Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com
Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.
Batu, Swa News – Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Mardiono, menegaskan bahwa kehadiran partainya tidak hanya berorientasi pada kepentingan elektoral, tetapi juga mengemban amanat untuk memperjuangkan kesejahteraan masyarakat. Hal itu disampaikan saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota Fraksi PPP se-Jawa Timur di Kota Batu, Jumat (31/7/2026).

Dalam pembukaan kegiatan tersebut, Ketum PPP Mardiono secara simbolis menyerahkan santunan kepada anak yatim. Prosesi itu menjadi penutup rangkaian acara pembukaan yang diawali dengan penampilan hadrah, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, serta doa yang dipimpin para masyayikh.
Baca juga: DPW PPP Jawa Timur Perkuat Konsolidasi, Targetkan Kembali ke Senayan pada Pemilu 2029
Ketua DPW PPP Jawa Timur, Arif Winarno, mengatakan semangat keumatan dan kerakyatan menjadi ruh perjuangan partai sejak pertama kali berdiri. Menurutnya, PPP lahir pada 5 Januari 1973 melalui fusi empat partai Islam, yakni Nahdlatul Ulama (NU), Parmusi, PSII, dan Perti sebagai respons terhadap kebijakan penyederhanaan partai politik.
“PPP lahir karena kebutuhan umat Islam dan menjadi bagian dari sejarah perjuangan umat Islam di Indonesia. Hari ini kita mengemban amanah masyarakat. Amanah itu harus dijaga dan dijalankan dengan penuh tanggung jawab,” ujar Arif.
Senada dengan itu, Ketum PPP Mardiono menegaskan bahwa seluruh kader memiliki tanggung jawab menjalankan amanat konstitusi, khususnya UUD 1945 Pasal 31 tentang hak memperoleh pendidikan dan Pasal 34 mengenai kesejahteraan sosial.
“Kader PPP mengemban amanat kerakyatan dan keumatan sebagaimana termuat dalam UUD 1945 serta khittah perjuangan umat Islam,” katanya.
Pesan Ketum PPP Mardiono pada Kader PPP di Daerah
Dalam kesempatan tersebut, Ketum PPP Mardiono juga mengingatkan sekitar 980 anggota legislatif PPP di seluruh Indonesia agar tetap berpihak kepada masyarakat di tengah tantangan ekonomi dan politik global yang berdampak pada kondisi dalam negeri.
“Situasi dunia sedang tidak baik-baik saja. Karena itu saya mengingatkan seluruh anggota fraksi agar melindungi kepentingan rakyat. Jangan sampai terpengaruh permainan para cukong. Wakil rakyat harus memastikan berbagai subsidi pemerintah benar-benar diterima masyarakat, mulai subsidi pupuk, LPG 3 kilogram, bantuan sosial hingga subsidi beras,” tegasnya.
Selain itu, Mardiono menilai dinamika yang terjadi dalam kehidupan demokrasi maupun di internal PPP merupakan hal yang wajar. Menurutnya, perbedaan pandangan dapat menjadi mekanisme kontrol selama tetap mengedepankan kepentingan rakyat dan rasa keadilan.
“Dinamika dalam negara demokrasi adalah hal yang wajar. Selama pro dan kontra itu bermuara pada kebijakan yang berpihak kepada rakyat dan berkeadilan, maka itu merupakan bagian dari proses demokrasi,” pungkasnya. (MM)
Pewarta: M. Munif
Editor: Tim Redaksi


















