Rabu, Mei 6, 2026
Swa News
No Result
View All Result
  • Login
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini
No Result
View All Result
Swa News
No Result
View All Result
Home Kolom

Tambang dan Krisis Ideologi Dakwah Berkemajuan

Qosdus Sabil by Qosdus Sabil
30/01/2026
in Kolom, Opini
0
Tambang dan Krisis Ideologi Dakwah Berkemajuan
0
SHARES
117
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

Tambang dan Krisis Ideologi Dakwah Berkemajuan

Bagian 2

Oleh: Qosdus Sabil

 

Dalam perspektif Kuntowijoyo, ideologi bukan sekadar slogan normatif, melainkan kesadaran historis yang menuntut keberpihakan nyata. Menurutnya, jika ideologi hanya bermuara pada bahasa moral an sich, maka kerja kritik atas struktur ketidakadilan akan lenyap dari kenyataan.

Kini, tambang menjadi wajah paling menggiurkan dari produk kapitalisme ekstraktif. Ia memiliki modus operandi memanipulasi keadaan melalui bingkai isu ikhtiar pembangunan, serapan tenaga kerja, dan kesejahteraan rakyat. Kenyataannya, tambang merupakan relasi kolaboratif antara elit kuasa negara dan korporasi untuk mengakumulasi modal. Sementara itu, peninggalan kerusakan lingkungan yang masif dan sistemik akan menjadi beban masyarakat lokal.

Tambang dan Krisis Ideologi Dakwah Berkemajuan

Tambang dan Krisis Ideologi Dakwah 

Carousel Gambar Artikel

Melalui problem tambang saat ini, dakwah berkemajuan sedang diuji. Barangkali, jika panggung retorika dakwah hanya mengumandangkan amar ma’ruf melalui konsep etika semata tanpa upaya nahi munkar dengan menyebut aktor perusak lingkungan, maka dakwah hanya akan menjadi nasihat individual. Masalah tersebut pernah disinggung Buya Syafii Maarif: jika hal demikian terjadi dalam dakwah, maka agama akan kehilangan maknanya dalam menghadapi ketidakadilan. Kuntowijoyo juga pernah mengkritik keras kecenderungan normativisme Islam yang enggan turun pada analisis struktural.

Baca juga: Problem Tambang dan Etika Keberpihakan: Kritik terhadap Sikap Muhammadiyah

Tambang dan Krisis Ideologi Dakwah

Baca JugaArtikel Terkini Lainnya

Pendidikan Kontekstual Sebagai Jalan Partisipasi Semesta, Dari Ruang Kelas Menuju Realitas

Pendidikan Kontekstual Sebagai Jalan Partisipasi Semesta, Dari Ruang Kelas Menuju Realitas

03/05/2026
Antara Keras dan Kejam: Salah Paham yang Melahirkan Krisis Moral di Sekolah

Antara Keras dan Kejam: Salah Paham yang Melahirkan Krisis Moral di Sekolah

22/04/2026
Load More

Di tengah pusaran konsesi tambang, kelihatannya Muhammadiyah masih sangat fasih berbicara tentang etika lingkungan, tetapi gagap ketika harus menyebut rezim ekstraktivisme.

Padahal, dalam konstruksi paradigma Islam profetik Kuntowijoyo, telah digarisbawahi bahwa sikap dakwah tidak mengenal netralitas dalam situasi ketidakadilan struktural. Dakwah justru dituntut melakukan keberpihakan dan pembelaan terhadap struktur yang tertindas.

Jalan Tengah Masalah Lahan Tambang Muhammadiyah

Tambang dan Krisis Ideologi Dakwah

Pimpinan Pusat Muhammadiyah perlu mempertimbangkan saran dan nasihat Prof. Din Syamsuddin terkait pengembalian lahan tambang kepada pemerintah. Namun, keputusan mengembalikan IUP tambang tersebut bukan perkara mudah. Sebab, persoalannya bukan hanya terletak pada hasil akhir, melainkan juga pada proses inisiasi yang kurang selaras dengan kerangka ideologi dan konstitusi organisasi.

Salah satu bentuk kekeliruan terjadi ketika pengambilan keputusan menerima lahan tambang hanya melalui sebuah Rapat Konsolidasi Nasional. Padahal, istilah tersebut tidak dikenal dalam nomenklatur permusyawaratan resmi Muhammadiyah. Ia bukan Tanwir, bukan Muktamar, dan bukan pula Musyawarah Nasional.

Sejak awal, ketika Muhammadiyah mendapat tawaran konsesi tambang, semestinya hal tersebut tidak direspons secara reaktif. Sebaliknya, harus lebih dahulu melalui pengkajian dan analisis yang komprehensif, melibatkan pertimbangan manfaat, mafsadat, maslahah mursalah, serta keberlanjutan lingkungan.

Kalau misalnya kemudian diputuskan untuk menerima konsesi tersebut, paling tidak kewenangannya tidak melekat langsung pada ormas Muhammadiyah, melainkan pada Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), dengan melibatkan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) yang memiliki program studi pertambangan.

Namun demikian, seluruh skema teknis tata kelola konsesi tambang tersebut tetap tidak boleh menutupi persoalan prinsip yang menjadi dasar pedoman tajdid dan dakwah jam’iyah Muhammadiyah.

Wallahu a’lam bisshawab.


Qosdus Sabil

Anggota Majelis Lingkungan Hidup Pimpinan Pusat Muhammadiyah

 

Tags: Dakwah MuhammadiyahKrisis ideologi dakwahTambang dan krisis ideologi
Qosdus Sabil

Qosdus Sabil

Related Posts

Pendidikan Kontekstual Sebagai Jalan Partisipasi Semesta, Dari Ruang Kelas Menuju Realitas
Pendidikan

Pendidikan Kontekstual Sebagai Jalan Partisipasi Semesta, Dari Ruang Kelas Menuju Realitas

by redaksi swanews
03/05/2026
Antara Keras dan Kejam: Salah Paham yang Melahirkan Krisis Moral di Sekolah
Kolom

Antara Keras dan Kejam: Salah Paham yang Melahirkan Krisis Moral di Sekolah

by redaksi swanews
22/04/2026
BALADA ADI PODEI DAN ADI RASA
Kolom

BALADA ADI PODEI DAN ADI RASA

by redaksi swanews
08/04/2026
Bubarkan KPK!
Opini

Bubarkan KPK!

by Mat Ray
24/03/2026
Nuzulul Iqra
Agama

Nuzulul Iqra

by Mat Ray
07/03/2026
Kritik Klaim Keberhasilan 1 Tahun Yes-Dirham Pimpin Lamongan
Opini

Kritik Klaim Keberhasilan 1 Tahun Yes-Dirham Pimpin Lamongan

by Nu'man Suhadi
03/03/2026
Next Post
Hari Ini KPK Periksa Yaqut Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji, Apa Langsung Ditahan?

Hari Ini KPK Periksa Yaqut Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji, Apa Langsung Ditahan?

POPULAR NEWS

Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 20 Maret 2026 Keputusan Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading Malang

Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 20 Maret 2026 Keputusan Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading Malang

15/03/2026
Pelabuhan Tarebung Diblokade Penumpang! Ada Dugaan Sistem Lelang Terselubung Penjualan Tiket Kendaraan Roda Empat

Pelabuhan Tarebung Diblokade Penumpang! Ada Dugaan Sistem Lelang Terselubung Penjualan Tiket Kendaraan Roda Empat

15/04/2026
Kontroversi Zainal Habib: Menag Tegas Tolak Pelecehan, Rektor UIN Malang Tetap Angkat Plt WR AUPK, Tuai Kritik Dosen Hingga Mahasiswa

Kontroversi Zainal Habib: Menag Tegas Tolak Pelecehan, Rektor UIN Malang Tetap Angkat Plt WR AUPK, Tuai Kritik Dosen Hingga Mahasiswa

14/11/2025
Demo Bagi-Bagi Baju Gratis dan Takjil, Gaya Unik Berbagi ala Pemuda Lowokdoro

Demo Bagi-Bagi Baju Gratis dan Takjil, Gaya Unik Berbagi ala Pemuda Lowokdoro

02/03/2026
Tetap Sering Padam! Pengelolaan Listrik di Pulau Sapudi Dikritisi Anggota DPRD Sumenep, PLN Tidak Respon

Tetap Sering Padam! Pengelolaan Listrik di Pulau Sapudi Dikritisi Anggota DPRD Sumenep, PLN Tidak Respon

17/03/2026

EDITOR'S PICK

Kontekstualisasi Doktrin Puasa dalam Perang Badar

Kontekstualisasi Doktrin Puasa dalam Perang Badar

21/02/2026
Pemilu 2029 Banyak Berubah, Ali Ahmad: Pasuruan Bisa Masuk Dapil Malang Raya

Pemilu 2029 Banyak Berubah, Ali Ahmad: Pasuruan Bisa Masuk Dapil Malang Raya

28/04/2026
KPK Ungkap Skema Jual Beli Kuota Haji, Harga Capai Rp300 Juta per Jamaah

KPK Ungkap Skema Jual Beli Kuota Haji, Harga Capai Rp300 Juta per Jamaah

18/09/2025
Rumah di Songgokerto Kota Batu Ludes Terbakar Diduga Korsleting

Rumah di Songgokerto Kota Batu Ludes Terbakar Diduga Korsleting

04/05/2026
logo swanews

© 2026 Swa News Indonesia

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Kerjasama & Iklan
  • Karier
  • Kontak & Alamat
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Jawa Timur
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • UMKM
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • Seni dan Budaya
    • Gaya hidup
  • Kesehatan
  • Wisata dan Kuliner
  • Agama
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini

© 2026 Swa News Indonesia - Cepat | Mencerahkan

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
© Swa News | Cepat dan Mencerahkan