Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com
Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.
Pati, Swa News — Persiapan aksi unjuk rasa Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) bersama Aliansi Rakyat Indonesia Bersatu (ARIB) menuju Gedung DPR RI Jakarta terhambat. Koordinator AMPB, Supriyono alias Mas Botok, mendapati rekening Bank Mandiri pribadi miliknya diblokir secara sepihak di tengah persiapan logistik aksi.

Rekening bank pelat merah tersebut difungsikan untuk menampung dana operasional keberangkatan massa menuju Jakarta pada 27 Agustus 2026 mendatang. Total saldo yang dibekukan mencapai Rp 80,9 juta, yang merupakan kombinasi uang pribadi dan donasi publik.
Baca juga: Pendaftaran Beasiswa Unggulan 2026 Dibuka: Cek Jadwal Lengkap & Kategori Program
“Rekening saya, uang pribadi saya, dan uang donasi dari teman-teman, totalnya Rp 80,9 juta diblokir. Ada buktinya ini,” ujar Botok sambil menunjukkan tampilan aplikasi perbankan digital di ponsel pintarnya.
Rekening Logistik Diblokir Sepihak Bank Mandiri dan Dugaan Tekanan serta Pembatasan Akses Digital
Mas Botok menyayangkan pembekuan saldo bernilai puluhan juta rupiah tersebut. Pihaknya menilai langkah bank sebagai bentuk kesewenang-wenangan untuk menekan pergerakan masyarakat sipil menjelang unjuk rasa.
Tak hanya rekening bank, beberapa pimpinan AMPB melaporkan akun media sosial mereka terblokir secara permanen. Konten terkait rencana aksi di platform Facebook juga mengalami pembatasan akses oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Meski akses dana terganggu, AMPB memastikan rencana penyampaian aspirasi yang menuntut pengesahan RUU Perampasan Aset serta penerapan hukuman mati bagi koruptor, tetap berjalan di Jakarta dengan sumber daya gotong royong.
“Kami bukan teroris, bukan pelaku kriminal. Teman-teman datang ke Jakarta mengawal aspirasi masyarakat Indonesia, tidak ada niatan untuk membuat kerusuhan,” tegasnya. (ARD)
Penulis: Ardian F. R
Editor: Mukh. Munif


















