Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com
Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.
Jakarta, Swa News – Sosok Zainal Arifin Mochtar pernah menjadi sorotan publik setelah keterlibatannya dalam film dokumenter Dirty Vote viral. Film tersebut mengangkat pandangan tiga pakar hukum tata negara yang mengungkap dugaan kecurangan dalam pemilihan umum pada 2024.
Terbaru, pria yang akrab disapa Uceng itu kembali menjadi perhatian setelah menyerukan revolusi saat aksi Sumpah Pemuda di Yogyakarta, Rabu (28/10/2026).
Siapa Sosok Zainal Arifin Mochtar?
Zainal Arifin Mochtar, yang akrab disapa Uceng, lahir di Makassar pada 8 Desember 1978. Ia merupakan anak bungsu dari tujuh bersaudara, putra pasangan Dr. K.H. Mochtar Husein, seorang ulama dan akademisi asal Polewali Mandar, Sulawesi Barat, yang pernah menjabat sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan.
Riwayat Pendidikan
Zainal Arifin menempuh pendidikan di SMA Negeri 1 Makassar pada 1994–1997. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan sarjana (S-1) Program Studi Ilmu Hukum di Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 1997–2003.
Ia kemudian meraih gelar magister (S-2) Master of Laws dari Northwestern University pada 2004–2006. Pendidikan doktoral (S-3) Ilmu Hukum ditempuhnya di Universitas Gadjah Mada pada 2007–2012. Saat ini, ia tercatat sebagai dosen Fakultas Hukum UGM.
Perjalanan Aktivisme dan Karier
Selain dikenal sebagai akademisi dan pakar hukum tata negara Indonesia, Zainal Arifin juga aktif dalam berbagai kegiatan advokasi dan pengawasan kebijakan publik.
Ia pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Komite Pengawas Perpajakan Kementerian Keuangan Republik Indonesia pada 2023–2025. Ia juga pernah menduduki posisi Ketua Departemen Hukum Tata Negara Fakultas Hukum UGM serta Direktur Pusat Kajian Anti-Korupsi (Pukat) FH UGM pada 2021–2025.
Selain itu, ia pernah terlibat dalam kelompok kerja reformasi sektor peraturan perundang-undangan yang dibentuk oleh Mahfud MD bersama Bivitri Susanti dan Feri Amsari.
Zainal Arifin juga kerap tampil dalam acara Indonesia Lawyers Club yang ditayangkan TVOne. Ia bahkan pernah dipercaya menjadi moderator dalam debat calon presiden dan calon wakil presiden pada 2014. [AR]
Penulis: Abdurrahman
Editor: Imam A. Hanifah

















