Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com
Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.
Malang, Swa News– Sekretaris Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Malang menyambut baik upaya DPRD Kota Malang dalam mengawal pembaruan trayek angkot (angkutan kota) serta integrasi kendaraan feeder Bus Trans Jatim. Langkah tersebut dinilai sebagai bagian dari pembenahan sistem transportasi publik di Kota Malang. (06/07/2026).

Sekretaris Organda Kota Malang, Purwono Tjokrodarsono, mengatakan pihaknya telah bertemu dengan Ketua Komisi C DPRD Kota Malang, Mohammad Anas Muttaqin, untuk membahas langkah-langkah strategis dalam meningkatkan minat masyarakat menggunakan angkutan umum. Menurutnya, selama kebijakan tersebut bertujuan memperbaiki tata kelola transportasi di Kota Malang, Organda akan memberikan dukungan penuh.
Baca juga: Perlinsos Digital Diuji Coba di Kota Malang, Upaya Penyaluran Bansos Tempat Sasaran
“Kami sepakat, sepanjang itu memberikan perubahan yang positif. Kemarin juga sudah bertemu dengan Pak Ketua Komisi C,” jelasnya kepada jurnalis Swa News.
Lebih lanjut, Purwono berharap kehadiran pemerintah melalui program tersebut dapat membangkitkan kembali perputaran ekonomi masyarakat, khususnya para sopir angkot. Di sisi lain, pembenahan transportasi publik juga diharapkan mampu menghadirkan layanan yang aman dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung ke Kota Malang.
“Menciptakan Malang sebagai kota yang nyaman, kita sepakat angkutan publik tata kelolanya harus dibenahi. Mereka yang datang ke Malang harus mendapat kemudahan saat menggunakan angkutan umum, aman dan nyaman. Tentu nantinya akan ada peningkatan penghasilan bagi teman-teman yang bekerja sebagai sopir angkot. Karena itu harus didukung dengan anggaran pemerintah, negara harus hadir,” tambahnya.
Pembaruan Trayek Angkot dan Feeder Trans Jatim
Sebelumnya, Ketua Komisi C DPRD Kota Malang, Mohammad Anas Muttaqin, menegaskan pentingnya membangun sistem transportasi publik yang efektif, efisien, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Menurutnya, kehadiran layanan Trans Jatim yang telah mendapat sambutan positif dari masyarakat harus dapat berjalan beriringan dengan transportasi lokal.
“Intinya, kami mendorong sinergi antara Trans Jatim dengan transportasi lokal. Semua pihak perlu duduk bersama dan melakukan kajian yang komprehensif agar kedua sistem bisa berjalan beriringan serta saling mendukung,” ujar pria yang akrab disapa Sam Anas.
Sam Anas menambahkan, integrasi sistem transportasi publik di Kota Malang diyakini mampu membantu mengurai kemacetan sekaligus memberikan kemudahan akses, kenyamanan, dan keamanan bagi masyarakat untuk beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan umum. Terlebih jika layanan tersebut dapat menjangkau kawasan-kawasan permukiman yang terus berkembang. Sehingga diperlukan juga pembaharuan trayek angkot.
“Perlu dilakukan revitalisasi jalur atau trayek serta penyesuaian tarif seiring perkembangan wilayah Kota Malang, terutama agar lebih banyak menjangkau kawasan permukiman,” pungkasnya. (MJL)
Reporter: MJL
Editor: M. Munif


















