Rabu, Mei 6, 2026
Swa News
No Result
View All Result
  • Login
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini
No Result
View All Result
Swa News
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Dilema Kebijakan Efisiensi

Agustinus Edy Kristianto by Agustinus Edy Kristianto
17/02/2025
in Ekonomi, Kolom, Opini
0
0
SHARES
102
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

Dilema Kebijakan Efisiensi

Oleh: Agustinus Edy Kristianto

Makin ke sini, istilah seputar anggaran makin njelimet. Tempo (13/2/2025) sampai perlu menjelaskan perbedaan antara “efisiensi,” “pemangkasan,” dan “rekonstruksi.” Padahal, belum lama pandemi berlalu, masih terngiang istilah: “refocusing” dan “realokasi.”

Jika kita tengok Inpres 1/2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan APBD 2025, ada istilah “membatasi belanja…,” “mengurangi belanja…,” “memfokuskan alokasi…,” “penyesuaian belanja…” Apa bedanya? Entahlah.

Harusnya efisiensi anggaran juga dibarengi efisiensi istilah. Sudahlah hidup rakyat susah, ditambah pening pula dengan segala macam jargon birokrasi yang mengklaim paling efisien itu.

Efisiensi

Apa poin pentingnya? Justru mungkin malah terlewat.

Birokrasi hemat tentu penting. Saya juga muak, misalnya, melihat pejabat banyak gaya plesir sana-sini pakai anggaran perjadin (perjalanan dinas) APBN. Tapi getir juga hati melihat efisiensi justru berdampak pada berhentinya layanan bagi korban pelanggaran HAM.

Carousel Gambar Artikel

Sementara itu, isi Kabinet Merah Putih: 48 menteri, 5 kepala badan, dan 56 wakil menteri! Belum staf-stafnya—staf khusus, staf ahli, penasihat ahli, pembantu staf…

Efisiensi di atas kertas ternyata tak cocok dengan kenyataan.

Baca JugaArtikel Terkini Lainnya

Pendidikan Kontekstual Sebagai Jalan Partisipasi Semesta, Dari Ruang Kelas Menuju Realitas

Pendidikan Kontekstual Sebagai Jalan Partisipasi Semesta, Dari Ruang Kelas Menuju Realitas

03/05/2026
Pedagang Telur Gulung Raup Cuan Saat Buruh Turun Jalan

Pedagang Telur Gulung Raup Cuan Saat Buruh Turun Jalan

02/05/2026
Load More

Padahal, hulu perkara adalah pucuk yang bengkak itu. Ia ibarat kuk yang membebani leher rakyat.

Kuk dalam bahasa Inggris: yoke. Dalam bahasa Ibrani: nir. Dalam bahasa Aramaik: ʿōl. Di bangsa-bangsa Timur, istilah itu kerap digunakan untuk menyebut pajak atau beban berat lain yang ditimpakan penguasa kepada rakyat. Ibarat kerbau yang bekerja keras membajak sawah dengan pemberat di atas lehernya.

Baca juga: Kisah Inspiratif Rudi Valinka: Buzzer Menjadi Staf Khusus Kementerian Komdigi

Mimpi rakyat adalah lahirnya sosok pemimpin yang bisa mengangkat kuk itu dari leher mereka—yakni pemimpin yang hidupnya sederhana. Sebab, semakin sederhana kehidupan penguasa, semakin ringan beban rakyatnya.

Artinya, efisiensi dan pemangkasan dalam angka yang tidak dibarengi teladan hidup sederhana dari para penguasa, keluarga, dan kroninya adalah omong kosong. Penghematan semacam itu hanya akan menjadi penghematan semu yang memicu persoalan lain di kemudian hari.

Pejabat yang belagu dan tak bisa melepaskan gaya hidup mewahnya adalah pangkal masalah. Jika APBN dipangkas, untuk mempertahankan taraf hidupnya, pejabat (beserta keluarga, kroni, dan hulubalangnya) kemungkinan besar akan menjarah ke luar—yang ujung-ujungnya menyusahkan rakyat. Ibarat gajah yang tak lagi mendapat makan di hutan, ia akan turun ke kampung dan berantem dengan warga. Atau bayangkan singa lapar yang dilepas dari kebun binatang—teror bagi rakyat.

Gajah dan singa masih bisa dimaklumi karena bertindak atas naluri bertahan hidup. Tapi pejabat, keluarga, dan kroni yang meneror rakyat hanya karena naluri keserakahan? Itu yang sulit diterima.

Begitulah, kelak mungkin bakal marak cerita pungli-pungli yang makin edan.

Selain debat angka dan istilah penganggaran, saya belum melihat pucuk-pucuk yang bengkak memulai teladan hidup sederhana. Saya tahu beberapa orang yang dulu hidupnya biasa-biasa saja, tapi sejak masuk birokrasi (ada jabatan), gaya hidupnya berubah total. Dulu karaoke keluarga, kini karaoke eksekutif dengan dua sampai tiga LC pula. Dulu LCGC, kini BMW pun dia pilih-pilih tipenya… Ampun!

Tepatlah ledekan orang bahwa mengentaskan kemiskinan di negara ini harus dimulai dari mengentaskan kemiskinan pejabatnya.

Pucuk-pucuk yang bengkak itulah yang tetap makan, cuy! Dan pada akhirnya—meminjam kata Nex Carlos—rakyatlah yang bayar, bayar, bayar!


Agustinus Edy Kristianto

Penggiat Literasi Digital, Kritikus Media Sosial, Investigator.

Tags: Efisiensi anggaranKebijakan efisiensi
Agustinus Edy Kristianto

Agustinus Edy Kristianto

Penggiat Literasi Digital, Kritikus Media Sosial, Investigator

Related Posts

Pendidikan Kontekstual Sebagai Jalan Partisipasi Semesta, Dari Ruang Kelas Menuju Realitas
Pendidikan

Pendidikan Kontekstual Sebagai Jalan Partisipasi Semesta, Dari Ruang Kelas Menuju Realitas

by redaksi swanews
03/05/2026
Pedagang Telur Gulung Raup Cuan Saat Buruh Turun Jalan
Ekonomi

Pedagang Telur Gulung Raup Cuan Saat Buruh Turun Jalan

by redaksi swanews
02/05/2026
‎Lahan Makin Menyusut, Apel Batu Kian Merosot
Wisata dan Kuliner

‎Lahan Makin Menyusut, Apel Batu Kian Merosot

by redaksi swanews
29/04/2026
Viral ! Angsle Buah Pak Mat Mawar, Pembeli Rela Antre Sebelum Buka
Wisata dan Kuliner

Viral ! Angsle Buah Pak Mat Mawar, Pembeli Rela Antre Sebelum Buka

by redaksi swanews
27/04/2026
Relokasi Pasar Induk Gadang Dikebut, Pedagang Apresiasi Meski Bayang Trauma Masih Ada
UMKM

Relokasi Pasar Induk Gadang Dikebut, Pedagang Apresiasi Meski Bayang Trauma Masih Ada

by redaksi swanews
25/04/2026
Antara Keras dan Kejam: Salah Paham yang Melahirkan Krisis Moral di Sekolah
Kolom

Antara Keras dan Kejam: Salah Paham yang Melahirkan Krisis Moral di Sekolah

by redaksi swanews
22/04/2026
Next Post
Gonjang-Ganjing Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sumenep Dihentikan, Ada Problem Apa?

Gonjang-Ganjing Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sumenep Dihentikan, Ada Problem Apa?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 20 Maret 2026 Keputusan Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading Malang

Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 20 Maret 2026 Keputusan Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading Malang

15/03/2026
Pelabuhan Tarebung Diblokade Penumpang! Ada Dugaan Sistem Lelang Terselubung Penjualan Tiket Kendaraan Roda Empat

Pelabuhan Tarebung Diblokade Penumpang! Ada Dugaan Sistem Lelang Terselubung Penjualan Tiket Kendaraan Roda Empat

15/04/2026
Kontroversi Zainal Habib: Menag Tegas Tolak Pelecehan, Rektor UIN Malang Tetap Angkat Plt WR AUPK, Tuai Kritik Dosen Hingga Mahasiswa

Kontroversi Zainal Habib: Menag Tegas Tolak Pelecehan, Rektor UIN Malang Tetap Angkat Plt WR AUPK, Tuai Kritik Dosen Hingga Mahasiswa

14/11/2025
Demo Bagi-Bagi Baju Gratis dan Takjil, Gaya Unik Berbagi ala Pemuda Lowokdoro

Demo Bagi-Bagi Baju Gratis dan Takjil, Gaya Unik Berbagi ala Pemuda Lowokdoro

02/03/2026
Tetap Sering Padam! Pengelolaan Listrik di Pulau Sapudi Dikritisi Anggota DPRD Sumenep, PLN Tidak Respon

Tetap Sering Padam! Pengelolaan Listrik di Pulau Sapudi Dikritisi Anggota DPRD Sumenep, PLN Tidak Respon

17/03/2026

EDITOR'S PICK

Rotasi Pejabat Kemenag RI di 2024, Gerbong Yaqut Gusar !

Rotasi Pejabat Kemenag RI di 2024, Gerbong Yaqut Gusar !

25/12/2024
H5N1 di 2025: Pandemi Baru, Produk Rekayasa, atau Alat Seleksi Peradaban?

H5N1 di 2025: Pandemi Baru, Produk Rekayasa, atau Alat Seleksi Peradaban?

29/03/2025
Patrick Kluivert Gagal Membawa Skuad Garuda Menang, Netizen: Erick Thohir Harus Mundur! 

Patrick Kluivert Gagal Membawa Skuad Garuda Menang, Netizen: Erick Thohir Harus Mundur! 

21/03/2025
Pojok curhat

Pojok Curhat, Layanan Konseling Gratis untuk Warga Malang

16/02/2026
logo swanews

© 2026 Swa News Indonesia

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Kerjasama & Iklan
  • Karier
  • Kontak & Alamat
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini

© 2026 Swa News Indonesia - Cepat | Mencerahkan

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
© Swa News | Cepat dan Mencerahkan