Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com
Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.
Banyuwangi, Swa News– Pemkab Banyuwangi terus berkomitmen untuk menjadikan rehabilitasi gedung sekolah sebagai program prioritas. Di tengah efisiensi anggaran, Pemkab Banyuwangi memperbaiki 134 sekolah yang tersebar di berbagai desa.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan, di tahun 2026, pihaknya melakukan pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur pendidikan di 134 SD SMP. Pembangunan dan rehabilitasi meliputi ruang kelas, ruang guru, perpustakaan dan sejumlah infrastruktur pendukung lainnya.
”Pembangunan infrastruktur sekolah terus dilakukan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan masing masing sekolah. Harapan kami, pembangunan ini bisa meningkatkan kenyamanan dan kualitas belajar mengajar di sekolah,” katanya dilansir dari laman resmi Pemkab Banyuwangi, Minggu (24/5).
Baca juga: KPRI UIN Maliki Malang Mangkir Sidang Perdana Skandal Perumahan Fiktif di PN Kepanjen
Selain menggunakan APBD, Ipuk menyampaikan, Pemkab Banyuwangi juga menggandeng pihak swasta dengan memanfaatkan dana Corporate Social Responsibility (CSR). Atau Tanggung Jawab Sosial Perusahaan untuk mendukung pembangunan dan renovasi sekolah.
”Ini adalah upaya untuk perluasan peningkatan kualitas pendidikan agar lebih merata. Salah satunya seperti di SDN 3 Pesanggaran,” ujarnya.
Ia menyebutkan, ada dua sekolah di Kecamatan Pesanggaran yang akan direhabilitasi dengan dana CSR dari PT. Bumi Suksesindo, yakni SDN 3 Pesanggaran dan SDN 3 Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran.
Optimisme di Tengah Efisiensi Anggaran
Ipuk menegaskan pendidikan dan kesehatan merupakan dua sektor yang setiap tahun selalu menjadi program prioritas daerah. Tidak hanya dilakukan oleh pemkab, namun Ipuk mengajak berbagai pihak untuk membangun dua sektor ini di daerah.
“Manusia yang pintar, berkarakter, dan sehat adalah fondasi bagi suatu negara. Semua pihak harus memiliki kesadaran yang sama untuk fokus pada perbaikan dan pengembangan dua sektor ini. Kami terus menggandeng banyak pihak untuk bersama pemkab melakukan pembangunan SDM daerah,” tegasnya.(SL)


















