Malang, Swa News – Pemilihan Calon Anggota Dewan Pendidikan Kota Malang (DPKM) 2026–2030 menjadi momentum penting menghadirkan gagasan baru bagi penguatan pendidikan di Kota Malang (12/05/2026).
Salah satu figur muda yang mencuat di Pemilihan DPKM Kota Malang adalah Muhammad Andika Rizqi Fauzi, S.AP., M.AP., akademisi muda Universitas Brawijaya yang menawarkan konsep pendidikan kolaboratif berkelanjutan untuk menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Rizqi merupakan dosen praktisi Fakultas Vokasi Universitas Brawijaya, pengusaha muda, serta Ketua Bidang di Gabungan Pengusaha Konstruksi Nasional Indonesia (GAPEKNAS). Ia juga tengah menempuh studi doktoral di Universitas Brawijaya dan pernah memiliki pengalaman sebagai pengawas pemilu.
Menurutnya, tantangan pendidikan saat ini tidak bisa diselesaikan dengan pola lama yang kaku. Generasi muda dituntut lebih adaptif terhadap perubahan zaman, sehingga dibutuhkan cara pandang yang lebih dekat dengan realitas pelajar.
“Banyak senior berpengalaman, tetapi memahami dan mengurai tantangan pendidikan tidak cukup hanya dari balik meja. Pelajar sekarang harus terampil, mandiri, dan selalu siap menghadapi perubahan yang cepat,” ungkapnya kepada Swa News.
Sebagai Kota Pendidikan, Malang memiliki modal besar. Dalam riset yang ia lakukan pada 2022, terdapat 59 perguruan tinggi dengan sekitar 330 ribu mahasiswa aktif, serta 11 SMA negeri dan puluhan SMA swasta. Namun, menurut Rizqi, besarnya jumlah kampus belum otomatis membuat kualitas pendidikan merata dari jenjang dasar hingga perguruan tinggi.
“Kalau data seperti ini hanya ditumpuk di atas meja, ya hanya jadi angka administratif. Perlu upaya lebih untuk membangun kolaborasi dengan stakeholder lintas bidang,” tegasnya.
Gagasan Akademisi Muda Brawijaya di Pemilihan DPKM Kota Malang
Dalam Pemilihan DPKM Kota Malang, Rizqi membawa gagasan collaborative governance dalam kebijakan pendidikan Kota Malang, termasuk mengawal program seragam gratis dan beasiswa pendidikan.
Menurutnya, program itu harus dijalankan dengan data akurat, sasaran tepat, dan pengawasan bersama agar benar-benar berdampak. Ia menegaskan, fondasi pendidikan dasar dan menengah harus diperkuat karena dari sanalah minat belajar, kepercayaan diri, dan kesiapan siswa menuju masa depan dibentuk.
“Kita harus sadar, kalau selama ini banyaknya kampus dan lembaga pendidikan belum sepenuhnya berdampak. Karenanya perlu diperkuat fondasi utama pada pendidikan dasar dan menengah,” tambahnya. (MJL*)

















