Malang, Swa News– Telaga Madiredo tidak hanya sebuah tempat wisata, tetapi juga memiliki cerita legenda yang berkembang di masyarakat sekitar.
Menurut legenda yang berkembang, telaga di Desa Madiredo Kecamatan Pujon Kabupaten Malang itu adalah tempat dibuangnya pusaka Cupu Manik Astagina saat terjadi perebutan.

Chandra Aris Suhermawan, Manager Operasional Telaga Madiredo menyampaikan, masyarakat sekitar juga percaya bahwa dulunya Telaga ini menjadi tempat pemandian para bidadari.
”Sehingga masyarakat sekitar juga percaya, mandi di Telaga Madiredo dapat menyebabkan awet muda dan untuk membuang kesialan,” katanya, Sabtu (16/5/2026).
Baca juga: Memukau ! Patung Sungkem di Balai Kota Batu, Mengenal Sisi Lain Sang Proklamator
Telaga ini dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Madiredo pada 2017. Pembangunan Telaga Madiredo baru dilakukan pada 2021 dan kemudian dibuka pada 2022.
Sebelum dibangun sebagai tempat wisata, Telaga ini dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk sekadar bermain. Sedangkan, aliran airnya dimanfaatkan oleh petani untuk mengairi sawah.
”Kami juga memiliki beberapa spot foto menarik yang dikelilingi oleh pepohonan dan persawahan,” sambung Chandra.
Telaga Madiredo Alternatif Wisata Murah di Malang nan Perawan
Pepohonan rimbun berjejer mengelilingi telaga, air jernih yang segar mengalir langsung dari sumber. Sangking jernihnya, ikan dan tumbuhan nampak jelas bak lukisan raksasa. Fasilitas yang tersedia pun tergolong lengkap. Seperti permainan sepeda air, playground, spot selfi, dan kafe untuk penikmat kuliner.
”Untuk harga tiket kita bandrol hanya Rp 10 ribu perorang. Baik akhir pekan, hari libur atau hari biasa harganya tetap sama. Untuk parkir kendaraan mobil Rp5 ribu, Sepeda motor Rp3 ribu,” pungkas Chandra.

















