Suarakan Gagasan Anda di Swaindonesia.com
Apakah Anda akademisi, praktisi, pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S1, S2 dan S3 atau guru dan siswa? Bagikan opini, analisis, berita maupun artikel lainnya kepada ribuan pembaca kami.
Tips, Swa News– Menerima gaji pertama setelah resmi masuk ke dunia kerja merupakan momen yang sangat membahagiakan bagi para first-jobber. Namun, tanpa pengelolaan keuangan yang tepat, euforia ini sering kali membuat pendapatan tersebut langsung habis di minggu pertama tanpa sisa untuk ditabung.

Bagi para pekerja muda, salah satu formula yang paling banyak diadopsi oleh perencana keuangan di seluruh dunia untuk mengelola gaji pertama adalah metode 50/30/20.
Formula ini pertama kali dipopulerkan oleh Elizabeth Warren, seorang profesor hukum keuangan dari Harvard University, dalam bukunya yang berjudul All Your Worth: The Ultimate Lifetime Money Plan. Melalui metode ini, Warren membagi pendapatan bersih kita ke dalam tiga pos utama secara disiplin agar keuangan tetap seimbang.
Baca juga: Kuli Panggul jadi Juragan Ikan Pindang di Pasar Induk Gadang
Bagaimana cara menerapkannya? Berikut adalah rincian pembagian pos keuangan berdasarkan metode 50/30/20:
- Pos 50 Persen untuk Kebutuhan Pokok (Needs)
Setengah dari total gaji pertama setelah dipotong pajak dan asuransi kesehatan yang Anda terima setiap bulan harus dialokasikan untuk membiayai hal-hal yang sifatnya wajib dan tidak bisa ditunda. Jika pos ini tidak terpenuhi, maka kelangsungan hidup sehari-hari bisa terganggu.
Alokasi 50 persen ini meliputi biaya sewa kos atau kontrakan, cicilan produktif, tagihan listrik dan air, biaya transportasi untuk bekerja, hingga belanja bahan makanan pokok bulanan.
- Pos 30 Persen untuk Keinginan (Wants)
Metode pengelolaan uang ini tidak melarang Anda untuk menikmati hasil jerih payah sendiri. Elizabeth Warren tetap memberikan ruang sebesar 30 persen dari gaji untuk kebutuhan tersier atau hiburan.
Anda bisa menggunakan alokasi ini untuk jajan kopi kekinian, nongkrong bersama teman di akhir pekan, langganan aplikasi streaming musik dan film, hingga membeli pakaian atau menyalurkan hobi. Pos ini penting dijaga agar Anda tidak mengalami stres atau kejenuhan dalam bekerja.
- Pos 20 Persen untuk Tabungan dan Investasi (Savings)
Ini adalah pos masa depan yang tidak boleh diganggu gugat untuk keperluan lain. Begitu gaji masuk ke rekening, Anda disarankan untuk langsung menyisihkan 20 persennya ke rekening terpisah.
Alokasi ini difokuskan untuk tiga hal utama: membangun dana darurat (emergency fund), menabung untuk target jangka pendek, atau membeli instrumen investasi seperti Reksa Dana, emas, maupun Surat Berharga Negara (SBN). Dana darurat ini krusial sebagai jaring pengaman jika sewaktu-waktu terjadi hal tak terduga, seperti masalah kesehatan atau kehilangan pekerjaan.
Gaji Pertama Lebih Bermakna
Dalam bukunya, Warren menekankan bahwa kunci utama dari keberhasilan metode ini bukanlah seberapa besar nominal gaji yang Anda terima, melainkan seberapa konsisten dan disiplin Anda membagi uang tersebut sejak awal menerima pendapatan.
Dengan membagi gaji secara rapi sejak bulan pertama bekerja, para pekerja baru diharapkan bisa terhindar dari jebakan gaya hidup konsumtif (lifestyle inflation) dan mampu membangun fondasi finansial yang kuat untuk masa depan. (ARD)
Sumber Data & Teori: All Your Worth: The Ultimate Lifetime Money Plan oleh Elizabeth Warren.


















