Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com
Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.
Banyuwangi, Swa News – Ketua Fraksi Gerindra DPRD Banyuwangi, Suwito, kembali mendesak pihak eksekutif untuk secepatnya membangun beberapa program pemeliharaan jalan dan sekolah yang telah dialokasikan anggarannya pada 2026 ini.
Ketua Fraksi Gerindra juga heran mengapa pelaksanaan pembangunan hingga kini belum juga dilaksanakan, padahal anggarannya sudah tersedia. Menurut yang bersangkutan, mestinya proses pelaksanaan pembangunan ini sudah bisa dilaksanakan pada Mei 2026 lalu.
“Saya juga heran kenapa eksekutif hingga hari ini belum melaksanakan program pembangunan ini, padahal anggarannya sudah ada?” ujar Suwito kepada Swa News, Senin (24/8/2026).
Lebih lanjut, Suwito menegaskan bahwa masalah perbaikan jalan dan fasilitas pendidikan sangat urgen untuk segera dilaksanakan karena menyangkut hajat hidup masyarakat.
“Masalahnya masyarakat saat ini butuh adanya perbaikan jalan, bahkan karena banyak yang berlubang dan tidak layak, kemudian sering mengakibatkan kecelakaan. Begitu juga soal fasilitas pendidikan, banyak yang sudah usang dan tidak layak,” imbuhnya.

Suwito juga memastikan bahwa hingga saat ini belum ada kejelasan dari pihak eksekutif terkait pelaksanaan program pembangunan untuk Tahun Anggaran 2026 ini. Pihaknya menganggap krusial jika program tersebut harus dilaksanakan sesuai dengan tenggat waktu pada November.
“Memang tenggang waktu pelaksanaannya itu hingga bulan November, tapi jika dilaksanakan sesuai dengan batas akhir tersebut, maka akan banyak masalah yang timbul, dan kami akan melakukan evaluasi secara total. Kami akan melakukan protes keras kepada eksekutif, kenapa tidak bisa segera dilaksanakan yang seharusnya bisa dimulai pada bulan Mei, ada apa sebenarnya?” tegasnya.
Pihak Suwito menduga ada persoalan teknis terkait dengan terlambatnya eksekusi. Menurutnya, kemungkinan karena persoalan teknis pelaksanaan aturan mini kompetisi. Namun, pihaknya juga menduga adanya persoalan politis yang menyandera sehingga pelaksanaan program ini terhambat.
Menjawab permasalahan seputar ketersediaan anggaran, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Banyuwangi, Syamsudin, memastikan anggaran tersebut tersedia. Masalahnya hanya menunggu proses pengadaan pada masing-masing dinas terkait.
“Anggarannya ada dan siap dicairkan kapan saja kalau pekerjaan sudah dilaksanakan. Namun, rata-rata saat ini pekerjaan fisik banyak yang baru proses tahapan pengadaan,” ungkapnya.
“Kalau ada pekerjaan yang sudah selesai tapi dipersulit pencairannya, monggo dilaporkan ke kami,” pungkasnya. (AR)
Peliput: Abdurrhaman
Editor: Imam Abu Hanifah

















