Minggu, Februari 15, 2026
Swa News
No Result
View All Result
  • Login
  • News
    • Nasional
    • Viral
    • Internasional
    • Peristiwa
      • Bencana
      • Kriminal
      • Trending
  • Politik
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • EKONOMI
    • Bisnis
    • UMKM
  • Seni Budaya
  • Sains
    • Gadget
    • Teknologi
  • Lifestyle
    • Kesehatan
    • Gaya hidup
  • Entertainment
  • TRAVELING
    • Wisata
    • Kuliner
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini
  • News
    • Nasional
    • Viral
    • Internasional
    • Peristiwa
      • Bencana
      • Kriminal
      • Trending
  • Politik
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • EKONOMI
    • Bisnis
    • UMKM
  • Seni Budaya
  • Sains
    • Gadget
    • Teknologi
  • Lifestyle
    • Kesehatan
    • Gaya hidup
  • Entertainment
  • TRAVELING
    • Wisata
    • Kuliner
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini
No Result
View All Result
Swa News
No Result
View All Result
Home Kolom

Tambang dan Krisis Ideologi Dakwah Berkemajuan

Qosdus Sabil by Qosdus Sabil
30/01/2026
in Kolom, Opini
0
Tambang dan Krisis Ideologi Dakwah Berkemajuan
0
SHARES
112
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

Tambang dan Krisis Ideologi Dakwah Berkemajuan

Bagian 2

Oleh: Qosdus Sabil

 

Baca JugaArtikel Terkini Lainnya

Board of Peace: Proyek Perdamaian Palsu Melembagakan Ketidakadilan

Board of Peace: Proyek Perdamaian Palsu Melembagakan Ketidakadilan

13/02/2026
Problem Tambang dan Etika Keberpihakan: Kritik terhadap Sikap Muhammadiyah

Problem Tambang dan Etika Keberpihakan: Kritik terhadap Sikap Muhammadiyah

28/01/2026
Load More

Dalam perspektif Kuntowijoyo, ideologi bukan sekadar slogan normatif, melainkan kesadaran historis yang menuntut keberpihakan nyata. Menurutnya, jika ideologi hanya bermuara pada bahasa moral an sich, maka kerja kritik atas struktur ketidakadilan akan lenyap dari kenyataan.

Kini, tambang menjadi wajah paling menggiurkan dari produk kapitalisme ekstraktif. Ia memiliki modus operandi memanipulasi keadaan melalui bingkai isu ikhtiar pembangunan, serapan tenaga kerja, dan kesejahteraan rakyat. Kenyataannya, tambang merupakan relasi kolaboratif antara elit kuasa negara dan korporasi untuk mengakumulasi modal. Sementara itu, peninggalan kerusakan lingkungan yang masif dan sistemik akan menjadi beban masyarakat lokal.

Tambang dan Krisis Ideologi Dakwah Berkemajuan

Tambang dan Krisis Ideologi Dakwah 

Melalui problem tambang saat ini, dakwah berkemajuan sedang diuji. Barangkali, jika panggung retorika dakwah hanya mengumandangkan amar ma’ruf melalui konsep etika semata tanpa upaya nahi munkar dengan menyebut aktor perusak lingkungan, maka dakwah hanya akan menjadi nasihat individual. Masalah tersebut pernah disinggung Buya Syafii Maarif: jika hal demikian terjadi dalam dakwah, maka agama akan kehilangan maknanya dalam menghadapi ketidakadilan. Kuntowijoyo juga pernah mengkritik keras kecenderungan normativisme Islam yang enggan turun pada analisis struktural.

Baca juga: Problem Tambang dan Etika Keberpihakan: Kritik terhadap Sikap Muhammadiyah

Tambang dan Krisis Ideologi Dakwah

Di tengah pusaran konsesi tambang, kelihatannya Muhammadiyah masih sangat fasih berbicara tentang etika lingkungan, tetapi gagap ketika harus menyebut rezim ekstraktivisme.

Padahal, dalam konstruksi paradigma Islam profetik Kuntowijoyo, telah digarisbawahi bahwa sikap dakwah tidak mengenal netralitas dalam situasi ketidakadilan struktural. Dakwah justru dituntut melakukan keberpihakan dan pembelaan terhadap struktur yang tertindas.

Jalan Tengah Masalah Lahan Tambang Muhammadiyah

Tambang dan Krisis Ideologi Dakwah

Pimpinan Pusat Muhammadiyah perlu mempertimbangkan saran dan nasihat Prof. Din Syamsuddin terkait pengembalian lahan tambang kepada pemerintah. Namun, keputusan mengembalikan IUP tambang tersebut bukan perkara mudah. Sebab, persoalannya bukan hanya terletak pada hasil akhir, melainkan juga pada proses inisiasi yang kurang selaras dengan kerangka ideologi dan konstitusi organisasi.

Salah satu bentuk kekeliruan terjadi ketika pengambilan keputusan menerima lahan tambang hanya melalui sebuah Rapat Konsolidasi Nasional. Padahal, istilah tersebut tidak dikenal dalam nomenklatur permusyawaratan resmi Muhammadiyah. Ia bukan Tanwir, bukan Muktamar, dan bukan pula Musyawarah Nasional.

Sejak awal, ketika Muhammadiyah mendapat tawaran konsesi tambang, semestinya hal tersebut tidak direspons secara reaktif. Sebaliknya, harus lebih dahulu melalui pengkajian dan analisis yang komprehensif, melibatkan pertimbangan manfaat, mafsadat, maslahah mursalah, serta keberlanjutan lingkungan.

Kalau misalnya kemudian diputuskan untuk menerima konsesi tersebut, paling tidak kewenangannya tidak melekat langsung pada ormas Muhammadiyah, melainkan pada Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), dengan melibatkan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) yang memiliki program studi pertambangan.

Namun demikian, seluruh skema teknis tata kelola konsesi tambang tersebut tetap tidak boleh menutupi persoalan prinsip yang menjadi dasar pedoman tajdid dan dakwah jam’iyah Muhammadiyah.

Wallahu a’lam bisshawab.


Qosdus Sabil

Anggota Majelis Lingkungan Hidup Pimpinan Pusat Muhammadiyah

 

Tags: Dakwah MuhammadiyahKrisis ideologi dakwahTambang dan krisis ideologi
Qosdus Sabil

Qosdus Sabil

Related Posts

Board of Peace: Proyek Perdamaian Palsu Melembagakan Ketidakadilan
Opini

Board of Peace: Proyek Perdamaian Palsu Melembagakan Ketidakadilan

by Haidar Bagir
13/02/2026
Problem Tambang dan Etika Keberpihakan: Kritik terhadap Sikap Muhammadiyah
Kolom

Problem Tambang dan Etika Keberpihakan: Kritik terhadap Sikap Muhammadiyah

by Qosdus Sabil
28/01/2026
Bukan Azwar Anas Pemilik Otoritas Tambang Tumpang Pitu!
Kolom

Bukan Azwar Anas Pemilik Otoritas Tambang Tumpang Pitu!

by Hably Hasan
08/01/2026
Tumpang Pitu
EKONOMI

CSR Tumpang Pitu Wewenang Korporasi, Bukan Bupati!

by Hably Hasan
29/12/2025
Tumpang Pitu
Kolom

Jejak Sentralisasi Dinamika Tata Kelola Tambang Emas Tumpang Pitu Banyuwangi

by Hably Hasan
18/12/2025
Dilema Kedaulatan Santri?
Kolom

Dilema Kedaulatan Santri?

by Hably Hasan
22/10/2025
Next Post
Hari Ini KPK Periksa Yaqut Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji, Apa Langsung Ditahan?

Hari Ini KPK Periksa Yaqut Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji, Apa Langsung Ditahan?

BERITA POPULER

  • Kamaruddin Amin, Sekretaris Jenderal Kemenag RI

    Kamaruddin Amin, Sekretaris Jenderal Kemenag RI Dituntut Mundur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kontroversi Zainal Habib: Menag Tegas Tolak Pelecehan, Rektor UIN Malang Tetap Angkat Plt WR AUPK, Tuai Kritik Dosen Hingga Mahasiswa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjelang Pemilihan Rektor UIN Maliki Malang, Suhu Politik Mulai Memanas, Agus Maimun Deklarasi, FITK Pecah?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cahyanto Hendri Wahyudi Dipercaya Menjabat Kadis Pekerjaan Umum Cipta Karya Perumahan dan Permukiman Kabupaten Banyuwangi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Komunitas Saung Alas Muara Gembong Berkolaborasi dengan UI Memulihkan Lingkungan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Swa News Indonesia

© 2026 Swa News Indonesia - Cepat | Mencerahkan

Cepat | Mencerahkan

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Kerjasama & Iklan
  • Karier
  • Kontak & Alamat

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Viral
    • Internasional
    • Peristiwa
      • Bencana
      • Kriminal
      • Trending
  • Politik
  • Pendidikan
  • Olahraga
    • Bola
  • EKONOMI
    • Bisnis
    • UMKM
  • Seni Budaya
  • Sains
    • Gadget
    • Teknologi
  • Lifestyle
    • Kesehatan
    • Gaya hidup
  • Entertainment
  • TRAVELING
    • Wisata
    • Kuliner
  • Kolom
    • Sastra
    • Opini

© 2026 Swa News Indonesia - Cepat | Mencerahkan

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
© Swa News | Cepat dan Mencerahkan