Lulus! Ini 15 Jurusan Sepi Peminat di Unair untuk SNBT 2026

30/03/2026
Rakyat: Adili Jokowi! Presiden: Hidup Jokowi! Prabowo Presiden Rakyat atau Petugas Jokowi?

Rakyat: Adili Jokowi! Presiden: Hidup Jokowi! Prabowo Presiden Rakyat atau Petugas Jokowi?

16/02/2025
Penemuan Ladang Ganja di Bromo, Netizen Curiga Ada Oknum Terlibat?

Penemuan Ladang Ganja di Bromo, Netizen Curiga Ada Oknum Terlibat?

20/03/2025
logo swanews

© 2026 Swa News Indonesia

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Kerjasama & Iklan
  • Karier
  • Kontak & Alamat
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini

© 2026 Swa News Indonesia - Cepat | Mencerahkan

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
© Swa News | Cepat dan Mencerahkan