Selasa, Oktober 27, 2026
Swa News
No Result
View All Result
  • Login
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini
No Result
View All Result
Swa News
No Result
View All Result
Home Kolom

Antara Keras dan Kejam: Salah Paham yang Melahirkan Krisis Moral di Sekolah

redaksi swanewsbyredaksi swanews
22/04/2026
in Kolom
0
0
SHARES
123
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp
Logo SWA Indonesia

Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com

Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.

✨ Jangkauan Nasional ✍️ Personal Branding 🤝 Komunitas Intelektual
Gabung Kolumnis Kirim Naskah Artikel

Antara Keras dan Kejam: Salah Paham yang Melahirkan Krisis Moral di Sekolah

Oleh : Feri Jatmiko

 

Nasib Bu. Atun yang menjadi salah satu guru yang saat ini viral di daerah Purwakarta, Jawa Barat. Bu. Atun adalah sosok pendidik yang justru menjadi korban perundungan oleh anak didiknya sendiri, sebuah pemandangan yang miris, sekaligus tamparan keras bagi wajah pendidikan kita. Apa yang terjadi bukan sekadar insiden tunggal yang terjadi sekali, melainkan gejala yang selalu berulang dan kian sering muncul ke permukaan. Inilah potret nyata sebuah dekadensi moral yang perlahan menggerogoti ruang yang seharusnya menjadi tempat pembentukan akhlak dan intelektual.

Baca JugaArtikel Terkini Lainnya

Homeless Media, Karhutla, dan Suara Publik yang Tak Boleh Dibungkam

Homeless Media, Karhutla, dan Suara Publik yang Tak Boleh Dibungkam

25/10/2026
Kolonialisasi Islam

[De] Kolonialisasi Islam

11/10/2026
Load More

Keras dan Kejam

Fenomena ini menimbulkan banyak pertanyaan mendasar: siapakah yang salah, dan dimanakah yang kita perlu benahi? Mengapa dunia pendidikan tidak lagi menjadi ruang revolusi kesadaran, dan justru kerap menjadi panggung krisis nilai? Peran guru dan wali murid dalam hal ini bisa menjadi ujung tombak yang tak bisa ditawar. Disaat yang sama, pemerintah pun perlu juga bercermin, bahwa dalam mendefinisikan ulang sistem pendidikan, ada sebuah batas tipis yang kerap disalahpahami: antara “keras” dan “kejam.”

Kita harus tegas menolak kekejaman, tetapi tidak serta-merta alergi terhadap ketegasan atau bahkan bentuk-bentuk kekerasan yang terukur dan bertujuan mendidik. Kekejaman adalah buah dari amarah yang membakar tanpa arah, sementara kekerasan dalam batas tertentu, bisa lahir dari sebuah cinta yang ingin membersihkan dan memperbaiki.

Baca juga: BALADA ADI PODEI DAN ADI RASA

Bayangkan ketika kita memiliki barang yang kita cintai, seperti kasur atau karpet, lalu ia kotor. Apa yang akan kita lakukan? Kita mesti mencucinya, menjemur di bawah terik matahari, dan bahkan memukulnya agar debu yang melekat luruh dan luntur. Apakah itu bentuk kekerasan? Jawabannya iya. Namun, apakah itu kekejaman? Tentu saja tidak. Justru di situlah wujud kepedulian dan kasih sayang bekerja.

Dalam konteks pendidikan, murid dapat dianalogikan dengan berbagai kondisi tersebut. Ada yang cukup disentuh dengan kelembutan, seperti meja berdebu yang cukup dengan dilap. Ada yang perlu dibersihkan dengan disiplin seperti lantai yang disapu dan dipel. Namun, ada pula yang membutuhkan penanganan lebih keras seperti karpet atau kasur yang harus “dipukul” agar benar-benar bersih dari kotoran yang mengendap. Persoalannya, hari ini kita cenderung menolak diferensiasi pendekatan itu. Kita lebih memilih “nyanyian nina bobok” yang menidurkan, membiarkan kesalahan tumbuh tanpa koreksi, hingga akhirnya menjadi kebiasaan yang sulit diubah.

Bu atun- Purwakarta. Sumber foto:kalderanews

Di sinilah letak kegagalan kolektif kita: ketika pendidikan kehilangan keberanian untuk bersikap tegas dan keras, dan ketika kasih sayang disalah artikan sebagai pembiaran. Padahal, pendidikan sejatinya adalah perpaduan antara empati dan ketegasan, antara kelembutan dan keberanian untuk meluruskan. Sudah saatnya seluruh elemen mulai pemerintah, lembaga pendidikan, guru, orang tua, hingga masyarakat luas memiliki kesadaran yang sama. Bahwa membangun generasi tidak cukup hanya dengan kenyamanan, tetapi juga dengan ketegasan yang berlandaskan nilai.

Pendidikan bukan sekadar ruang transfer ilmu, melainkan medan pembentukan karakter yang membutuhkan keberanian untuk bertindak, bukan sekadar menghindari risiko. Jika tidak, maka kasus seperti yang dialami Bu. Atun akan terus berulang, dan menjadi luka yang dinormalisasi, dan perlahan mengikis makna pendidikan itu sendiri.


Feri Jatmiko

Tags: Bu atunFeri JatmikoKasus viralPurwakarta
redaksi swanews

redaksi swanews

Swa News adalah media terpercaya yang menyajikan informasi cepat dan tepat.

Related Posts

Homeless Media, Karhutla, dan Suara Publik yang Tak Boleh Dibungkam
Kolom

Homeless Media, Karhutla, dan Suara Publik yang Tak Boleh Dibungkam

byMukhamad Munif
25/10/2026
Kolonialisasi Islam
Kolom

[De] Kolonialisasi Islam

bySelamet Castur
11/10/2026
Perempuan Penjaga Demokrasi
Opini

Menguak Realitas Peran Perempuan Penjaga Demokrasi

byMelpi M. Marpaung
09/10/2026
Cak Munir
Kolom

Kenduri untuk Cak Munir

bySelamet Castur
09/09/2026
Islam Ala Prabowo
Kolom

Peneguhan Politik Identitas Ala Islam Ala Prabowo

bySelamet Castur
06/09/2026
SMA Muhammadiyah 4 Gayam Persoalkan Juara Karnaval Unik, Juri Dinilai tak Kompeten dan Langgar Juknis
Jawa Timur

SMA Muhammadiyah 4 Gayam Persoalkan Juara Karnaval Unik, Juri Dinilai tak Kompeten dan Langgar Juknis

byMukhamad Munif
01/09/2026
Next Post
Relokasi Pasar Induk Gadang Dikebut, Pedagang Apresiasi Meski Bayang Trauma Masih Ada

Relokasi Pasar Induk Gadang Dikebut, Pedagang Apresiasi Meski Bayang Trauma Masih Ada

POPULAR NEWS

Jurusan sepi peminat di UPN

Pasti Lulus! Ini 15 Jurusan Sepi Peminat di UPN Jatim SNBT 2026

30/03/2026
Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 20 Maret 2026 Keputusan Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading Malang

Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 20 Maret 2026 Keputusan Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading Malang

15/03/2026
Kontroversi Zainal Habib: Menag Tegas Tolak Pelecehan, Rektor UIN Malang Tetap Angkat Plt WR AUPK, Tuai Kritik Dosen Hingga Mahasiswa

Kontroversi Zainal Habib: Menag Tegas Tolak Pelecehan, Rektor UIN Malang Tetap Angkat Plt WR AUPK, Tuai Kritik Dosen Hingga Mahasiswa

14/11/2025
jadwal bus malang blitar

Wajib Tahu! Jadwal Bus Malang Blitar Terlengkap 2026: Lengkap dengan Jam Berangkat dan Pilihan Bus

14/03/2026
Sosok Amithya, Ketua DPRD yang Berani Tolak Program MBG dan Kopdes Merah Putih di Kota Malang

Sosok Amithya, Ketua DPRD yang Berani Tolak Program MBG dan Kopdes Merah Putih di Kota Malang

16/06/2026

EDITOR'S PICK

Namanya Masuk Tokoh Kejahatan Terorganisir dan Korupsi Dunia 2024, Jokowi Nantang Pembuktian!

Namanya Masuk Tokoh Kejahatan Terorganisir dan Korupsi Dunia 2024, Jokowi Nantang Pembuktian!

02/01/2025
Mahasiswa Vokasi Universitas Brawijaya

Mahasiswa Vokasi Universitas Brawijaya Sabet Juara 2 Hackathon Internasional Lewat Inovasi AgentEco

19/10/2026
Melemahnya Nilai Tukar Rupiah Bayangi Target Ekonomi 2027, Ekonom: Perlu Penguatan Dana Non-Dolar

Melemahnya Nilai Tukar Rupiah Bayangi Target Ekonomi 2027, Ekonom: Perlu Penguatan Dana Non-Dolar

22/05/2026
Darurat Karhutla

‎Siaga Darurat Karhutla, Kapolres Batu Pimpin Apel Gabungan dan Kerahkan Water Bombing di Gunung Kawinajang

15/09/2026
logo swanews

© 2026 Swa News Indonesia

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Kerjasama & Iklan
  • Karier
  • Kontak & Alamat
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini

© 2026 Swa News Indonesia - Cepat | Mencerahkan

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
© Swa News | Cepat dan Mencerahkan