Blitar, Swa News– Sejumlah mahasiswi mengaku menjadi korban pelecehan seksual oleh oknum yang diduga dosen di Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar. Pengakuan ini tentu membuat geger warga Kota Bung Karno tersebut.

Dilansir dari beritajatim, Ketua Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) UNU Blitar, Ahmad Kafi, yang mendampingi korban menjelaskan adanya ucapan tidak pantas yang dilontarkan oleh oknum dosen tersebut (9/5/2026).
Menurutnya, pelecehan mahasiswa UNU terjadi saat proses perkuliahan berlangsung di ruang kelas.
”Yang verbal itu juga pelecehan secara omongan, seperti, b*****mu gede s****u gede to seperti itu,” ungkapnya,
Selain ucapan tidak senonoh, urai Kafi, korban juga mengaku mengalami pelecehan fisik. Seperti dipeluk hingga diraba pada bagian tubuh tertentu.
Bahkan, para mahasiswa menyebut tindakan pelecehan mahasiswa UNU tersebut dilakukan berulang kali kepada beberapa korban. Namun mereka tidak dapat merekam kejadian karena adanya aturan larangan membawa ponsel ke dalam kelas.
”Setelah satu korban berani laporan ternyata diselidiki lagi ada 4 korban lain yang diperlakukan sama,” urainya.
Kejadian Berulang Pelecehan Mahasiswa UNU Blitar
Diketahui, oknum dosen tersebut sebelumnya pernah tidak diperkenankan mengajar karena kasus serupa. Namun setelah kembali aktif, dugaan tindakan yang sama kembali terjadi.
”Dulu sempat dinol-kan SKS mengajarnya tapi setelah mengajar kembali ternyata masih sama juga,” tegasnya.
Sementara itu, pihak Universitas NU Blitar telah melakukan penyelidikan berdasarkan laporan yang masuk. Wakil Rektor III UNU Blitar, Ardhi Sanwidi, menyampaikan penyelidikan tersebut dilakukan secara internal sesuai ketentuan Universitas.
”Saat ini masih proses penyelidikan sesuai dengan peraturan yang berlaku di universitas,” tegasnya. (SL)

















