Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com
Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.
Malang, Swa News – ASN Pemkot Malang wajib pakai jersey Piala Dunia setiap hari Jumat selama gelaran Piala Dunia 2026 berlangsung.
Kebijakan tersebut diberlakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mulai Jumat (19/6/2026) sebagai tindak lanjut Surat Edaran Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang mengajak pemerintah daerah turut memeriahkan pesta sepak bola terbesar di dunia tersebut.
Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), pegawai, dan staf di lingkungan Pemkot Malang diwajibkan mengenakan jersey bertema Piala Dunia hingga turnamen berakhir.
Kebijakan itu merupakan respons atas Surat Edaran Kemendagri Nomor 400.2.7/4657/SJ yang mengimbau kepala daerah untuk menginisiasi berbagai kegiatan dalam rangka menyambut Piala Dunia 2026, termasuk menggelar nonton bareng (nobar) di ruang-ruang publik.
Dikutip dari Kompas.com, Wakil Wali Kota Malang Ali Mutohirin menjelaskan bahwa penggunaan jersey Piala Dunia di lingkungan pemerintahan bertujuan membangun atmosfer sepak bola yang lebih kuat di tengah masyarakat.
“Jadi itu berawal dari Surat Edaran Mendagri untuk meramaikan suasana Piala Dunia. Kami juga mendukung karena official siaran Piala Dunia ini dimenangkan oleh TVRI yang merupakan bagian dari pemerintah juga,” ujar Ali, Kamis (18/6/2026).
Selain membangun semangat masyarakat menyambut Piala Dunia, kebijakan tersebut juga sejalan dengan upaya pemerintah pusat untuk menggerakkan aktivitas ekonomi daerah selama turnamen berlangsung.
Dikutip dari Detik.com, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto mengatakan bahwa surat edaran tersebut diterbitkan bukan hanya untuk menyemarakkan Piala Dunia, tetapi juga sebagai upaya mendorong peningkatan pendapatan daerah.
“Surat edaran Piala Dunia terkait Kepala Daerah ini kan Pak Menteri ingin agar pendapatan asli daerah ini terus naik, ekonomi daerah berputar. Salah satunya adalah bagaimana Kepala Daerah bisa menginisiasi nobar-nobar,” ujar Bima di Kampus IPDN Jatinangor, Sumedang, Kamis (18/6/2026).
Menurutnya, kegiatan nobar dapat menjadi penggerak ekonomi karena melibatkan berbagai sektor usaha di daerah, mulai dari pedagang makanan dan minuman hingga pelaku usaha jasa lainnya.
TVRI Buka Nobar Gratis untuk Komunitas dan UMK
Sementara itu, TVRI sebagai pemegang hak siar resmi Piala Dunia 2026 di Indonesia membuka akses nobar melalui program Bola Gembira.
Mengutip informasi yang dipublikasikan di laman Bola Gembira TVRI, kegiatan nobar non-komersial dapat digelar secara gratis oleh UMK, komunitas, kampus, kantor kelurahan, RT/RW, maupun pengelola ruang publik. Penyelenggara hanya perlu melakukan registrasi terlebih dahulu agar lokasi nobar tercatat secara resmi.
Adapun untuk kegiatan nobar komersial yang diselenggarakan kafe, restoran, hotel, bioskop, dan venue usaha lainnya, diwajibkan memiliki lisensi resmi sesuai ketentuan yang berlaku.
Piala Dunia 2026 akan mempertandingkan total 104 laga. Pemerintah berharap kemeriahan turnamen tersebut tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah.

















