Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com
Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.
Malang, Swa News — Kawasan bantaran Sungai Swereg di Kelurahan Sukun kini resmi bertransformasi menjadi destinasi wisata baru bernama Kampung Wisata Air Sungai Swereg. Sebagaimana dilangsir dari laporan resmi humas universitas, proyek revitalisasi yang diinisiasi oleh mahasiswa KKN Tematik Program Studi Teknik Sipil Universitas Merdeka (UNMER) Malang ini diresmikan pada Selasa (27/10/2026).
Peresmian ditandai dengan pemotongan pita di gapura Jalan S. Supriadi Gang 6 yang kini tampil estetik dengan sentuhan cat warna-warni dan fasilitas penunjang wisata yang lengkap.
Program yang berlangsung selama enam pekan sejak September 2026 ini mencakup enam agenda utama, mulai dari pengecatan masif, pemasangan jaring sampah di aliran sungai, hingga pengujian kualitas air secara berkala. Rektor UNMER Malang, Dr. Prihat Assih, S.E., M.Si., Ak., menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan upaya edukasi bagi masyarakat untuk menjaga ekosistem sungai.
“Sungai Swereg adalah bagian dari kehidupan warga. Mahasiswa kami belajar bersama warga untuk menata apa yang sudah ada, bukan membawa proyek asing yang tidak relevan dengan kebutuhan lokal,” ujar Dr. Prihat dalam sambutannya.
Selain aspek estetika, kolaborasi antara UNMER Malang dan Avian Brands ini juga menyentuh sisi produktivitas ekonomi melalui budidaya ikan dan penyediaan sarana sanitasi yang lebih layak. Ketua RW 06, Untung, menyatakan apresiasi mendalam atas perubahan signifikan di wilayahnya.
Ia berharap keberadaan kampung wisata ini mampu menarik kunjungan wisatawan dan meningkatkan taraf hidup warga sekitar. “Kami sangat bersyukur, ini menjadi kesempatan bagi kami untuk mengenalkan potensi RW 06 kepada publik luas,” ungkapnya.
Keberlanjutan program ini kini berada di tangan masyarakat setempat, dengan dukungan berkelanjutan dari pihak universitas dan mitra industri. Melalui penyerahan bantuan cat untuk perawatan berkala, warga diharapkan dapat menjaga identitas kampung wisata ini secara mandiri.
Langkah ini sejalan dengan komitmen global dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada poin air bersih dan pemukiman yang berkelanjutan di Kota Malang.


















