Rabu, Agustus 5, 2026
Swa News
No Result
View All Result
  • Login
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini
No Result
View All Result
Swa News
No Result
View All Result
Home Kolom Opini

Membangun Generasi Ulul Albab di UIN Maliki Malang: Antara Strategi dan Implementasi

SuhartonobySuhartono
25/05/2025
in Opini, Kolom, Pendidikan
1
0
SHARES
107
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp
Logo SWA Indonesia

Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com

Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.

✨ Jangkauan Nasional ✍️ Personal Branding 🤝 Komunitas Intelektual
Gabung Kolumnis Kirim Naskah Artikel

Membangun Generasi Ulul Albab di UIN Maliki Malang: Antara Strategi dan Implementasi

Oleh: Prof. Dr. Suhartono, S.Si., M.Kom.

 

Topik ini diangkat dari pertanyaan yang digelar di Talk Show pada Pengenalan Kandidat Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang periode 2025–2029 tentang strategi penguatan karakter Ulul Albab bagi mahasantri dan mahasiswa asing.

Baca JugaArtikel Terkini Lainnya

Bias Spiritual

Bias Spiritual Yes, Religion No dalam Kritik Feodalisme Keagamaan?

02/08/2026
Sekolah Rakyat Terintegrasi Jatim 4

323 Siswa Mulai Belajar di Sekolah Rakyat Terintegrasi Jatim 4, Gubernur Khofifah Cetak Generasi Unggul Malang Selatan

31/07/2026
Load More

Di tengah tantangan globalisasi dan perubahan sosial yang kian cepat, pembangunan karakter mahasantri dan mahasiswa asing menjadi hal yang penting, terutama bagi lembaga pendidikan tinggi negeri agama Islam seperti UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Salah satu konsep yang diusung untuk membentuk karakter mahasiswa adalah karakter Ulul Albab, yaitu membentuk sosok ilmuwan yang memiliki kedalaman spiritual (dzikir), intelektualitas yang mapan (fikir), serta kreativitas dan aktivitas yang positif (amal saleh).

Melalui model pendidikan semacam itu, diharapkan akan lahir lulusan yang berpredikat ulama yang intelek profesional dan/atau intelek profesional yang ulama. Ciri utama lulusan demikian adalah tidak saja menguasai disiplin ilmu sesuai pilihannya, tetapi juga menguasai al-Qur’an dan Hadis sebagai sumber utama ajaran Islam.

Untuk merealisasikan visi tersebut, maka perlu dirancang strategi komprehensif yang menyentuh berbagai aspek kehidupan kampus, mulai dari pendidikan karakter, kurikulum yang relevan, kegiatan keagamaan dan sosial, hingga kolaborasi lintas budaya. Strategi ini bukan hanya diperuntukkan bagi mahasantri lokal, tetapi juga mahasiswa asing yang turut memperkaya dinamika akademik di kampus UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

—

Baca juga: Pilrek UIN Malang : Prof. Suhartono Siap Melanjutkan Visi Go Internasional Melalui Smart Teo-Eco Campus

Karakter melalui Kurikulum dan Keteladanan

Pendidikan keagamaan berbasis kegiatan pengajian, diskusi keislaman, hingga pembelajaran kitab klasik menjadi fondasi utama dalam membentuk karakter Ulul Albab. Lebih dari sekadar aktivitas rutin, kegiatan ini diarahkan untuk membentuk pola pikir mahasiswa agar mampu mengintegrasikan ilmu pengetahuan dan nilai-nilai agama Islam dalam kehidupan nyata dalam bentuk konsep keilmuan Pohon Ilmu.

Membangun Generasi Ulul Albab di UIN Maliki Malang: Antara Strategi dan Implementasi
Konsep Pohon Ilmu : Penerapan dzikr, fikr dan amal shaleh, dan karakter Ulul Albab dapat mengantarkan mahasantri terbaik, Imam Suprayogo (2004:30)

Generasi Ulul Albab

Secara garis besar, konsep Pohon Ilmu dapat dibagi menjadi tiga bagian, yaitu akar, batang, dan buah. Akar menggambarkan dasar-dasar ilmu yang harus dikuasai mahasiswa. Batang menggambarkan pilar-pilar yang harus dimiliki mahasiswa. Buah adalah hasil dari dimilikinya dasar dan pilar keilmuan oleh mahasiswa, berupa kepercayaan, cara berpikir, dan bertindak.

Selain itu, kurikulum dikembangkan agar tidak hanya berorientasi pada transfer ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga pada pembentukan karakter dengan nilai-nilai agama Islam. Mata kuliah seperti kepemimpinan, etika profesi, dan berpikir kritis menjadi bagian integral dari upaya ini. Pendidikan keteladanan melalui pengenalan tokoh-tokoh besar Islam juga menjadi sumber inspirasi konkret bagi mahasiswa.

Dalam bidang kemahasiswaan, ditetapkan program-program yang meliputi pendidikan al-Qur’an dan kitab Islam klasik, pelatihan keustadzan untuk mahasiswa, pengembangan mekanisme penerimaan mahasiswa baru, pengembangan organisasi dan jaringan alumni, pembinaan bakat dan minat mahasiswa, peningkatan kesejahteraan mahasiswa, serta sistem pelayanan data dan informasi.

—

Generasi Ulul Albab

Dimensi Sosial dan Keagamaan yang Kuat

Kegiatan sosial seperti pengabdian masyarakat, bakti sosial, hingga pelibatan aktif mahasiswa dalam berbagai problematika umat terbukti efektif dalam menumbuhkan empati, tanggung jawab, dan semangat kontribusi. Mahasiswa tidak hanya diajak memahami nilai agama di ruang kelas, tetapi juga mengimplementasikannya secara nyata di tengah masyarakat.

Kegiatan keagamaan yang diselenggarakan secara rutin juga memberikan ruang kontemplasi dan penguatan spiritual. Melalui tadabbur al-Qur’an, dalam kegiatan pembelajaran membaca al-Qur’an, mahasiswa dapat menemukan empat ajaran utama, yaitu: teologi (akidah), hukum-hukum (syari’ah), etika atau norma kehidupan (akhlak), serta ilmu pengetahuan—baik alam (IPA), sosial (IPS), maupun humaniora. Hal ini mendorong mahasiswa untuk menemukan kandungan ayat-ayat dengan mudah. Diskusi dan seminar bersama tokoh-tokoh agama dan ilmuwan memperkaya khazanah keilmuan sekaligus memperkuat jati diri sebagai insan Ulul Albab.

—

Generasi Ulul Albab

Kolaborasi, Evaluasi, dan Pengembangan

Strategi penguatan karakter ini juga melibatkan kerja sama luas, termasuk dengan pesantren, organisasi keagamaan, serta mahasiswa asing. Interaksi lintas budaya ini memperluas wawasan sekaligus memperkuat toleransi dan pemahaman lintas nilai. Penerapan pembelajaran sosiologi Islam pada mahasiswa dapat menciptakan tradisi kajian terhadap proses sosial, kerja sama, konflik, dan kompetisi dalam masyarakat. Upaya ini didukung oleh sarana integrasi sains dan Islam seperti Ma’had ‘Aly (ma’had jami’ah), masjid, Pusat Hafalan al-Qur’an (Haiat Tahfiz al-Qur’an), Pusat Pengembangan Bahasa (Indonesia-Arab-Inggris), serta laboratorium.

Tak kalah penting, evaluasi program dilakukan secara rutin untuk memastikan ketercapaian strategi. Di samping itu, metode pembelajaran terus dikembangkan secara kreatif dan inovatif, termasuk pelatihan bagi dosen dalam pengajaran yang memperkuat integrasi antara ilmu pengetahuan (IPA dan IPS) dan nilai-nilai keislaman serta spiritualitas yang lebih aplikatif.

—

 

Potensi Mahasiswa sebagai Pondasi

Menariknya, banyak mahasiswa UIN Maliki memiliki latar belakang pesantren dan religius yang kuat. Hal ini menjadi modal besar dalam mengembangkan karakter Ulul Albab, sekaligus menjadikan kampus sebagai kawah candradimuka bagi calon pemimpin umat masa depan.

Strategi yang dikembangkan tidak hanya mencetak sarjana, tetapi juga membentuk pribadi yang utuh—berilmu, beriman, dan berakhlak. Karakter Ulul Albab yang dimaksud diwujudkan melalui standar kompetensi yang terintegrasi dalam proses pendidikan. Pertama, mahasiswa diarahkan untuk mengembangkan kepribadian dan sikap yang mencerminkan integritas moral dan spiritualitas yang kuat.

Kedua, mereka dibekali dengan keterampilan berbahasa secara menyeluruh, mencakup bahasa Indonesia, Arab, dan Inggris, sebagai sarana komunikasi ilmiah maupun dakwah.

Ketiga, penguasaan terhadap pokok-pokok ilmu pengetahuan menjadi fokus, baik dalam ranah sosial, ekonomi, politik, ilmu pengetahuan alam, kesehatan, teknologi, maupun budaya (humaniora), sehingga mahasiswa memiliki fondasi keilmuan yang luas dan adaptif.

Keempat, mahasiswa juga harus memahami dasar-dasar ilmu keislaman secara utuh, meliputi aspek normatif dan empiris, sebagai landasan dalam menjalankan peran sebagai intelektual muslim.

Kelima, keterampilan dalam memanfaatkan teknologi menjadi bagian penting dari proses pembelajaran, agar mahasiswa siap menghadapi tantangan zaman secara praktis dan profesional.

Terakhir, pengalaman hidup di Ma’had menjadi sarana pembentukan karakter berbasis komunitas yang intensif, memperkuat nilai kedisiplinan, spiritualitas, dan kebersamaan.

Dengan bekal ini, para mahasantri dan mahasiswa asing diharapkan dapat memberikan kontribusi positif di mana pun mereka berada—sebagai pengkaji agama Islam, pengembang dakwah, kader ulama-intelek profesional, dan pencerah umat.

Generasi Ulul Albab


Prof. Dr. Suhartono, S.Si. M.Kom

Kandidat Rektor UIN Maliki Malang Periode 2025–2029

 

Tags: Calon Rektor UIN MalangMahasiswa UINMahasiswa Ulul AlbabPohon IlmuProf SuhartonoUIN Maliki MalangUlul Albab
Suhartono

Suhartono

Kandidat Rektor UIN Maliki Malang Periode 2025–2029

Related Posts

Bias Spiritual
Kolom

Bias Spiritual Yes, Religion No dalam Kritik Feodalisme Keagamaan?

bySelamet Castur
02/08/2026
Sekolah Rakyat Terintegrasi Jatim 4
News

323 Siswa Mulai Belajar di Sekolah Rakyat Terintegrasi Jatim 4, Gubernur Khofifah Cetak Generasi Unggul Malang Selatan

byImam Hanifah
31/07/2026
beasiswa tahap akhir Pemkab Lumajang
Jawa Timur

Pemkab Lumajang Salurkan Beasiswa Tahap Akhir untuk 114 Mahasiswa Berprestasi, Bupati Bunda Indah Dorong Kesiapan Kerja

byArdian FRand1 others
31/07/2026
mundurnya Perry Warjiyo
Bisnis

Soroti Mundurnya Perry Warjiyo, Dahlan Iskan Buka Suara Soal Independensi BI dan Tekanan Kurs

byArdian FRand1 others
28/07/2026
Pendirian Universitas Republik Indonesia
Pendidikan

Pakar Hukum dan Politik Nilai Pendirian Universitas Republik Indonesia (URI) Langgar Aturan

byImam Hanifah
27/07/2026
bias londo
Kolom

Bias Londo (gak) Ireng!

bySelamet Casturand1 others
26/07/2026
Next Post
Tuhan dalam Jebakan Post Truth

Tuhan dalam Jebakan Post Truth

Comments 1

  1. Ping-balik: Strategi Kreatif Pendanaan: Kunci Pengembangan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Swa News

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 20 Maret 2026 Keputusan Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading Malang

Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 20 Maret 2026 Keputusan Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading Malang

15/03/2026
Jurusan sepi peminat di UPN

Pasti Lulus! Ini 15 Jurusan Sepi Peminat di UPN Jatim SNBT 2026

30/03/2026
Pelabuhan Tarebung Diblokade Penumpang! Ada Dugaan Sistem Lelang Terselubung Penjualan Tiket Kendaraan Roda Empat

Pelabuhan Tarebung Diblokade Penumpang! Ada Dugaan Sistem Lelang Terselubung Penjualan Tiket Kendaraan Roda Empat

15/04/2026
Sosok Amithya, Ketua DPRD yang Berani Tolak Program MBG dan Kopdes Merah Putih di Kota Malang

Sosok Amithya, Ketua DPRD yang Berani Tolak Program MBG dan Kopdes Merah Putih di Kota Malang

16/06/2026
Kontroversi Zainal Habib: Menag Tegas Tolak Pelecehan, Rektor UIN Malang Tetap Angkat Plt WR AUPK, Tuai Kritik Dosen Hingga Mahasiswa

Kontroversi Zainal Habib: Menag Tegas Tolak Pelecehan, Rektor UIN Malang Tetap Angkat Plt WR AUPK, Tuai Kritik Dosen Hingga Mahasiswa

14/11/2025

EDITOR'S PICK

Tokoh NU Banyuwangi Nilai Para Kandidat Akan Mampu Bawa PKB Banyuwangi Lebih Baik

Tokoh NU Banyuwangi Nilai Para Kandidat Akan Mampu Bawa PKB Banyuwangi Lebih Baik

08/04/2026
jadwal bus Malang Cepu

Jangan Sampai Ketinggalan! Jadwal Bus Malang Cepu 2026: Rute & Harga Tiket

14/03/2026
Bahaya ! Balita 3,5 Tahun Hanyut di Selokan Saat Bermain Hujan

Bahaya ! Balita 3,5 Tahun Hanyut di Selokan Saat Bermain Hujan

25/12/2024
Kini KDMP Kandangsemangkon Masih Mangkrak, Ombudsman Nyatakan Kades Lakukan Penyalahgunaan Wewenang

Kini KDMP Kandangsemangkon Masih Mangkrak, Ombudsman Nyatakan Kades Lakukan Penyalahgunaan Wewenang

21/05/2026
logo swanews

© 2026 Swa News Indonesia

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Kerjasama & Iklan
  • Karier
  • Kontak & Alamat
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini

© 2026 Swa News Indonesia - Cepat | Mencerahkan

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
© Swa News | Cepat dan Mencerahkan