Sabtu, September 12, 2026
Swa News
No Result
View All Result
  • Login
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini
No Result
View All Result
Swa News
No Result
View All Result
Home Kolom

Kentongan, Kyai dan Relasi Adab Santri

Selamet CasturbySelamet Castur
09/08/2026
in Kolom
0
Kyai dan Relasi Adab Santri
0
SHARES
115
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp
Logo SWA Indonesia

Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com

Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.

✨ Jangkauan Nasional ✍️ Personal Branding 🤝 Komunitas Intelektual
Gabung Kolumnis Kirim Naskah Artikel

[Tulisan ini hanya refleksi ketegangan hubungan Muhammadiyah dan NU di Sampang dan Kasembon]

Swa News – Pagi itu Kang Bejo bertutur, bilangnya dulu pernah ada peristiwa persinggungan tradisi antara Kyai Haji Muhammad Faqih Maskumambang dengan Kyai Hasyim Asy’ari terkait pandangan dalam pengamalan tradisi kentongan di pesantren masing-masing.

Baca JugaArtikel Terkini Lainnya

Cak Munir

Kenduri untuk Cak Munir

09/09/2026
Islam Ala Prabowo

Peneguhan Politik Identitas Ala Islam Ala Prabowo

06/09/2026
Load More

Konon, Kyai Muhammad Faqih Maskumambang menyuruh santrinya menggunakan kentongan untuk penanda waktu sholat, sementara Kyai Hasyim Asy’ari melarangnya.

Namun, pada suatu ketika Kyai Hasyim berkunjung ke pesantren Kyai Maskumambang, namun di saat masih ada Kyai Hasyim Asy’ari maka Kyai Faqih Maskumambang melarang para santrinya memukul kentongan.

Begitu pun pada saat Kyai Maskumambang berkunjung ke pesantren Kyai Hasyim Asy’ari, seketika itu pula Kyai Hasyim menyuruh santrinya untuk menabuh kentongan sebagai petanda penghormatan atas kehadirannya.

Karena peristiwa tersebut, pada suatu kesempatan santrinya bertanya pada kedua Kyai kharismatik itu, tapi keduanya hanya bilang, kita itu harus bisa menghargai dan menghormati tradisi yang dikembangkan masing-masing dalam menyiarkan ajaran Islam.

Persoalan kentongan adalah persoalan simbolik, bukan problem esensial dalam Islam. Tapi dari narasi budaya kentongan tadi, setidaknya ada ruang yang dapat menjelaskan pada kita, hubungan antara hakikat keberagamaan dan wujud ekspresi budaya beragama.

 Kyai dan Relasi Adab Santri
Situasi ketegangan NU dan Muhammadiyah di Sampang (Foto: Dok.)

Pada hakikatnya Islam bagi manusia adalah sebuah proses pendakian menuju puncak spiritualitas ketuhanan melalui usaha kemanusiaan. Sedangkan ekspresi budaya keberagamaan merupakan wujud ikhtiar manusia mencari jalan yang tepat, jalan yang diyakini memiliki makna kebenaran dalam proses pendakian menuju hakikat Tuhan tersebut.

Tapi sayang, sekarang kita sering kehilangan adab kemanusiaan dalam mengekspresikan identitas kolektif ‘Islam’. Bahkan dalam interaksi sosial antarumat Islam kita sehari-hari kita juga sering menampilkan wajah kemurkaan dan amarah.

Kita sudah sering kehilangan kemuliaan Islam kita sendiri. Kita sering melakukan tindak kekerasan atas nama kebenaran pada saat kita bersama-sama juga sedang mencari jalan kebenaran.

Kelihatannya kita sudah kehilangan keseimbangan akal sehat, sudah takabur, melebihi pandangan semitisme kaum Yahudi, kita sudah merasa paling benar dan yang lain salah.

Pada kesimpulannya, kita sudah kehilangan keagungan identitas kebudayaan santri, saatnya untuk kembali menabuh kentongan sebagai penanda peringatan darurat hilangnya tata nilai, etika, dan moral dalam beragama.

Selamet Castur

Selamet Castur

Related Posts

Cak Munir
Kolom

Kenduri untuk Cak Munir

bySelamet Castur
09/09/2026
Islam Ala Prabowo
Kolom

Peneguhan Politik Identitas Ala Islam Ala Prabowo

bySelamet Castur
06/09/2026
SMA Muhammadiyah 4 Gayam Persoalkan Juara Karnaval Unik, Juri Dinilai tak Kompeten dan Langgar Juknis
Jawa Timur

SMA Muhammadiyah 4 Gayam Persoalkan Juara Karnaval Unik, Juri Dinilai tak Kompeten dan Langgar Juknis

byMukhamad Munif
01/09/2026
Topan Srimulat
Jawa Timur

Seniman Lawak Jawa Timur Abah Topan Meninggal Dunia di Kepanjen Malang

byArdian FRand1 others
28/08/2026
santri kiri
Kolom

Yakuza Maneges dalam Ekosistem Santri Kiri Baru?

bySelamet Castur
23/08/2026
Negara dan Pasar
Ekonomi

Negara dan Pasar

bySelamet Castur
19/08/2026
Next Post
Supir Jeep dan Tour Leader Wisata Bromo Turut Padamkan Api, Imbas Meluasnya Kebakaran hingga Bukit Penanjakan

Supir Jeep dan Tour Leader Wisata Bromo Turut Padamkan Api, Imbas Meluasnya Kebakaran hingga Bukit Penanjakan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 20 Maret 2026 Keputusan Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading Malang

Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 20 Maret 2026 Keputusan Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading Malang

15/03/2026
Jurusan sepi peminat di UPN

Pasti Lulus! Ini 15 Jurusan Sepi Peminat di UPN Jatim SNBT 2026

30/03/2026
Sosok Amithya, Ketua DPRD yang Berani Tolak Program MBG dan Kopdes Merah Putih di Kota Malang

Sosok Amithya, Ketua DPRD yang Berani Tolak Program MBG dan Kopdes Merah Putih di Kota Malang

16/06/2026
Pelabuhan Tarebung Diblokade Penumpang! Ada Dugaan Sistem Lelang Terselubung Penjualan Tiket Kendaraan Roda Empat

Pelabuhan Tarebung Diblokade Penumpang! Ada Dugaan Sistem Lelang Terselubung Penjualan Tiket Kendaraan Roda Empat

15/04/2026
Kontroversi Zainal Habib: Menag Tegas Tolak Pelecehan, Rektor UIN Malang Tetap Angkat Plt WR AUPK, Tuai Kritik Dosen Hingga Mahasiswa

Kontroversi Zainal Habib: Menag Tegas Tolak Pelecehan, Rektor UIN Malang Tetap Angkat Plt WR AUPK, Tuai Kritik Dosen Hingga Mahasiswa

14/11/2025

EDITOR'S PICK

Ucapan Selamat Pimpinan dan Redaksi Swa News Kepada Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, S.Ag., M.Si., CAHRM., CRMP. Sebagai Rektor UIN Maliki Malang Periode 2025-2029

Ucapan Selamat Pimpinan dan Redaksi Swa News Kepada Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, S.Ag., M.Si., CAHRM., CRMP. Sebagai Rektor UIN Maliki Malang Periode 2025-2029

06/08/2025
Mantan Kepala UPT Pasar Among Tani Kota Batu Ditetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Rp 262 Juta

Mantan Kepala UPT Pasar Among Tani Kota Batu Ditetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Rp 262 Juta

03/09/2026
Jadwal Bus Malang Bandung

Terupdate! Jadwal Bus Malang Bandung 2026: Rute Perjalanan, Harga, dan Jam Berangkat

14/03/2026
Setelah Dua Kali Periksa Bupati Lamongan, KPK Kembali Panggil Sejumlah Pejabat Pemkab

Setelah Dua Kali Periksa Bupati Lamongan, KPK Kembali Panggil Sejumlah Pejabat Pemkab

08/07/2025
logo swanews

© 2026 Swa News Indonesia

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Kerjasama & Iklan
  • Karier
  • Kontak & Alamat
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini

© 2026 Swa News Indonesia - Cepat | Mencerahkan

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
© Swa News | Cepat dan Mencerahkan