Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com
Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.
Surabaya, Swa News — Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya merilis klarifikasi resmi terkait ditemukannya ribuan limbah medis dan jarum suntik di kawasan Exit Tol Juanda / Pondok Tjandra, Sidoarjo. Pemkot memastikan seluruh penanganan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di RSUD Eka Candrarini (EC) telah sesuai dengan regulasi Kementerian Lingkungan Hidup (LH) RI.

Direktur Utama RSUD Eka Candrarini, dr. Listyorini Rarasingtyas, menegaskan rumah sakitnya mengidentifikasi sejumlah ketidaksesuaian antara temuan di lapangan dengan standar operasional di RSUD EC.
Baca juga: Limbah Medis B3 di Parit Tol djuanda Diduga Milik RSUD Surabaya
“Kami tidak pernah membuang limbah medis di luar, semua diambil secara berkala oleh pihak ketiga (PT Wastec International) dan pencatatannya terdokumentasi melalui Festronik KemenLH. Jarum suntik bekas juga langsung dibuang ke wadah safety box tanpa recapping, berbeda dengan temuan di lapangan yang masih menyatu,” jelas dr. Listyorini, Selasa (25/8/2026).
Direktur Utama RSUD Eka Candrarini Bersama Dinkes Kota Surabaya Lakukan Investigasi Gabungan
Menanggapi ditemukannya atribut RSUD EC di lokasi kejadian, dr. Listyorini mengklarifikasi bahwa kertas tersebut merupakan sobekan kantong kertas obat rawat jalan, bukan resep medis.
“RSUD EC sudah tidak menggunakan kantong plastik untuk obat pasien rawat jalan, melainkan kantong kertas berlogo RSUD EC. Yang ditemukan di lokasi itu adalah sobekan dari kantong obat tersebut,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinkes Surabaya dr. Billy Daniel Messakh dan Kepala DLH Surabaya M. Fikser menekankan bahwa RSUD EC tidak pernah mengadakan jarum suntik dengan merek yang ditemukan di lokasi. Saat ini Pemkot Surabaya bersama DLH Sidoarjo tengah memanggil PT pengangkut limbah dan menelusuri dugaan keterlibatan faskes/klinik lain. (ARD)
Penulis: Ardian F. R
Editor: Mukh. Munif

















