Minggu, Februari 15, 2026
Swa News
No Result
View All Result
  • Login
  • News
    • Nasional
    • Viral
    • Internasional
    • Peristiwa
      • Bencana
      • Kriminal
      • Trending
  • Politik
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • EKONOMI
    • Bisnis
    • UMKM
  • Seni Budaya
  • Sains
    • Gadget
    • Teknologi
  • Lifestyle
    • Kesehatan
    • Gaya hidup
  • Entertainment
  • TRAVELING
    • Wisata
    • Kuliner
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini
  • News
    • Nasional
    • Viral
    • Internasional
    • Peristiwa
      • Bencana
      • Kriminal
      • Trending
  • Politik
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • EKONOMI
    • Bisnis
    • UMKM
  • Seni Budaya
  • Sains
    • Gadget
    • Teknologi
  • Lifestyle
    • Kesehatan
    • Gaya hidup
  • Entertainment
  • TRAVELING
    • Wisata
    • Kuliner
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini
No Result
View All Result
Swa News
No Result
View All Result
Home Kolom

Dilema Kedaulatan Santri?

Hably Hasan by Hably Hasan
22/10/2025
in Kolom, Opini
0
0
SHARES
100
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

Dilema Kedaulatan Santri?

Oleh: M. Hably Hasan

 

Masalah yang paling krusial dalam merefleksikan Hari Santri Nasional yang diperingati sejak 22 Oktober 2015 yang lalu adalah keharusan menyusun strategi memperkuat eksistensi sosial ekonomi kaum santri di tengah pergulatan kebangsaan.

Baca JugaArtikel Terkini Lainnya

Board of Peace: Proyek Perdamaian Palsu Melembagakan Ketidakadilan

Board of Peace: Proyek Perdamaian Palsu Melembagakan Ketidakadilan

13/02/2026
Tambang dan Krisis Ideologi Dakwah Berkemajuan

Tambang dan Krisis Ideologi Dakwah Berkemajuan

30/01/2026
Load More

Ada dua pewarisan pemikiran ideologis seputar lahirnya Hari Santri Nasional yang merujuk dari akar sejarah resolusi jihad 22 Oktober 1945. Pertama, perlawanan terhadap seluruh bentuk penindasan dan penjajahan. Kedua, mempertahankan eksistensi kemerdekaan bangsa Indonesia.

Dilema Kedaulatan Santri?

Kedaulatan santri

Persoalannya, bukankah struktur sosial ekonomi kaum santri hingga saat ini masih terpinggirkan? Padahal, jika merujuk dari seruan ideologis resolusi jihad Hadratus Syaikh Hasyim Asy’ari bisa disimpulkan: selama sosial ekonomi santri belum berdaulat, maka eksistensi kemerdekaan bangsa ini belum utuh.

Baca juga: GP Ansor, Pemuda Lintas Agama, dan Forkopimda Kompak Gelar Deklarasi Damai di Banyuwangi

Masa Pergolakan

Sejak awal abad XX, kondisi ekonomi muslim pribumi mengalami peminggiran. Penguatan titik temu kongsinasi perdagangan masyarakat keturunan Tionghoa dan VOC semakin melemahkan posisi struktural santri.

Kemudian, jauh sebelum Indonesia merdeka dan berdaulat, tepatnya pada 16 Oktober 1905, Kota Surakarta menjadi saksi sejarah kesadaran baru ketika kaum santri yang dipimpin Haji Samanhudi mendeklarasikan berdirinya organisasi Serikat Dagang Islam (SDI).

Pada saat itu, hadirnya Serikat Dagang Islam (SDI) bukan sekadar merepresentasi pedagang muslim, melainkan juga mewakili keresahan kelas menengah sosial ekonomi yang kala itu memang tidak berdaya akibat strategi kolonialisasi perdagangan pemerintahan Hindia Belanda (VOC) yang lebih banyak memfasilitasi para pedagang Tionghoa.

Setelah SDI berdiri memang ada sedikit penguatan struktur perdagangan pribumi muslim. Setidaknya, saat itu Serikat Dagang Tiongkok (Kong Sing) mengajak kerja sama perdagangan dengan SDI.

Sayangnya, kekuatan struktur ekonomi SDI yang baru tumbuh menguat kemudian melemah kembali. Problem krusial yang terjadi karena organ perjuangan para pedagang muslim pribumi, SDI, oleh HOS Tjokroaminoto bersama koleganya pada tahun 1912 diubah menjadi Serikat Islam (SI) yang haluan perjuangannya bergeser pada sosial politik.

Akibatnya, harapan kejayaan ekonomi kaum santri pribumi melalui organisasi SDI kala itu hanya utopia semata.

Kedaulatan santri

Santri Kini

Hingga saat ini posisi sosial ekonomi santri masih menghadapi dilema struktural dan kultural. Kelemahannya bukan saja karena kaum santri tidak memiliki etos kesadaran kolektif berwirausaha, tapi juga terkait dengan keterbatasan akses dengan jejaring strategis lainnya.

Pada bagian lain, struktur negara melalui kekuasaan pemerintah juga kelihatan sekali masih dominan memproduksi kebijakan yang hanya memperkuat posisi konglomerasi. Lebih parah lagi, karena semakin masifnya transaksi politik yang berbasis KKN di balik penguasaan sumber ekonomi. Akibatnya, situasi ini semakin meminggirkan daya saing kaum santri yang memiliki modal dan jejaring terbatas dalam melakukan ekspansi penguatan eksistensi sosial ekonominya.

Keterbatasan modal jejaring santri itu juga tampak pada kemampuan penguasaan dan pemanfaatan teknologi informatika yang saat ini menjadi keniscayaan untuk menguasai sektor ekonomi. Jika penguasaan teknologi dan informatika tersebut terbatas, maka kekuatan sosial ekonomi akan teralienasi dari struktur dan sistem sosial ekonomi regional, nasional, maupun global.

GP Ansor, Pemuda Lintas Agama, dan Forkopimda Kompak Gelar Deklarasi Damai di Banyuwangi

Kedaulatan

Sudah saatnya secara spesifik pemerintah memiliki kebijakan strategis terhadap proses transformasi teknologi dan informatika yang inklusif untuk kedaulatan ekonomi santri. Jika tidak, maka sesungguhnya harapan kaum santri untuk berdaulat hanyalah delusi.

Akhirnya, untuk merefleksikan kembali nilai resolusi jihad dalam konteks keadilan sosial ekonomi melalui relasi santri atas negara, minimal dibutuhkan prasyarat kesadaran kolektif yang kemudian mampu mentransformasikan secara kontekstual dengan situasi kekinian ketika merumuskan strategi membangun kaidah baru nasionalisme yang secara inheren meletakkan entitas santri dalam proses pembangunan ekonomi nasional.


M. Hably Hasan

Wakil Ketua PC GP Ansor Kabupaten Banyuwangi

Tags: Hari Santri NasionalHSNKedaulatanSantri
Hably Hasan

Hably Hasan

Related Posts

Board of Peace: Proyek Perdamaian Palsu Melembagakan Ketidakadilan
Opini

Board of Peace: Proyek Perdamaian Palsu Melembagakan Ketidakadilan

by Haidar Bagir
13/02/2026
Tambang dan Krisis Ideologi Dakwah Berkemajuan
Kolom

Tambang dan Krisis Ideologi Dakwah Berkemajuan

by Qosdus Sabil
30/01/2026
Problem Tambang dan Etika Keberpihakan: Kritik terhadap Sikap Muhammadiyah
Kolom

Problem Tambang dan Etika Keberpihakan: Kritik terhadap Sikap Muhammadiyah

by Qosdus Sabil
28/01/2026
Bukan Azwar Anas Pemilik Otoritas Tambang Tumpang Pitu!
Kolom

Bukan Azwar Anas Pemilik Otoritas Tambang Tumpang Pitu!

by Hably Hasan
08/01/2026
Tumpang Pitu
EKONOMI

CSR Tumpang Pitu Wewenang Korporasi, Bukan Bupati!

by Hably Hasan
29/12/2025
Tumpang Pitu
Kolom

Jejak Sentralisasi Dinamika Tata Kelola Tambang Emas Tumpang Pitu Banyuwangi

by Hably Hasan
18/12/2025
Next Post
Sengketa KMP Kandangsemangkon, Dinas Koperasi Pastikan Ketua RT Boleh Menjadi Pengurus!

Sengketa KMP Kandangsemangkon, Dinas Koperasi Pastikan Ketua RT Boleh Menjadi Pengurus!

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

  • Kamaruddin Amin, Sekretaris Jenderal Kemenag RI

    Kamaruddin Amin, Sekretaris Jenderal Kemenag RI Dituntut Mundur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kontroversi Zainal Habib: Menag Tegas Tolak Pelecehan, Rektor UIN Malang Tetap Angkat Plt WR AUPK, Tuai Kritik Dosen Hingga Mahasiswa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjelang Pemilihan Rektor UIN Maliki Malang, Suhu Politik Mulai Memanas, Agus Maimun Deklarasi, FITK Pecah?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cahyanto Hendri Wahyudi Dipercaya Menjabat Kadis Pekerjaan Umum Cipta Karya Perumahan dan Permukiman Kabupaten Banyuwangi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Komunitas Saung Alas Muara Gembong Berkolaborasi dengan UI Memulihkan Lingkungan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Swa News Indonesia

© 2026 Swa News Indonesia - Cepat | Mencerahkan

Cepat | Mencerahkan

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Kerjasama & Iklan
  • Karier
  • Kontak & Alamat

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Viral
    • Internasional
    • Peristiwa
      • Bencana
      • Kriminal
      • Trending
  • Politik
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • EKONOMI
    • Bisnis
    • UMKM
  • Seni Budaya
  • Sains
    • Gadget
    • Teknologi
  • Lifestyle
    • Kesehatan
    • Gaya hidup
  • Entertainment
  • TRAVELING
    • Wisata
    • Kuliner
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini

© 2026 Swa News Indonesia - Cepat | Mencerahkan

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
© Swa News | Cepat dan Mencerahkan