Rabu, November 4, 2026
Swa News
No Result
View All Result
  • Login
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini
No Result
View All Result
Swa News
No Result
View All Result
Home Hukum Kriminal

JRP Klaim Pembuatan Pagar Laut 30,16 KM Swadaya Nelayan, Tokoh Nelayan Banten: Bohong!

redaksi swanewsbyredaksi swanews
24/01/2025
in Kriminal, Nasional, News, Politik
0
0
SHARES
103
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp
Logo SWA Indonesia

Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com

Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.

✨ Jangkauan Nasional ✍️ Personal Branding 🤝 Komunitas Intelektual
Gabung Kolumnis Kirim Naskah Artikel

Jakarta, Swa News – Koordinator Jaringan Rakyat Pantura (JRP), Sandi Martapraja, mengklaim bahwa pembuatan pagar laut sepanjang 30,16 kilometer di kawasan pesisir Tangerang dilakukan melalui swadaya masyarakat.

JRP Klaim Pembuatan Pagar Laut 30,16 KM Swadaya Nelayan, Tokoh Nelayan Banten: Bohong!

Baca JugaArtikel Terkini Lainnya

Inovasi Bakpia Almond Mahasiswa UB

Inovasi Bakpia Almond Mahasiswa UB Sabet Juara 1 di Ajang Internasional Hong Kong

03/11/2026
FK UB dan BRIN

FK UB dan BRIN Perkuat Sinergi Riset Vaksin Tuberkulosis Demi Kemandirian Nasional

03/11/2026
Load More

Sandi berkali-kali meyakinkan peserta diskusi di acara Indonesia Lawyers Club (ILC) yang dipandu jurnalis senior Karni Ilyas.

Namun, banyak sanggahan dari peserta diskusi terkait rasionalitas kemampuan ekonomi nelayan pesisir Tangerang yang diklaim melakukan swadaya tersebut.

Salah satu sanggahan datang dari Kholid, peserta yang mewakili nelayan Banten. Sebagai nelayan sehari-hari, Kholid memahami betul situasi ekonomi nelayan.

Menurutnya, kondisi ekonomi nelayan Tangerang sangat berat, sehingga mustahil mereka mampu melakukan swadaya untuk pembuatan pagar laut dari bambu tersebut.

 

“Bagaimana mampu bayar iuran untuk swadaya pembuatan pagar laut? Untuk menutupi kebutuhan hidup sehari-hari dan biaya operasional saja sudah sangat susah,” tegas Kholid.

 

Namun, pendukung pembuatan pagar laut, seperti staf aparat desa, LSM, dan pihak lain, tetap berusaha memberikan argumen pembenaran. Meski begitu, argumen mereka mampu dibantah oleh Kholid.

Bahkan sebelum muncul kabar mengenai keterkaitan pagar laut dengan pihak konglomerat Aguan, Kholid telah mengungkap adanya HGB dan SHM yang dimiliki pengusaha yang mendapat PSN.

 

“Kita tahu siapa yang bermain di balik pemagaran laut ini. Ada konglomerat yang telah mendapatkan PSN dari penguasa sebelumnya,” jelas Kholid.

 

Argumen Kholid tentang keterbatasan kemampuan ekonomi nelayan Tangerang sangat realistis. Ia menegaskan, tidak mungkin masyarakat nelayan mampu membiayai swadaya pembuatan pagar laut tersebut.

Jika dihitung, biaya pembuatan pagar laut dari bambu sepanjang 30,16 kilometer sangat besar. Harga bambu 6 meter per batang diperkirakan minimal Rp15 ribu, sedangkan harga tertinggi di Tangerang bisa mencapai Rp22 ribu.

Untuk setiap meter pagar dibutuhkan 15 batang bambu, sehingga anggaran per meternya mencapai Rp225 ribu. Dengan panjang pagar 30 kilometer, total biaya untuk bambu saja mencapai Rp9,6 miliar.

Ditambah biaya tenaga kerja yang diperkirakan sebesar 30% dari total anggaran, sekitar Rp3 miliar, maka secara keseluruhan biaya yang dibutuhkan mencapai Rp12,6 miliar.

 

Belum lagi ada kebutuhan papan catwalk dengan harga Rp75 ribu per meter, material pendukung Rp20 ribu per meter, serta tambahan biaya transportasi dan konsumsi yang tidak sedikit.

Melalui perhitungan tersebut, dapat dinilai siapa yang lebih masuk akal: Koordinator Jaringan Rakyat Pantura (JRP), Sandi Martapraja, atau Kholid, nelayan Banten?

Bisa diduga, ada keuntungan besar yang beredar dalam skandal ini. (is)


JRP Klaim Pembuatan Pagar Laut 30,16 KM Swadaya Nelayan, Tokoh Nelayan Banten: Bohong!
Tags: Kholid nelayanPembuatan pagar laut
redaksi swanews

redaksi swanews

Swa News adalah media terpercaya yang menyajikan informasi cepat dan tepat.

Related Posts

Inovasi Bakpia Almond Mahasiswa UB
News

Inovasi Bakpia Almond Mahasiswa UB Sabet Juara 1 di Ajang Internasional Hong Kong

byArdian FRand1 others
03/11/2026
FK UB dan BRIN
News

FK UB dan BRIN Perkuat Sinergi Riset Vaksin Tuberkulosis Demi Kemandirian Nasional

byArdian FRand1 others
03/11/2026
mahasiswa UMM Riset Hukum Komparatif di UniSZA
News

Perluas Wawasan Global, 10 Mahasiswa UMM Jalani Riset Hukum Komparatif di UniSZA Malaysia

byArdian FRand1 others
03/11/2026
Program Living Class UMM
News

Rektor UMM Dorong Alumni Hadirkan Program Living Class untuk Perkaya Pembelajaran Mahasiswa

byArdian FRand1 others
03/11/2026
Rotasi Besar di Pemkot Batu
News

Rotasi Besar di Pemkot Batu, 154 Pejabat Dilantik

byImam Hanifah
03/11/2026
Konferensi Pers Putusan Suket Ijazah Gibran
News

Diduga Ada Tekanan saat MA Mendadak Batalkan Konferensi Pers Putusan Suket Ijazah Gibran

byImam Hanifah
03/11/2026
Next Post
Tragedi Koper Merah Ngawi: Polisi Ungkap Identitas Korban Mutilasi

Tragedi Koper Merah Ngawi: Polisi Ungkap Identitas Korban Mutilasi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

Jurusan sepi peminat di UPN

Pasti Lulus! Ini 15 Jurusan Sepi Peminat di UPN Jatim SNBT 2026

30/03/2026
Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 20 Maret 2026 Keputusan Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading Malang

Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 20 Maret 2026 Keputusan Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading Malang

15/03/2026
Kontroversi Zainal Habib: Menag Tegas Tolak Pelecehan, Rektor UIN Malang Tetap Angkat Plt WR AUPK, Tuai Kritik Dosen Hingga Mahasiswa

Kontroversi Zainal Habib: Menag Tegas Tolak Pelecehan, Rektor UIN Malang Tetap Angkat Plt WR AUPK, Tuai Kritik Dosen Hingga Mahasiswa

14/11/2025
jadwal bus malang blitar

Wajib Tahu! Jadwal Bus Malang Blitar Terlengkap 2026: Lengkap dengan Jam Berangkat dan Pilihan Bus

14/03/2026
Sosok Amithya, Ketua DPRD yang Berani Tolak Program MBG dan Kopdes Merah Putih di Kota Malang

Sosok Amithya, Ketua DPRD yang Berani Tolak Program MBG dan Kopdes Merah Putih di Kota Malang

16/06/2026

EDITOR'S PICK

Yai MIM Akan Menempuh Jalur Hukum Menggugat Ketua Senat UIN Malang, Diduga Bocorkan Dokumen Medis?

Yai MIM Akan Menempuh Jalur Hukum Menggugat Ketua Senat UIN Malang, Diduga Bocorkan Dokumen Medis?

17/10/2025
Maba UB Pilah Sampah Berhadiah pada Puncak Penutupan RAJA Brawijaya

Maba UB Pilah Sampah Berhadiah pada Puncak Penutupan RAJA Brawijaya

30/08/2026
Tim Gabungan Kota Malang Sidak Dua Tempat Hiburan

Perangi Narkoba, Tim Gabungan Kota Malang Sidak Dua Tempat Hiburan Malam

20/10/2026
Prakiraan Cuaca Kota Malang 4 April 2026 

Prakiraan Cuaca Kota Malang 4 April 2026 dan Sekitarnya

03/04/2026
logo swanews

© 2026 Swa News Indonesia

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Kerjasama & Iklan
  • Karier
  • Kontak & Alamat
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini

© 2026 Swa News Indonesia - Cepat | Mencerahkan

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
© Swa News | Cepat dan Mencerahkan