Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com
Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.
Malang Kota, Swa News — Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Menekraf/Kabekraf), Teuku Riefky Harsya, menekankan pentingnya peran komunitas dan integrasi teknologi dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif daerah. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Festival Mbois 11 bertema “Malang Menyala” di Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu (22/8/2026).

Menteri EKRAF menyebut predikat Malang sebagai UNESCO Creative City bidang Media Arts harus menjadi pemicu untuk terus menjaga regenerasi talenta lokal.
“Malang perlu terus menjaga regenerasi talenta dan memastikan Malang Creative Center (MCC) menjadi living ecosystem yang melahirkan kreativitas, kewirausahaan, lapangan kerja, serta dampak ekonomi bagi masyarakat,” ujar Teuku Riefky Harsya.
Ketua Pelaksana Festival Mbois 11, Gedeon Soerja berharap gelaran ini menjadi ruang temu antarkomunitas dan pemangku kepentingan untuk memperkuat posisi Malang sebagai Living Media City. Kegiatan ini diinisiasi oleh Malang Creative Fusion (MCF) menghadirkan 5 klaster utama dan 21 subsektor ekraf, dengan target potensi nilai transaksi ekonomi mencapai Rp50 hingga Rp150 miliar.
“Selain memberikan dampak secara ekonomi, kami berharap Festival Mbois 11 ini dapat menjadi ruang pertemuan antar komunitas dan pemangku kepentingan,” ungkapnya.
Festival yang berlangsung pada 21–23 Agustus 2026 ini juga menjadi bagian dari Creative Impact Platform sekaligus rantai agenda Road to World Conference on Creative Economy (WCCE).
Berdasarkan Perpres Nomor 37 Tahun 2026 tentang Rindekraf 2026–2045, pemerintah terus memfasilitasi pengembangan potensi ekraf melalui riset, pembiayaan, hingga konservasi Kekayaan Intelektual (KI). (ARD)
Penulis: Ardian F. R
Editor: Mukh. Munif

















