Rabu, Mei 6, 2026
Swa News
No Result
View All Result
  • Login
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini
No Result
View All Result
Swa News
No Result
View All Result
Home Ekonomi

MBG dan IKN

Hara Nirankara by Hara Nirankara
24/04/2025
in Ekonomi, Kolom, Opini
0
0
SHARES
100
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

MBG dan IKN

Oleh: Hara Nirankara

 

Pemangkasan anggaran yang dilakukan oleh pemerintah seperti sebuah prolog dalam cerita rakyat, yang mana menggambarkan secara singkat tentang efek domino bagi mereka yang suka terhadap teka-teki. MBG, janji kampanye utama Prabowo, mulai diuji coba pada 2025 dengan anggaran awal puluhan triliun rupiah dan diproyeksikan mencapai Rp400 triliun per tahun saat program ini berjalan penuh.

MBG dan IKN

Mbg dan ikn

Program MBG ini dibiayai sebagian dari realokasi anggaran yang dipangkas, termasuk pos promosi dan rapat. MBG pun menuai kritik keras dari banyak kalangan karena terdapat masalah serius seperti kendala logistik di daerah terpencil, kualitas gizi yang dipertanyakan, serta adanya potensi korupsi di dalam pengadaannya.

Carousel Gambar Artikel

Pemerintah sendiri mengklaim bahwa MBG akan menciptakan multiplier effect melalui lapangan kerja di sektor pertanian dan UMKM, tetapi per April 2025, manfaat ini masih samar-samar terlihat, sementara dampak negatifnya sudah sering ditelanjangi.

Sementara IKN merupakan sebuah proyek ambisius dengan anggaran sebesar Rp 466 triliun hingga 2030, yang mana diharapkan mampu meningkatkan pemasukan negara melalui investasi serta perputaran uang yang beredar di dalamnya. Namun, IKN dikritik sebagai inisiatif eksklusif yang lebih menguntungkan investor besar ketimbang masyarakat luas. Pengalihan anggaran ke IKN, meskipun tidak secara langsung bersumber dari belanja K/L pada pos promosi media, justru semakin memperparah tekanan pada sektor lain karena APBN menjadi lebih ketat.

Baca JugaArtikel Terkini Lainnya

Pendidikan Kontekstual Sebagai Jalan Partisipasi Semesta, Dari Ruang Kelas Menuju Realitas

Pendidikan Kontekstual Sebagai Jalan Partisipasi Semesta, Dari Ruang Kelas Menuju Realitas

03/05/2026
Pedagang Telur Gulung Raup Cuan Saat Buruh Turun Jalan

Pedagang Telur Gulung Raup Cuan Saat Buruh Turun Jalan

02/05/2026
Load More

Narasi bahwa MBG dan IKN adalah investasi jangka panjang untuk SDM dan pertumbuhan ekonomi begitu terasa hampa ketika pekerja media dan perhotelan kehilangan mata pencaharian mereka hari ini, esok, atau seminggu lagi.

Efek Domino

Efek domino dari kebijakan pemangkasan anggaran ini tidak bisa kita abaikan begitu saja, karena ketika anggaran promosi dipangkas, media lokal akan kehilangan kontrak iklan, memaksa mereka mengurangi staf atau bahkan menutup layanan mereka.

Baca juga: Gonjang-Ganjing Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sumenep Dihentikan, Ada Problem Apa?

Jurnalis dan pekerja kreatif, yang sebagian besar adalah kelas menengah, menghadapi penurunan daya beli, yang kemudian memengaruhi bisnis lokal seperti warung makan atau transportasi. Di sektor perhotelan, penurunan acara pemerintah menyebabkan PHK di antara pekerja hotel, katering, dan jasa pendukung.

UMKM yang bekerja sama dengan kedua industri ini (misalnya, penyedia konten atau makanan), juga akan ikut terpukul. Kelas menengah, yang menyumbang 56% PDB melalui konsumsi rumah tangga, menjadi korban utama, dengan rasio kredit bermasalah (NPL) naik ke angka 2,19% pada 2024 sebagai indikator tekanan finansial (Bank Indonesia, 2024).

Apakah efek domino ini akan semakin “liar” seperti prediksi saya? Mungkin tidak sampai pada tahap yang menyebabkan krisis ekonomi nasional, tetapi dampaknya cukup parah untuk mengguncang sektor tertentu. Pertumbuhan ekonomi yang diproyeksikan melambat ke sekitar 5% pada 2025, menunjukkan bahwa konsumsi domestik, yang bergantung pada kelas menengah, sedang tertekan (World Bank, 2025).

MBG, yang diharapkan bisa menjadi penyelamat, belum menunjukkan multiplier effect yang signifikan di tahap awal, sementara IKN tetap menjadi proyek jangka panjang dengan manfaat yang belum merata. Kebijakan pemangkasan anggaran untuk MBG dan IKN ini, alih-alih dapat menyeimbangkan fiskal dan pertumbuhan, justru menciptakan ketimpangan sosial yang baru akibat prioritas elit versus kelangsungan hidup pekerja di sektor jasa.

Menyeimbangkan Prioritas

Kebijakan pemangkasan anggaran tidak sepenuhnya salah, karena tekanan fiskal sendiri memang mengharuskan penghematan. Namun, pengalihan dana ke MBG dan IKN jika tanpa dibarengi dengan strategi mitigasi yang memadai untuk sektor terdampak merupakan sebuah kelalaian.

Maka dari itu, saran yang bisa ditawarkan untuk menghalau ancaman badai PHK akibat pemangkasan anggaran ini yaitu:

(1) Dukungan transisi untuk media dan perhotelan, di mana pemerintah dapat menyediakan insentif pajak atau subsidi sementara untuk media lokal dan hotel yang terpukul, sembari mendorong mereka beralih ke model bisnis yang lebih mandiri, seperti konten digital atau pariwisata swasta.

(2) Transparansi dan efisiensi MBG, yang mana MBG harus dikelola dengan transparansi tinggi untuk menghindari korupsi, dengan berfokus pada pemberdayaan UMKM lokal sebagai penyedia bahan pangan karena dapat mempercepat multiplier effect dan mengimbangi dampak negatif pada sektor lain.

(3) Inklusivitas IKN, di mana proyek IKN perlu melibatkan lebih banyak pelaku ekonomi lokal, bukan hanya investor besar, untuk memastikan manfaatnya bisa dirasakan secara luas dan tidak memperdalam persepsi eksklusivitas.

(4) Perlindungan kelas menengah, misalnya program pelatihan ulang (reskilling) bagi pekerja media dan perhotelan yang terancam PHK, di mana dapat membantu mereka beradaptasi dengan sektor baru, seperti teknologi atau pariwisata berbasis digital.

Kesimpulan

Kebijakan pemangkasan anggaran yang dilakukan oleh pemerintah, dengan pengalihan dana ke MBG dan IKN, telah menciptakan efek domino yang merugikan industri media dan perhotelan, memicu ancaman PHK, dan melemahkan kelas menengah sebagai tulang punggung ekonomi Indonesia. Meskipun MBG dan IKN dijanjikan sebagai investasi jangka panjang, manfaatnya masih samar hingga sekarang, sementara pekerja sektor jasa menanggung beban yang makin terasa berat sehari-harinya di tengah lemahnya ekonomi nasional.

Maka dari itu, mengorbankan mata pencaharian demi proyek besar tanpa mitigasi adalah resep yang lezat untuk ketimpangan. Namun, dengan langkah konstruktif seperti dukungan transisi dan transparansi, pemerintah masih bisa menyeimbangkan visi ambisiusnya dengan keadilan ekonomi.

Nah, yang jadi pertanyaannya, “Apakah kita akan terus memuja prioritas megah sekaligus mengabaikan jeritan pekerja yang kehilangan harapan?”

 


Hara Nirankara

Penulis dan Konten Kreator

Hara Nirankara

Hara Nirankara

Penulis dan Kreator konten

Related Posts

Pendidikan Kontekstual Sebagai Jalan Partisipasi Semesta, Dari Ruang Kelas Menuju Realitas
Pendidikan

Pendidikan Kontekstual Sebagai Jalan Partisipasi Semesta, Dari Ruang Kelas Menuju Realitas

by redaksi swanews
03/05/2026
Pedagang Telur Gulung Raup Cuan Saat Buruh Turun Jalan
Ekonomi

Pedagang Telur Gulung Raup Cuan Saat Buruh Turun Jalan

by redaksi swanews
02/05/2026
‎Lahan Makin Menyusut, Apel Batu Kian Merosot
Wisata dan Kuliner

‎Lahan Makin Menyusut, Apel Batu Kian Merosot

by redaksi swanews
29/04/2026
Viral ! Angsle Buah Pak Mat Mawar, Pembeli Rela Antre Sebelum Buka
Wisata dan Kuliner

Viral ! Angsle Buah Pak Mat Mawar, Pembeli Rela Antre Sebelum Buka

by redaksi swanews
27/04/2026
Relokasi Pasar Induk Gadang Dikebut, Pedagang Apresiasi Meski Bayang Trauma Masih Ada
UMKM

Relokasi Pasar Induk Gadang Dikebut, Pedagang Apresiasi Meski Bayang Trauma Masih Ada

by redaksi swanews
25/04/2026
Antara Keras dan Kejam: Salah Paham yang Melahirkan Krisis Moral di Sekolah
Kolom

Antara Keras dan Kejam: Salah Paham yang Melahirkan Krisis Moral di Sekolah

by redaksi swanews
22/04/2026
Next Post
Mengupas Peta Kekuatan Trio Srikandi Guru Besar Bakal Calon Rektor UIN Maliki Malang 2025–2029

Mengupas Peta Kekuatan Trio Srikandi Guru Besar Bakal Calon Rektor UIN Maliki Malang 2025–2029

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 20 Maret 2026 Keputusan Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading Malang

Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 20 Maret 2026 Keputusan Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading Malang

15/03/2026
Pelabuhan Tarebung Diblokade Penumpang! Ada Dugaan Sistem Lelang Terselubung Penjualan Tiket Kendaraan Roda Empat

Pelabuhan Tarebung Diblokade Penumpang! Ada Dugaan Sistem Lelang Terselubung Penjualan Tiket Kendaraan Roda Empat

15/04/2026
Kontroversi Zainal Habib: Menag Tegas Tolak Pelecehan, Rektor UIN Malang Tetap Angkat Plt WR AUPK, Tuai Kritik Dosen Hingga Mahasiswa

Kontroversi Zainal Habib: Menag Tegas Tolak Pelecehan, Rektor UIN Malang Tetap Angkat Plt WR AUPK, Tuai Kritik Dosen Hingga Mahasiswa

14/11/2025
Demo Bagi-Bagi Baju Gratis dan Takjil, Gaya Unik Berbagi ala Pemuda Lowokdoro

Demo Bagi-Bagi Baju Gratis dan Takjil, Gaya Unik Berbagi ala Pemuda Lowokdoro

02/03/2026
Tetap Sering Padam! Pengelolaan Listrik di Pulau Sapudi Dikritisi Anggota DPRD Sumenep, PLN Tidak Respon

Tetap Sering Padam! Pengelolaan Listrik di Pulau Sapudi Dikritisi Anggota DPRD Sumenep, PLN Tidak Respon

17/03/2026

EDITOR'S PICK

Anti-klimaks! Hasto Tidak Ditahan Setelah 3,5 Jam Pemeriksaan KPK, Apa Takut Ancaman?

Anti-klimaks! Hasto Tidak Ditahan Setelah 3,5 Jam Pemeriksaan KPK, Apa Takut Ancaman?

13/01/2025
HABIB !

HABIB !

12/01/2025
Potret Maternity Lesty Kejora: Elegan dan Inspiratif untuk Para Bumil

Potret Maternity Lesty Kejora: Elegan dan Inspiratif untuk Para Bumil

27/01/2025
Kontroversi Pagar Laut ! Kerugian Capai 116,9 Miliar? 

Kontroversi Pagar Laut ! Kerugian Capai 116,9 Miliar? 

16/01/2025
logo swanews

© 2026 Swa News Indonesia

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Kerjasama & Iklan
  • Karier
  • Kontak & Alamat
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini

© 2026 Swa News Indonesia - Cepat | Mencerahkan

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
© Swa News | Cepat dan Mencerahkan