Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com
Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.
Swa News – Sejumlah delegasi mahasiswa Universitas Merdeka (UNMER) Malang mengikuti agenda strategis Silaturahmi Kebangsaan yang diselenggarakan oleh TNI Angkatan Darat (TNI AD) guna membedah ketangguhan generasi muda dalam menghadapi tantangan kecerdasan buatan (AI) dan perang informasi.
Kegiatan yang berlangsung di Hotel Horison Ultima Bekasi pada Rabu (28/10/2026) ini bertepatan dengan momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda, yang menekankan pentingnya kolaborasi antara militer dan akademisi dalam menjaga kedaulatan digital bangsa.
Acara ini dibuka secara resmi oleh Komandan Pusat Teritorial Angkatan Darat (Danpusterad), Letjen TNI Dr. Mohamad Hasan, S.H., M.H., dan menghadirkan narasumber kompeten seperti Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Fritz Edward Siregar, Ph.D., serta Brigjen TNI J Paragina Firdaus.
Perwakilan UNMER Malang yang hadir meliputi Rhiza E. Purwanto dari Biro Kemahasiswaan dan Alumni, serta jajaran pimpinan organisasi mahasiswa seperti BEM, DPM, dan UKM Pers Mahasiswa. Diskusi ini menyoroti sepuluh isu strategis, termasuk perlindungan data pribadi, ancaman deepfake, hingga pencegahan radikalisme di lingkungan kampus.
Rhiza E. Purwanto memberikan apresiasi tinggi terhadap ruang dialog yang diinisiasi oleh TNI AD ini. Menurutnya, mahasiswa saat ini memikul tanggung jawab besar untuk menjadi penyaring informasi di tengah banjir disinformasi digital.
“Kami berterima kasih kepada TNI AD yang telah membuka ruang dialog bagi mahasiswa. Di era AI dan perang informasi, mahasiswa tidak cukup hanya cerdas secara akademik. Mereka juga harus tangguh, kritis dalam menyaring informasi, dan tetap menjaga persatuan bangsa,” tegas Rhiza dalam keterangannya di lokasi acara.
Keterlibatan aktif UNMER Malang dalam forum ini juga merupakan wujud nyata dukungan terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin pendidikan berkualitas dan perdamaian. Dengan membekali mahasiswa melalui wawasan kebangsaan dan literasi digital, universitas berharap lulusannya mampu menjadi pemimpin yang adaptif dan berintegritas.
Pengetahuan yang didapat dari forum ini rencananya akan disosialisasikan lebih lanjut melalui berbagai organisasi kemahasiswaan di lingkungan kampus UNMER Malang guna menciptakan ekosistem akademik yang tahan terhadap provokasi digital.


















