Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com
Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.
Kota Batu, Swa News – Suasana Jalan Panglima Sudirman Kota Batu berubah menjadi panggung seni raksasa pada Sabtu (31/10/2026) pagi. Ribuan warga tumpah ruah menyaksikan kemeriahan Batu Art Flower Carnival (BAFC) 2026 yang menjadi puncak perayaan Hari Jadi ke-25 Kota Batu.
Tahun ini, BAFC tampil dengan wajah baru. Jika tahun-tahun sebelumnya kental dengan nuansa kompetisi, tahun 2026 ini panitia menegaskan konsepnya adalah kolaborasi, bukan lomba.
Sebanyak 38 kontingen ambil bagian, mulai dari street percussion, unsur Pemkot Batu, mitra perbankan, 3 kecamatan yakni Junrejo, Batu, dan Bumiaji beserta seluruh kelurahan/desa.
Hingga pelaku wisata seperti Baloga, Mikotopia, Perum Among Tirto, PT Selecta, Santera de Laponte, hingga Kaliwatu Group & Proflorist Batu.

Masing-masing kontingen tampil dengan 20 hingga 50 personil dan maksimal 2 unit mobil hias yang dirangkai dengan bunga segar hasil petani lokal.
Wali Kota Batu Nurochman yang hadir membuka langsung parade menyampaikan terima kasih kepada seluruh elemen yang terlibat, terutama para petani dan seniman.
“Syukur alhamdulillah pagi hari ini kita bisa hadir bertemu bersilaturahmi untuk membuka dan menyaksikan BAFC tahun 2026 yang sekaligus merayakan hari jadi ke-25 Kota Batu yang kita cintai bersama-sama,” ujar Cak Nur sapaan akrabnya.
Menurut Cak Nur, BAFC adalah sebuah perayaan kreativitas bagi masyarakat Kota Batu. Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia, seluruh kontingen, terima kasih kepada para petani yang berkontribusi
“dan terima kasih juga kepada para seniman budayawan yang merangkai hasil pertanian menjadi sebuah karya kreatif,” lanjutnya.

Menurut Cak Nur, BAFC adalah bukti nyata bagaimana potensi florikultura Kota Batu bisa menjadi penggerak ekonomi sekaligus bahasa seni. Sebagai wilayah hortikultura di Kota Batu, bunga tentu sebagai potensi florikultura dan penggerak ekonomi masyarakat.
Maka kolaborasi melalui BAFC tahun 2026 tentu menyatukan banyak instrumen, banyak elemen yang kemudian menjadi sajian khas, sajian yang semoga menjadi daya tarik bagi para wisatawan,” jelasnya.
“BAFC tentu mengedepankan partisipasi dan kreativitas, kolaborasi dengan semua masyarakat, dunia usaha, perbankan, pemerintah, para seniman budayawan, tentunya semuanya merangkai harmoni sinergi semesta,” tegasnya.
Tahun ini BAFC mengusung tema besar “Harmoni Sinergi Semesta”. Tema ini dipilih bukan tanpa alasan. Bunga dimaknai bukan sekadar dekorasi, melainkan sebagai bahasa seni, identitas resmi Kota Batu, kekuatan budaya, dan simbol kehidupan yang menyatukan manusia dengan alam.
Konsep tersebut dijabarkan melalui tiga pilar utama, yakni Folklore Legend, Blooming Beyond Imagination (Floral Fantasy), dan Intangible Cultural Heritage.
Hal inilah yang menjadi pembeda BAFC tahun ini. Beberapa kontingen mengangkat legenda-legenda khas Batu, seperti kisah Putri Gunung Banyak untuk Kecamatan Batu dan Kecamatan Bumiaji, serta kisah Sungai Brantas, hingga kirab budaya gotong-royong khas Kota Batu.
Dengan konsep baru yang lebih kolaboratif dan sarat akan cerita rakyat lokal, BAFC 2026 diharapkan tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga menjadi cara Kota Batu merawat identitasnya sebagai Kota Bunga dan Kota Wisata kreatif di usia ke-25 tahun.
“Beberapa tema ada yang mengangkat kisah Putri Gunung Banyak untuk Kecamatan Batu dan Kecamatan Bumiaji yang berkaitan dengan tema Sungai Brantas. Nah, kemudian semangat gotong-royong ini tentu mari kita bersama-sama wujudkan dan lestarikan bersama-sama,” kata Cak Nur.
Di tengah kemeriahan, Cak Nur juga sempat menyinggung soal genangan air yang sempat terjadi di awal musim hujan. Ia menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan wisatawan serta berjanji akan terus melakukan mitigasi.
“Mohon maaf pada seluruh masyarakat dan wisatawan yang datang ke Kota Batu. Tentu kami terus akan melakukan upaya memperbaiki dan melakukan mitigasi supaya potensi-potensi hujan ke depan tidak kemudian menimbulkan luapan air di permukaan dan jalan raya,” pungkasnya. (SLH)
Penulis: M. Sholeh
Editor: Imam A Hanifah


















