Malang, Swa News— Sebutan “Malang Surganya Kuliner” bukanlah isapan jempol. Lapak mangkalnya Angsle Buah Pak Mat Mawar di Mojolangu, Lowokwaru, Kota Malang sudah diserbu pengunjung bahkan sebelum buka.

Meski baru buka selepas magrib sekitar pukul 17.30 WIB sejumlah pengunjung terlihat datang lebih awal. Memarkirkan motor disamping toko bangunan dan tak lama terbentuk antrean secara perlahan.
Hampir setiap hari, beberapa pembeli memilih datang sebelum buka. Menghindari antrean panjang jika datang terlalu malam. Sementara yang lain tidak ingin kehabisan menu favorit.
Baca juga: Saatnya Mengembalikan Fungsi Sarinah Malang Menjadi Pusat Kegiatan Rakyat
“Bukanya memang sehabis maghrib, mas. Kami punya banyak varian rasa angsle dan ronde. Dengan tambahan buah biar tetap sesuai selera juga,” Ungkap Pak Mat pada jurnalis Swa News.
Ramainya pembeli sebelum waktu operasional menunjukkan tingginya minat masyarakat. Apalagi kuliner kaki lima, antrean mengular sebelum buka dapat menjadi satu indikator. Kalau usaha tersebut memiliki daya tarik yang kuat hingga membentuk pelanggan tetap.

Inovasi Menu Angsle Buah Pak Mat Mawar Jadi Favorit Pelanggan
Menu yang ditawarkan tergolong ekonomis. Hanya dengan 10 ribu, pelanggan bisa menikmati angsle original ataupun ronde. Jika menambah toping serabi hanya dibandrol 13 ribu. Selain itu, tampak terlihat Inovasi dengan hadirnya menu angsle aneka rasa. Mulai dari rasa Oreo, Coklat, hingga kombinasi aneka buah. Seperti nangka, alpukat, buah naga, dan durian. Harga yang ditawarkan hanya berkisar antara 17 hingga 20 ribu tergantung varian yang dipilih.
Titin (IRT), salah satu pelanggan mengaku rela datang lebih awal agar tak perlu mengantre terlalu lama untuk mendapatkan angsle favoritnya.
“Memang sengaja datang sebelum buka. Kalau sudah malam, antreannya lebih panjang. Rasanya juga enak dan pilihannya banyak, jadi tidak bosan,” Ujarnya sambil menunjukkan angsle yang ia beli.
Sebenarnya Angsle Buah Pak Mat Mawar sudah melayani pemesanan melalui GoFood dan GrabGood. Namun, banyak pelanggan tetap memilih datang langsung. Guna merasakan suasana malam dan memastikan pesanan didapat lebih cepat. Meskipun tren kuliner silih berganti, inovasi serta kreativitas bisa mendatangkan daya tarik tersendiri bagi masyarakat. (ARD)
Reporter: Ardian
Editor: M. Munif

















