Rabu, Mei 6, 2026
Swa News
No Result
View All Result
  • Login
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini
No Result
View All Result
Swa News
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Mengapa Kita Selalu Kalah? “Sebuah Esai untuk Membangun Indonesia Kembali”

Peter F Gontha by Peter F Gontha
24/05/2025
in Ekonomi, Kolom, Opini
1
0
SHARES
100
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

Mengapa Kita Selalu Kalah?

“Sebuah Esai untuk Membangun Indonesia Kembali”

Oleh: Peter F. Gontha

Mengapa Singapura, Malaysia, dan Thailand—tetangga kita, yang katanya sejajar—terus melaju ke depan, sementara kita hanya duduk, menonton, dan bertepuk tangan dari pinggir lapangan?

Mengapa Kita Selalu Kalah? "Sebuah Esai untuk Membangun Indonesia Kembali"

Selalu kalah

Mengapa setiap konser global besar, pengobatan medis kelas dunia, ajang olahraga internasional, atau fasilitas berkelas selalu ada di sana, tapi tidak pernah di sini?

Ketika Coldplay tampil tujuh malam di Singapura, puluhan ribu orang Indonesia terbang ke sana. Ketika Formula One melaju di Marina Bay, kita bersorak—bukan dari Jakarta atau Sentul—tapi dari tribun di Singapura. Ketika Taylor Swift, ikon musik paling berpengaruh saat ini, menggelar konser berturut-turut yang selalu penuh di Singapura, para Swifties Indonesia berebut tiket, memenuhi pesawat, dan membanjiri hotel-hotel.

Carousel Gambar Artikel

Uang kita, rakyat kita, antusiasme kita—semuanya mengalir ke luar. Tidak pernah ke dalam.

Ketika yang membikin even Formula E, justru banyak yang membabi buta menggergaji kegiatan tersebut!

Baca JugaArtikel Terkini Lainnya

Pendidikan Kontekstual Sebagai Jalan Partisipasi Semesta, Dari Ruang Kelas Menuju Realitas

Pendidikan Kontekstual Sebagai Jalan Partisipasi Semesta, Dari Ruang Kelas Menuju Realitas

03/05/2026
Pedagang Telur Gulung Raup Cuan Saat Buruh Turun Jalan

Pedagang Telur Gulung Raup Cuan Saat Buruh Turun Jalan

02/05/2026
Load More

Bahkan, untuk pemeriksaan kesehatan rutin saja, kita pergi ke Penang atau Bangkok. Pengobatan kanker? Ke Gleneagles atau Bumrungrad. Operasi kosmetik? Ke Kuala Lumpur atau Phuket. Mengapa bukan di Jakarta? Mengapa bukan di Surabaya atau Bali?

Mari kita tarik lebih jauh. Singapura punya kasino. Malaysia, negara dengan mayoritas Muslim, punya kasino legal di Genting Highlands. Sementara kita berpura-pura seolah perjudian tidak ada di sini. Padahal, judi online berkembang pesat di depan mata.

Baca Juga: Prof Uril Bahrudin Dinilai Layak Perkuat Kerjasama UIN Maliki dengan Saudi Fund for Development

Selalu kalah

Di Bali, banyak tempat perjudian tersembunyi yang dilindungi oleh “kekuatan lokal,” tapi kita terus mempertahankan wajah moral seolah-olah suci, sementara kita kehilangan miliaran dolar devisa. Semua itu hilang—terbang bersama rakyat kita dan uang mereka.

Jadi, kembali ke pertanyaan awal: mengapa kita kalah? Mengapa kita selalu hampir, tapi tak pernah sampai? Jawabannya bukan misteri. Bahkan tidak rumit. Kita tidak serius!

Birokrasi kita adalah labirin perizinan yang dipenuhi inefisiensi, rente, dan ketidakpastian. Pemimpin kita reaktif, bukan proaktif. Kita terlalu sibuk bermain sandiwara moral sampai lupa pada realitas ekonomi.

Mengapa Kita Selalu Kalah? "Sebuah Esai untuk Membangun Indonesia Kembali"

Selalu kalah

Pemerintah hanya mendukung proyek-proyek visioner jika ada keuntungan politik. Investor diperlakukan dengan curiga, bukan dengan sambutan. Aturan berubah di tengah jalan. Kemitraan mati dalam rapat-rapat tanpa akhir. Inisiatif publik-swasta tenggelam dalam tumpukan administrasi.

Dan yang paling parah: kita takut perubahan. Kita melindungi sistem usang. Kita terobsesi pada kontrol. Kita takut kehilangan muka. Kita politisasi segalanya—dari hiburan, kesehatan, sampai infrastruktur. Sementara kawasan lain bermain untuk menang.

Singapura hanyalah pulau kecil tanpa sumber daya alam. Malaysia punya keragaman budaya, etnis, dan agama yang sama kompleksnya dengan kita. Thailand lebih sering kudeta daripada pemilu. Tapi mereka berhasil melakukan hal-hal yang masih kita anggap mimpi. Kita sebaliknya, seperti raksasa tidur yang menolak untuk bangun.

Kita punya talenta. Kita punya kekayaan alam. Kita punya skala. Tapi kita tidak punya visi yang jelas. Kita tidak melayani rakyat. Kita hanya mengelola, tapi tidak memimpin. Kita patuh pada aturan—tanpa pernah bertanya apakah aturan itu dibuat untuk kemajuan atau justru untuk kebuntuan.

Jika kita ingin berhenti kalah, saatnya mengajukan pertanyaan-pertanyaan menyakitkan. Saatnya bersikap jujur secara brutal.

Apa sebenarnya prioritas kita? Mengapa kita takut pada keterbukaan? Kapan kita berhenti takut untuk menang?

Kalau ini tidak kita benahi sekarang, kita bukan hanya akan terus kehilangan event-event besar. Kita akan kehilangan rakyat kita. Masa depan kita. Dan tempat kita di dunia.

Selalu kalah


Peter F. Gontha

mantan Duta Besar RI untuk Polandia, pengusaha, musisi, dan pemerhati sosial-ekonomi

Tags: bangun IndonesiaInefisiensiPeter f GonthaRenteSelalu Kalah
Peter F Gontha

Peter F Gontha

mantan Duta Besar RI untuk Polandia, pengusaha, musisi, dan pemerhati sosial-ekonomi

Related Posts

Pendidikan Kontekstual Sebagai Jalan Partisipasi Semesta, Dari Ruang Kelas Menuju Realitas
Pendidikan

Pendidikan Kontekstual Sebagai Jalan Partisipasi Semesta, Dari Ruang Kelas Menuju Realitas

by redaksi swanews
03/05/2026
Pedagang Telur Gulung Raup Cuan Saat Buruh Turun Jalan
Ekonomi

Pedagang Telur Gulung Raup Cuan Saat Buruh Turun Jalan

by redaksi swanews
02/05/2026
‎Lahan Makin Menyusut, Apel Batu Kian Merosot
Wisata dan Kuliner

‎Lahan Makin Menyusut, Apel Batu Kian Merosot

by redaksi swanews
29/04/2026
Viral ! Angsle Buah Pak Mat Mawar, Pembeli Rela Antre Sebelum Buka
Wisata dan Kuliner

Viral ! Angsle Buah Pak Mat Mawar, Pembeli Rela Antre Sebelum Buka

by redaksi swanews
27/04/2026
Relokasi Pasar Induk Gadang Dikebut, Pedagang Apresiasi Meski Bayang Trauma Masih Ada
UMKM

Relokasi Pasar Induk Gadang Dikebut, Pedagang Apresiasi Meski Bayang Trauma Masih Ada

by redaksi swanews
25/04/2026
Antara Keras dan Kejam: Salah Paham yang Melahirkan Krisis Moral di Sekolah
Kolom

Antara Keras dan Kejam: Salah Paham yang Melahirkan Krisis Moral di Sekolah

by redaksi swanews
22/04/2026
Next Post
Membangun Generasi Ulul Albab di UIN Maliki Malang: Antara Strategi dan Implementasi

Membangun Generasi Ulul Albab di UIN Maliki Malang: Antara Strategi dan Implementasi

Comments 1

  1. Ping-balik: Heboh ! BEM KM UGM Nyatakan Mosi Tidak Percaya Kepada Rektor Ova Emilia Swa News

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 20 Maret 2026 Keputusan Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading Malang

Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 20 Maret 2026 Keputusan Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading Malang

15/03/2026
Pelabuhan Tarebung Diblokade Penumpang! Ada Dugaan Sistem Lelang Terselubung Penjualan Tiket Kendaraan Roda Empat

Pelabuhan Tarebung Diblokade Penumpang! Ada Dugaan Sistem Lelang Terselubung Penjualan Tiket Kendaraan Roda Empat

15/04/2026
Kontroversi Zainal Habib: Menag Tegas Tolak Pelecehan, Rektor UIN Malang Tetap Angkat Plt WR AUPK, Tuai Kritik Dosen Hingga Mahasiswa

Kontroversi Zainal Habib: Menag Tegas Tolak Pelecehan, Rektor UIN Malang Tetap Angkat Plt WR AUPK, Tuai Kritik Dosen Hingga Mahasiswa

14/11/2025
Demo Bagi-Bagi Baju Gratis dan Takjil, Gaya Unik Berbagi ala Pemuda Lowokdoro

Demo Bagi-Bagi Baju Gratis dan Takjil, Gaya Unik Berbagi ala Pemuda Lowokdoro

02/03/2026
Tetap Sering Padam! Pengelolaan Listrik di Pulau Sapudi Dikritisi Anggota DPRD Sumenep, PLN Tidak Respon

Tetap Sering Padam! Pengelolaan Listrik di Pulau Sapudi Dikritisi Anggota DPRD Sumenep, PLN Tidak Respon

17/03/2026

EDITOR'S PICK

Problem Tambang dan Etika Keberpihakan: Kritik terhadap Sikap Muhammadiyah

Problem Tambang dan Etika Keberpihakan: Kritik terhadap Sikap Muhammadiyah

28/01/2026
Titik Balik Ulil Abshar Kecam KPK Menahan Gus Yaqut

Titik Balik Ulil Abshar Kecam KPK Menahan Gus Yaqut

14/03/2026
Salsabila Guru SD di Jember yang Viral, Sudah Mengundurkan Diri dan Kini Menikah dengan Guru SMP Negeri

Salsabila Guru SD di Jember yang Viral, Sudah Mengundurkan Diri dan Kini Menikah dengan Guru SMP Negeri

04/03/2025
Antre Sejak Sore di Gyu-Kaku Malang, Sensasi Ngabuburit Bakar Daging All You Can Eat

Antre Sejak Sore di Gyu-Kaku Malang, Sensasi Ngabuburit Bakar Daging All You Can Eat

03/03/2026
logo swanews

© 2026 Swa News Indonesia

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Kerjasama & Iklan
  • Karier
  • Kontak & Alamat
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini

© 2026 Swa News Indonesia - Cepat | Mencerahkan

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
© Swa News | Cepat dan Mencerahkan