Minggu, Agustus 2, 2026
Swa News
No Result
View All Result
  • Login
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini
No Result
View All Result
Swa News
No Result
View All Result
Home Kolom

Bias Spiritual Yes, Religion No dalam Kritik Feodalisme Keagamaan?

Selamet CasturbySelamet Castur
02/08/2026
in Kolom, Opini
0
Bias Spiritual
0
SHARES
100
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp
Logo SWA Indonesia

Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com

Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.

✨ Jangkauan Nasional ✍️ Personal Branding 🤝 Komunitas Intelektual
Gabung Kolumnis Kirim Naskah Artikel

Swa News – Bahasa agitasi di atas menggambarkan ekspresi apatisme sebagian masyarakat terhadap fakta-fakta keberagamaan, baik secara individu maupun komunal, yang tindakannya justru tidak mencerminkan nilai etika dan moralitas agama itu sendiri.

Kemudian muncul gugatan publik yang seolah-olah mempertanyakan eksistensi manusia sebagai pengemban moralitas beragama dalam pranata sosial.

Baca JugaArtikel Terkini Lainnya

bias londo

Bias Londo (gak) Ireng!

26/07/2026
Kang Moeslim

Kang Moeslim dan Islam Transformatif

22/07/2026
Load More

Kira-kira begini ilustrasinya. Bukankah martabat personal itu bersifat tentatif? Lalu, mengapa seseorang tetap memperoleh predikat kemuliaan (kesucian) dalam budaya beragama jika perbuatannya sendiri sudah tidak sesuai dengan nilai-nilai agama?

Permasalahan semacam ini sering dijumpai dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Ada orang yang sangat awam, menggunakan bahasa yang sederhana, dan tidak memahami agama secara mendalam. Namun, dari sisi etika dan moral sosial, perilakunya justru selaras dengan nilai-nilai agama.

Sebaliknya, ada pula orang yang menguasai ilmu agama. Bahkan, kehidupan sehari-harinya tidak lepas dari atribut budaya dan simbol-simbol keagamaan. Akan tetapi, perilakunya justru kerap keluar dari koridor common sense maupun pranata nilai agama itu sendiri.

Menanggapi fenomena tersebut, persepsi publik biasanya terbelah. Keterbelahan persepsi sosial itu menggambarkan adanya perbedaan garis struktural dalam masyarakat.

Biasanya, di kalangan masyarakat yang mengagungkan simbol-simbol tradisi, terutama mereka yang meyakini keniscayaan kepatuhan simbolik kepada figur tertentu, kepatuhan tersebut kerap melebur dalam batas-batas ketaatan yang dianggap suci secara agama.

Persepsi ini kemudian cenderung melahirkan sikap permisif terhadap kesalahan personal karena pertimbangan unsur berkah, dibandingkan dengan kepatuhan terhadap kemaslahatan sosial yang terkadang justru dipandang sebagai sesuatu yang “niragama”.

Berbeda dengan cara pandang masyarakat awam. Mereka cenderung menilai bahwa sikap yang selaras dengan nilai-nilai sosial lebih bermartabat karena kepatuhan terhadap norma sosial diyakini mampu menghadirkan kemanfaatan yang lebih luas bagi masyarakat.

Dengan demikian, kritik sosial yang tercermin dalam ungkapan spiritual yes, religion no salah satunya lahir karena adanya ruang dogmatisme yang mengajarkan keniscayaan ketaatan tanpa membuka ruang dialog yang kritis. Keadaan tersebut akan semakin berbahaya apabila disertai doktrin yang menempatkan kesucian personal sebagai sesuatu yang tidak dapat dipersoalkan sehingga berujung pada kultus individu.

Tags: Bias Spiritual
Selamet Castur

Selamet Castur

Related Posts

bias londo
Kolom

Bias Londo (gak) Ireng!

bySelamet Casturand1 others
26/07/2026
Kang Moeslim
Kolom

Kang Moeslim dan Islam Transformatif

byImam Hanifahand1 others
22/07/2026
kebingungan pemula Gym
Gaya hidup

Solusi Kebingungan Pemula Gym: Bedah Sains Push-Pull-Legs dari Panduan Biomekanik Hingga Manajemen Latihan Modern

byImam Hanifah
21/07/2026
Generasi La Roja
Bola

Spanyol 2010 vs Spanyol 2026: Mana Generasi La Roja yang Lebih Dominan?

byImam Hanifah
20/07/2026
Refleksi Hari Lahir Pancasila
Kolom

Refleksi Hari Lahir Pancasila

byUril Bahrudin
01/06/2026
Pendidikan Kontekstual Sebagai Jalan Partisipasi Semesta, Dari Ruang Kelas Menuju Realitas
Pendidikan

Pendidikan Kontekstual Sebagai Jalan Partisipasi Semesta, Dari Ruang Kelas Menuju Realitas

byredaksi swanews
03/05/2026
Next Post
Bantengan Nuswantara Trance Festival

Sedot Ribuan Penonton, Bantengan Nuswantara Trance Festival ke-18 Sukses Mberot di Kota Batu

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 20 Maret 2026 Keputusan Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading Malang

Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 20 Maret 2026 Keputusan Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading Malang

15/03/2026
Jurusan sepi peminat di UPN

Pasti Lulus! Ini 15 Jurusan Sepi Peminat di UPN Jatim SNBT 2026

30/03/2026
Pelabuhan Tarebung Diblokade Penumpang! Ada Dugaan Sistem Lelang Terselubung Penjualan Tiket Kendaraan Roda Empat

Pelabuhan Tarebung Diblokade Penumpang! Ada Dugaan Sistem Lelang Terselubung Penjualan Tiket Kendaraan Roda Empat

15/04/2026
Sosok Amithya, Ketua DPRD yang Berani Tolak Program MBG dan Kopdes Merah Putih di Kota Malang

Sosok Amithya, Ketua DPRD yang Berani Tolak Program MBG dan Kopdes Merah Putih di Kota Malang

16/06/2026
Kontroversi Zainal Habib: Menag Tegas Tolak Pelecehan, Rektor UIN Malang Tetap Angkat Plt WR AUPK, Tuai Kritik Dosen Hingga Mahasiswa

Kontroversi Zainal Habib: Menag Tegas Tolak Pelecehan, Rektor UIN Malang Tetap Angkat Plt WR AUPK, Tuai Kritik Dosen Hingga Mahasiswa

14/11/2025

EDITOR'S PICK

Sayonara Sritex! Publik: Menanti Janji Gibran 19 Juta Peluang Kerja, Kapan Wamenaker Mundur?

Sayonara Sritex! Publik: Menanti Janji Gibran 19 Juta Peluang Kerja, Kapan Wamenaker Mundur?

03/03/2025
Mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas Akhirnya Mengajukan Praperadilan Melawan Penetapan KPK

Mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas Akhirnya Mengajukan Praperadilan Melawan Penetapan KPK

12/02/2026
Miftahul Maulana Dinilai Tidak Layak Mendapatkan Gelar “Gus”

Miftahul Maulana Dinilai Tidak Layak Mendapatkan Gelar “Gus”

06/12/2024
Ada Upaya Class Action Melawan Dugaan Skandal Perumahan Fiktif KPRI UIN Maliki Malang

Ada Upaya Class Action Melawan Dugaan Skandal Perumahan Fiktif KPRI UIN Maliki Malang

29/05/2026
logo swanews

© 2026 Swa News Indonesia

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Kerjasama & Iklan
  • Karier
  • Kontak & Alamat
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini

© 2026 Swa News Indonesia - Cepat | Mencerahkan

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
© Swa News | Cepat dan Mencerahkan