Minggu, Maret 15, 2026
Swa News
No Result
View All Result
  • Login
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini
No Result
View All Result
Swa News
No Result
View All Result
Home News

Dokter Koas Dianiaya ! Jeda 1 Hari Viral Rekaman CCTV, Bongkar Fakta Sebenarnya

redaksi swanews by redaksi swanews
14/12/2024
in News, Nasional
0
0
SHARES
103
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

Palembang, Swa News – Kasus penganiayaan terhadap seorang dokter koas di Palembang memicu kemarahan publik setelah rekaman CCTV insiden tersebut tersebar luas.

Video itu memperlihatkan tindakan brutal sopir keluarga Lady Aurellia Pramesti, yang menyeret dan memukuli dokter koas hingga tersungkur. Kejadian ini menimbulkan pertanyaan terkait motif sebenarnya di balik tindakan kekerasan tersebut.

Baca JugaArtikel Terkini Lainnya

Titik Balik Ulil Abshar Kecam KPK Menahan Gus Yaqut

Titik Balik Ulil Abshar Kecam KPK Menahan Gus Yaqut

14/03/2026
Akhirnya Gus Yaqut Ditahan KPK, Setelah Menjalani Pemeriksaan Status Tersangka

Akhirnya Gus Yaqut Ditahan KPK, Setelah Menjalani Pemeriksaan Status Tersangka

12/03/2026
Load More

Kronologi Kejadian penganiayaan dokter koas

Dalam video yang viral, sopir keluarga Lady Aurellia terlihat menyeret dokter koas dari tempat duduknya secara paksa. Tidak hanya itu, ia juga memukul korban berulang kali.

Kekerasan ini baru berhenti setelah Sri Meilina, ibu Lady Aurellia, memisahkan keduanya.

CCTV penganiayaan dokter koas

Sebelumnya, pihak pengacara Lady Aurellia mengklaim bahwa insiden tersebut dipicu oleh kesalahpahaman terkait jadwal jaga dokter koas. Namun, rekaman CCTV menunjukkan aksi kekerasan yang tampaknya tidak beralasan dan jauh dari sekadar perselisihan kecil.

Publik Geram setelah terungkap fakta di CCTV 

Pihak kepolisian bergerak cepat dan menetapkan sopir keluarga tersebut sebagai tersangka. Ia dijerat dengan Pasal 351 ayat 2 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang penganiayaan berat, dengan ancaman pidana penjara hingga lima tahun.

Dalam keterangannya, tersangka mengaku melakukan penganiayaan secara spontan karena merasa kesal dengan perilaku korban yang dianggap tidak sopan.

Publik, yang sudah melihat video tersebut, mengecam tindakan brutal itu dan menuntut agar keadilan ditegakkan.

Banyak yang merasa bahwa penjelasan tersangka tidak sebanding dengan kekerasan yang dilakukan, apalagi korban tidak melakukan perlawanan.

Kasus ini tidak hanya mencoreng nama keluarga yang terlibat, tetapi juga memicu diskusi lebih luas tentang etika dan profesionalisme dalam hubungan kerja.

Banyak pihak menilai, tindakan kekerasan fisik dalam bentuk apa pun tidak dapat dibenarkan, terlebih dalam konteks profesional.

Sementara itu, nama Lady Aurellia Pramesti, yang disebut dalam laporan awal, turut menjadi sorotan. Meski ia tidak terlibat langsung, banyak yang mempertanyakan peran keluarga dalam insiden tersebut dan bagaimana pengelolaan hubungan dengan tenaga kerja di rumah mereka.

Kasus ini menjadi pengingat akan pentingnya menjaga profesionalisme dan etika dalam setiap interaksi, baik dalam lingkungan kerja maupun kehidupan sehari-hari.

Ketua Asosiasi Dokter Indonesia, Dr. Ahmad Yusran, mengungkapkan keprihatinannya atas insiden tersebut. “Dokter koas adalah tenaga kesehatan yang sedang menjalani masa pelatihan.

Mereka seharusnya mendapat perlindungan, bukan menjadi korban kekerasan, apalagi dalam situasi yang tidak terkait dengan tugas profesional mereka,” ujar Dr. Yusran.

Publik juga menyerukan agar proses hukum terhadap tersangka dilakukan secara transparan dan adil. Insiden ini menyoroti perlunya pengawasan lebih ketat terhadap kekerasan dalam rumah tangga maupun tempat kerja.

“Kasus ini adalah ujian bagi aparat penegak hukum untuk memberikan keadilan tanpa memandang latar belakang pelaku atau keluarga yang terlibat,” ujar seorang aktivis hak asasi manusia.

Dengan sorotan luas dari masyarakat, diharapkan kasus ini menjadi pelajaran penting bagi semua pihak untuk menjaga etika dan menghormati hak sesama manusia.

Kekerasan, dalam bentuk apa pun, tidak dapat dibenarkan, dan setiap individu berhak mendapatkan keadilan.

Saat ini, dokter koas yang menjadi korban masih dalam pemulihan, baik fisik maupun psikologis. Proses hukum terhadap tersangka juga terus berjalan, dengan harapan keadilan dapat ditegakkan. (Mmu)

redaksi swanews

redaksi swanews

Swa News adalah media terpercaya yang menyajikan informasi cepat dan tepat.

Related Posts

Titik Balik Ulil Abshar Kecam KPK Menahan Gus Yaqut
Kriminal

Titik Balik Ulil Abshar Kecam KPK Menahan Gus Yaqut

by redaksi swanews
14/03/2026
Akhirnya Gus Yaqut Ditahan KPK, Setelah Menjalani Pemeriksaan Status Tersangka
News

Akhirnya Gus Yaqut Ditahan KPK, Setelah Menjalani Pemeriksaan Status Tersangka

by redaksi swanews
12/03/2026
Segera Ditahan! Hakim Tolak Praperadilan Yaqut Terkait Skandal Kuota Haji
Jawa Timur

Segera Ditahan! Hakim Tolak Praperadilan Yaqut Terkait Skandal Kuota Haji

by redaksi swanews
11/03/2026
Membludak! Pasar Murah Pemkot Malang di Kedungkandang Berlangsung Ricuh Hingga Pagar Rubuh
Jawa Timur

Membludak! Pasar Murah Pemkot Malang di Kedungkandang Berlangsung Ricuh Hingga Pagar Rubuh

by redaksi swanews
10/03/2026
Mengular! Warga Lowokwaru Kecewa pada Penyelenggara Pasar Murah Pemkot Malang
Jawa Timur

Mengular! Warga Lowokwaru Kecewa pada Penyelenggara Pasar Murah Pemkot Malang

by redaksi swanews
10/03/2026
Mudik gratis 2026
Jawa Timur

Program Mudik Gratis 2026 Pemerintah Kota Malang Tak Masuk RAPBD, Anggota DPRD Tetap Apresiasi

by redaksi swanews
06/03/2026
Next Post
Tempat Makan Omah Koempoel dekat alun-alun kota Batu

Bocoran ! 5 Tempat Makan Keluarga di Malang untuk Liburan Nataru

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

  • Demo Bagi-Bagi Baju Gratis dan Takjil, Gaya Unik Berbagi ala Pemuda Lowokdoro

    Demo Bagi-Bagi Baju Gratis dan Takjil, Gaya Unik Berbagi ala Pemuda Lowokdoro

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kamaruddin Amin, Sekretaris Jenderal Kemenag RI Dituntut Mundur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kontroversi Zainal Habib: Menag Tegas Tolak Pelecehan, Rektor UIN Malang Tetap Angkat Plt WR AUPK, Tuai Kritik Dosen Hingga Mahasiswa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jelang Sahur, Dua Motor Vario 125 Digondol Maling di Ciptomulyo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sekda Lamongan Bantah Berita Tersangkut OTT KPK Bupati Pekalongan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Swa News Indonesia

© 2026 Swa News Indonesia - Cepat | Mencerahkan

Cepat | Mencerahkan

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Kerjasama & Iklan
  • Karier
  • Kontak & Alamat

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini

© 2026 Swa News Indonesia - Cepat | Mencerahkan

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
© Swa News | Cepat dan Mencerahkan