Malang, Swa News– Aksi massa pada Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Kota Malang tak hanya jadi ruang aspirasi, tapi juga membawa dampak ekonomi bagi masyarakat. (01/05/2026)

Ratusan massa aksi memadati halaman Gedung DPRD dan Balai Kota Malang. Banyak pedagang kaki lima (PKL) menemukan peluang untuk menjajakan dagangannya.
Sohib (45), Pedagang Telur Gulung dari comboran mengaku bahwa momen unjuk rasa ini menjadi kesempatan emas baginya meraup pundi rupiah. Sejak massa aksi berkumpul di alun-alun Merdeka, ia terus mengikutinya hingga ke halaman Gedung DPRD dan Balai Kota Malang.
“Iya sering, setiap demo datang. Leh tadi itu mereka berkumpul di alun-alun, terus saya buntuti sampai sini.” Ucapnya kepada wartawan Swa News (1/5/26).
Baca juga: New Orde Baru! Buruh Malang Tolak Imperialisme dan Militerisme
Kehadiran massa aksi yang terus berdatangan membuat dagangannya laris manis diserbu pembeli. Biasanya ia harus berjualan dari pagi hingga malam untuk menghabiskan dagangannya. Namun dengan adanya unjuk rasa ini, hanya butuh 3 jam dagangannya ludes terjual.
“Saya jualan di alun-alun dari jam 8 sampai malam baru habis, kalau ada demo begini biasanya hanya sebentar gitu udah habis,” ucapnya sumringah.
Suasana aksi yang berlangsung tertib membuat para pedagang merasa aman dan nyaman berjualan. Interaksi antara peserta aksi dan pedagang pun berjalan hangat. Menciptakan suasana penuh semangat perjuangan dan juga kebersamaan.
Kesaksian Pedagang Telur Gulung pada Aksi 2025
Jauh berbeda dengan pengalamannya saat jualan pada aksi Agustus 2025 yang sempat ricuh. Bahkan membuat pedagang telur gulung tersebut harus ikut bergesekan dengan aparat keamanan. Ia juga menceritakan bahwa sampai ikut mengangkat para pendemo yang tak berdaya karena terkena gas air mata.

“Beda ini, sebelumnya sempat ricuh, sampek saya juga ikut tukaran sama aparat keamanan, bahkan saya ikut ngangkat orang yang terkena gas air mata kemaren, ” Tuturnya.
Seringkali aksi massa dipandang negatif bagi sebagian orang. Di sisi lain, tak banyak orang tahu jika unjuk rasa memberi manfaat langsung bagi masyarakat kecil. Para pedagang kaki lima berharap setiap unjuk rasa dapat berlangsung dengan tertib. Sehingga tak hanya menjadi wadah aspirasi, tetapi juga membuka peluang rezeki bagi mereka. (HND)

















