Minggu, Juni 21, 2026
Swa News
No Result
View All Result
  • Login
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini
No Result
View All Result
Swa News
No Result
View All Result
Home News Jawa Timur

Ironi Sentralisasi Tes CAT Koperasi Merah Putih: Lelah di Jalan, Gugur di Detik Terakhir

redaksi swanews by redaksi swanews
06/05/2026
in Jawa Timur
0
0
SHARES
180
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp
Logo SWA Indonesia

Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com

Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.

✨ Jangkauan Nasional ✍️ Personal Branding 🤝 Komunitas Intelektual
Gabung Kolumnis Kirim Naskah Artikel

Surabaya, Swa News– Gelombang peserta seleksi Computer Assisted Test (CAT) Koperasi Merah Putih memadati sejumlah titik di Surabaya hari ini, Rabu (6/5). Berdasarkan pantauan di lokasi ujian, Gedung Graha Pena, Jawa Pos, Surabaya tes sesi pertama dimulai sejak pukul 08.00 WIB, kemudian berlanjut hingga sesi kedua. Meski pelaksanaan teknis berjalan tertib, beragam keluhan muncul dari para peserta terkait efisiensi waktu pengerjaan dan kendala geografis.

Tes CAT Koperasi Merah Pitih
Para peserta tes CAT menunggu di Gedung Graha Pena Jawa Pos, Surabaya. (Foto: Swa News/Xian)

Sentralisasi lokasi ujian di Surabaya memaksa peserta dari wilayah yang cukup jauh menempuh perjalanan lintas kota demi mencapai lokasi tepat waktu. Faktor kelelahan fisik diperjalanan menjadi variabel yang tidak terhindarkan. Disinyalir memengaruhi performa konsentrasi peserta saat menghadapi soal-soal tingkat tinggi.

Baca JugaArtikel Terkini Lainnya

bantah jadi Aksi tandingan Isu Penghentian MBG

Bantah Jadi Aksi Tandingan Isu Penghentian MBG, Aksi Mitra MBG Dimotori Anggota DPRD dan DPR RI Fraksi Gerindra?

20/06/2026
Selundupkan Ganja 5 Kg ke Malang, Pengedar Narkoba Antarpulau Diciduk

Selundupkan Ganja 5 Kg ke Malang, Pengedar Narkoba Antarpulau Diciduk

18/06/2026
Load More

“Saya berangkat subuh dari Bojonegoro agar tidak terlambat mengikuti Sesi pertama. Namun, energi saya sudah terkuras di perjalanan. Saat masuk ruang ujian, konsentrasi saya sudah pecah, apalagi harus menghadapi timer yang berjalan sangat cepat,” ujar Andi (24) peserta asal Bojonegoro.

Baca juga: ‎Masuk Hari Ke 14, 81.999 Jemaah Haji Indonesia Telah Berangkat Ke Tanah Suci 

Durasi Pengerjaan Tes CAT Koperasi Merah Putih Dinilai Tidak Manusiawi

Keresahan memuncak saat peserta memasuki subtes kognitif. Meski diinstruksikan membawa pensil untuk perhitungan manual, durasi waktu yang diberikan hanya berkisar 6-8 menit dinilai sangat tidak proporsional. Banyak peserta merasa instruksi logistik menjadi sia-sia karena sempitnya waktu berpikir.

Dimas (25), peserta asal Malang, mengungkapkan kekecewaannya. “Instruksi membawa alat tulis terasa kontradiktif. Untuk membaca soal hingga selesai saja waktunya hampir habis, sehingga kami terpaksa menjawab secara instan berdasarkan insting semata agar tidak gugur otomatis,” ungkapnya pada reporter Swa News.

Tes CAT Koperasi Merah Putih
Beberapa peserta mulai keluar setelah Tes CAT Koperasi Merah Putih(6/5). (Foto: Swa News/Xian)

Ketatnya sistem gugur pada Tes CAT Koperasi Merah Putih dikombinasikan dengan kendala waktu yang ekstrem memicu pertanyaan besar mengenai nasib 30 ribu formasi yang dibuka secara nasional. Jika standarisasi tes CAT Koperasi Merah Putih tidak segera diseimbangkan dengan rasio waktu berpikir yang logis. Dikhawatirkan kuota besar itu tidak terserap secara maksimal karena banyak peserta potensial yang gugur akibat kendala teknis waktu.

Fajar (25), peserta dari Surabaya, turut menyoroti hal ini. “Sangat disayangkan jika lapangan kerja yang luas ini tidak terisi hanya karena filter seleksi yang terlalu mengandalkan kecepatan motorik daripada kedalaman logika pengerjaan soal,” tuturnya saat ditemui di sela pergantian sesi.

Respons Pihak Pelaksana Tes CAT Koperasi Merah Putih

Di sisi lain, panitia pelaksana di Graha Pena menegaskan peran mereka memastikan operasional tes berjalan tertib sesuai aturan pusat. Terkait detail substansi soal dan kebijakan durasi pengerjaan merupakan ketetapan dari instansi pembina terkait yang mengoordinasikan rekrutmen ini.

Hingga berita ini dilaporkan, suasana di Graha Pena masih dipadati peserta yang menunggu giliran sesi berikutnya. Para peserta berharap adanya evaluasi menyeluruh agar proses rekrutmen di masa mendatang lebih mempertimbangkan aspek distribusi lokasi dan keadilan waktu pengerjaan soal bagi seluruh pelamar kerja.(ARD)

Tags: Koperasi Merah PutihManager Koperasi Merah PutihTes CAT
redaksi swanews

redaksi swanews

Swa News adalah media terpercaya yang menyajikan informasi cepat dan tepat.

Related Posts

bantah jadi Aksi tandingan Isu Penghentian MBG
Politik

Bantah Jadi Aksi Tandingan Isu Penghentian MBG, Aksi Mitra MBG Dimotori Anggota DPRD dan DPR RI Fraksi Gerindra?

by Mukhamad Munif
20/06/2026
Selundupkan Ganja 5 Kg ke Malang, Pengedar Narkoba Antarpulau Diciduk
Kriminal

Selundupkan Ganja 5 Kg ke Malang, Pengedar Narkoba Antarpulau Diciduk

by Mukhamad Munif
18/06/2026
Komitmen DPRD Buyar dalam Hitungan Menit, DPRD Dukung Kebijakan Nasional dan Hanya Menyampaikan Aspirasi
News

Komitmen DPRD Buyar dalam Hitungan Menit, DPRD Dukung Kebijakan Nasional dan Hanya Menyampaikan Aspirasi

by Mukhamad Munif
18/06/2026
DPRD Kota Malang Pecah
Jawa Timur

DPRD Kota Malang Pecah, PDIP Akan Evaluasi, Gerindra Klaim Ibu-Ibu Harap Program MBG Lanjut Terus

by Mukhamad Munif
18/06/2026
Gelombang Aksi Mahasiswa Kembali Kepung DPRD Kota Malang, Kawasan Balai Kota Terancam Lumpuh
Jawa Timur

Gelombang Aksi Mahasiswa Kembali Kepung DPRD Kota Malang, Kawasan Balai Kota Terancam Lumpuh

by Mukhamad Munif
17/06/2026
Momentum 1 Muharram, Hijrah Menuju Masyarakat yang Lebih Baik
Agama

Momentum 1 Muharram, Hijrah Menuju Masyarakat yang Lebih Baik

by Mukhamad Munif
17/06/2026
Next Post
OJK Malang Tingkatkan Literasi Keuangan Perempuan Lewat Talk Show

OJK Malang Tingkatkan Literasi Keuangan Perempuan Lewat Talk Show

POPULAR NEWS

Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 20 Maret 2026 Keputusan Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading Malang

Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 20 Maret 2026 Keputusan Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading Malang

15/03/2026
Jurusan sepi peminat di UPN

Pasti Lulus! Ini 15 Jurusan Sepi Peminat di UPN Jatim SNBT 2026

30/03/2026
Pelabuhan Tarebung Diblokade Penumpang! Ada Dugaan Sistem Lelang Terselubung Penjualan Tiket Kendaraan Roda Empat

Pelabuhan Tarebung Diblokade Penumpang! Ada Dugaan Sistem Lelang Terselubung Penjualan Tiket Kendaraan Roda Empat

15/04/2026
Sosok Amithya, Ketua DPRD yang Berani Tolak Program MBG dan Kopdes Merah Putih di Kota Malang

Sosok Amithya, Ketua DPRD yang Berani Tolak Program MBG dan Kopdes Merah Putih di Kota Malang

16/06/2026
Kontroversi Zainal Habib: Menag Tegas Tolak Pelecehan, Rektor UIN Malang Tetap Angkat Plt WR AUPK, Tuai Kritik Dosen Hingga Mahasiswa

Kontroversi Zainal Habib: Menag Tegas Tolak Pelecehan, Rektor UIN Malang Tetap Angkat Plt WR AUPK, Tuai Kritik Dosen Hingga Mahasiswa

14/11/2025

EDITOR'S PICK

Motor Mahasiswa UB Hilang

Hanya 2 Menit Motor Mahasiswa UB Hilang saat Ditinggal Sembahyang 

11/02/2026
Prediksi JK Terkait Defisit Fiskal dan Kemungkinan Potensi Chaos

Prediksi JK Terkait Defisit Fiskal dan Kemungkinan Potensi Chaos

09/04/2026
Ribuan Pria Kediri Alami Gangguan Jiwa, Apa Penyebabnya?

Ribuan Pria Kediri Alami Gangguan Jiwa, Apa Penyebabnya?

21/04/2025
ASN Pemkot Malang wajib pakai jersey Piala Dunia

Ikuti Arahan Kemendagri, ASN Pemkot Malang Wajib Pakai Jersey Piala Dunia Setiap Hari Jumat

19/06/2026
logo swanews

© 2026 Swa News Indonesia

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Kerjasama & Iklan
  • Karier
  • Kontak & Alamat
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini

© 2026 Swa News Indonesia - Cepat | Mencerahkan

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
© Swa News | Cepat dan Mencerahkan