Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com
Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.
Malang, Swa News – Biaya masuk SD di Kota Malang 2026 menjadi perhatian banyak orang tua murid. Apalagi menjelang dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027. Meski sekolah negeri tidak memungut biaya pendidikan, orang tua tetap harus menyiapkan anggaran sekitar Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta untuk membeli seragam dan perlengkapan sekolah.
Bagi keluarga yang memiliki dua anak usia SD, total pengeluaran bahkan bisa mencapai Rp 4 juta.

Besarnya biaya masuk SD di Kota Malang 2026 dipengaruhi oleh kebutuhan perlengkapan sekolah yang harus dipenuhi sejak hari pertama masuk. Orang tua harus membeli seragam merah putih, seragam pramuka, seragam batik, pakaian olahraga, rok atau celana, topi merah dan pramuka, dasi, hasduk beserta cincin, sepatu, tas sekolah, kaus kaki, atribut seragam, buku tulis, hingga alat tulis. Besarnya biaya bergantung pada kualitas barang yang dipilih.
Baca juga: Berkurang Rp6 Miliar, Calon Anggota DPKM Usulkan Dana Pendidikan Lewat CSR Perusahaan
Sejumlah orang tua mengaku biaya seragam SD tahun ini terasa lebih mahal dibandingkan tahun sebelumnya. Kisaran Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta dinilai sebagai pilihan yang masih ekonomis. Sementara itu, jika menginginkan kualitas yang lebih baik agar lebih awet digunakan, anggaran yang harus disiapkan tentu lebih besar.
Salah satu wali murid, Annisa, mengaku harus menyiapkan dana sekitar Rp 4 juta untuk memenuhi kebutuhan sekolah dua anaknya.
“Saya punya dua anak yang masih SD. Anak pertama naik kelas empat dan tetap harus membeli beberapa seragam karena yang lama sudah kekecilan, mulai dari baju, sepatu hingga tas. Anak kedua masuk kelas satu SD, jadi semua perlengkapannya harus baru. Total yang saya siapkan sekitar Rp 4 juta untuk seragam, alat tulis, dan kebutuhan sekolah lainnya,” ujarnya kepada jurnalis SwaNews, Minggu (21/6/2026).
Annisa mengaku lebih memilih membeli perlengkapan sekolah dengan kualitas yang lebih baik meski harganya mahal. Menurutnya, pilihan tersebut justru lebih hemat karena dapat digunakan dalam jangka waktu lebih lama.
“Kalau kualitasnya bagus, biasanya lebih awet. Seragam maupun sepatu umumnya baru diganti sekitar tiga tahun sekali, tentu tergantung pertumbuhan badan anak,” katanya.
Kebutuhan Biaya Masuk SD di Kota Malang 2026 untuk Seragam dan Perlengkapan Sekolah
Memasuki musim penerimaan peserta didik baru, toko-toko perlengkapan sekolah di Kota Malang mulai dipadati pembeli. Orang tua tidak hanya dituntut menyiapkan anggaran yang cukup, tetapi juga meluangkan waktu untuk berburu seragam lebih awal agar tidak kehabisan ukuran maupun stok.
Selain biaya, mereka juga harus memperhitungkan ongkos transportasi menuju pusat grosir atau toko yang menawarkan harga lebih terjangkau. Antrean panjang, meningkatnya jumlah pembeli, hingga keharusan memilih bahan yang nyaman dan tahan lama menjadi tantangan tersendiri menjelang tahun ajaran baru.
Bagi sebagian keluarga, masuk ke sekolah negeri belum sepenuhnya bebas dari pengeluaran besar. Meski tidak dibebani uang gedung maupun biaya pendidikan rutin. Biaya masuk SD di Kota Malang 2026 tetap menjadi beban tersendiri karena kebutuhan seragam, tas, sepatu, dan perlengkapan belajar harus dipenuhi sekaligus.
Menjelang tahun ajaran baru 2026/2027, meningkatnya biaya masuk SD di Kota Malang 2026 membuat banyak keluarga harus menyusun ulang anggaran rumah tangga. Persiapan matang menjadi kunci agar kebutuhan sekolah anak terpenuhi tanpa membebani kondisi ekonomi keluarga. (MJL)
Penulis: MJL
Editor: M. Munif


















